Sambil Puasa, Pria Berusia 100 Tahun Ini Berjalan di Taman untuk Galang Dana Corona

Oleh Dyah Mulyaningtyas pada 08 Mei 2020, 08:15 WIB
Diperbarui 08 Mei 2020, 08:15 WIB
Sambil Puasa, Pria Berusia 100 Tahun Ini Berjalan di Taman untuk Galang Dana Corona

Liputan6.com, Jakarta Pandemi global Corona Covid-19 telah merebak di berbagai negara. Sudah sangat banyak orang yang terjangkit oleh virus tersebut. Meski menelan korban jiwa, namun pasien yang berhasil sembuh juga cukup banyak.

Imbas dari merebaknya Corona Covid-19 juga berdampak pada berbagai sektor. Salah satunya adalah sektor ekonomi. Banyak orang yang kehilangan pekerjaan hingga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Ditengah kepiluan yang dialami oleh banyak orang karena wabah tersebut, masih ada secercah kebaikan yang membangkitkan harapan. Banyak orang-orang baik yang terketuk hatinya untuk membantu dalam penanggulangan wabah Corona Covid-19.

Salah satunya adalah Dabirul Islam Choudhury, dari St. Albans. Di usianya yang sudah menginjak 100 tahun pria ini masih berusaha melakukan sesuatu untuk membantu meringankan beban masyarakat akibat Corona Covid-19.

2 dari 3 halaman

Mengumpulkan Lebih dari Target

Sambil Puasa, Pria Berusia 100 Tahun Ini Berjalan di Taman untuk Galang Dana Corona
Sambil Puasa, Pria Berusia 100 Tahun Ini Berjalan di Taman untuk Galang Dana Corona (Sumber: Metro.co.uk)

Dilansir oleh Liputan6.com dari Metro.co.uk, Jumat (8/5/2020) Dabirul dilahirkan pada 1 Januari 1920, di British Assam yang sekarang bernama Bangladesh modern, tetapi ia datang ke London untuk belajar sastra Inggris pada tahun 1957.

Meski usianya sudah tidak muda lagi, Dabirul berusaha mengumpulkan sumbangan uang dengan berkeliling di taman dekat dengan kediamannya. Ia bertekad untuk mengumpulkan Rp 18 juta untuk orang-orang yang rentan terdampak oleh pandemi tersebut di Inggris dan Bangladesh.

Aksi terpujinya tersebut terinspirasi dari penggalangan dana serupa yang dilakukan oleh seorang veteran perang Inggris Tom Moore pada bulan lalu. Dari aksinya itu, Moore mengumpulkan 32 juta pound sterling atau hampir Rp 600 miliar.

Dabirul memulai berjalan di taman pada 26 Maret lalu. Meski saat ini tengah menjalankan ibadah puasa, pria tua ini tidak berencana menghentikan aksinya itu. Ia bertekad terus berjalan hingga 100 putaran selama Ramadhan sampai 23 Mei mendatang atau bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri.

Hingga kini, Dabirul sudah berhasil mengumpulkan dana lebih dari 60 ribu pounds atau sekitar Rp 1,2 miliar, jauh melampaui target awal yang hanya Rp 18 juta.

3 dari 3 halaman

Terus Berjalan Meski Hujan

Putra Dabirul, Atique Choudhury, mengatakan ayahnya mengaku akan tetap melanjutkan aksinya hingga menyelesaikan 100 putaran. Menurutnya, tekad sang ayah begitu besar hingga tetap berjalan di taman ketika hujan.

"Ketika kami mulai, kami mulai dengan langkah kecil tetapi ia telah meningkatkan jumlah putaran yang ia lakukan," ungkap Atique.

"Masalah yang kita miliki adalah bahwa kita harus mencoba dan menghentikannya karena dia ingin terus melanjutkan," lanjut Atique.

Atique menambahkan bahwa penggalangan dana ayahnya sangat penting bagi orang-orang yang rentan di tempat-tempat seperti Bangladesh, yang kemungkinan kelaparan jika tidak bekerja selama satu atau dua minggu. Seluruh dana yang berhasil terkumpul dari aksi Dabirul nantinya akan digunakan untuk menanggulangi krisis Corona Covid-19 yang dikelola oleh Ramadan Family Commitment (RFC), sebuah lembaga amal yang dijalankan oleh seorang presenter TV Inggris berdarah Bangladesh, Farhan Musad Khan.

Farhan menilai Dabirul adalah sosok yang ceria dan penuh semangat. Ia juga mengajak orang lain untuk turut melakukan penggalangan dana agar dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak oleh pandemi Corona Covid-19.

"Kami ingin mengundang orang-orang yang memiliki warisan, yang telah banyak berkontribusi, yang menginspirasi dan Bapak Dabirul Choudhury adalah salah satu individu yang paling dihormati di komunitas kami," ungkap Farhan.

Aksi mulia Dabirul adalah salah satu contoh bagi banyak orang, untuk membantu sesama yang sedang dalam kesulitan terutama bagi anak muda yang seharusnya memiliki semangat lebih dibandingkan Dabirul.

Lanjutkan Membaca ↓