7 Pencegahan Penyakit Malaria, Kurangi Risiko Infeksi

Oleh Anugerah Ayu Sendari pada 16 Mar 2020, 09:40 WIB
Diperbarui 16 Mar 2020, 09:40 WIB
Liputan 6 default 3
Perbesar
Ilustraasi foto Liputan 6

Liputan6.com, Jakarta Pencegahan penyakit malaria penting diketahui mengingat sejumlah wilayah Indonesia memiliki endemis penyakit ini. Malaria merupakan infeksi parasit yang ditularkan oleh nyamuk. Penyakit ini sangat mengancam jiwa namun bisa dicegah dan disembuhkan.

Malaria dapat menyebabkan gejala demam, menggigil, sakit kepala, mual dan muntah, nyeri otot dan kelelahan. Faktor risiko terbesar untuk terserang malaria adalah tinggal di atau mengunjungi daerah-daerah di mana penyakit ini menjadi endemik. Maka dari itu, penting untuk mengetahui cara pencegahan penyakit malaria.

Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, jumlah kasus malaria di negara-negara di kawasan Asia Tenggara menurun. Meski begitu, pencegahan penyakit malaria harus tetap dilakukan. Sejumlah daerah seperti Indonesia Timur, masih menjadi endemis penyakit ini.

Pencegahan penyakit malaria bisa seperti mengindari gigitan nyamuk atau mengonsumsi obat anti-malaria. Pencegahan penyakit malaria sangat berguna untuk mengurangi risiko penyakit ini.

Pencegahan penyakit malaria cukup mudah dilakukan. Berikut cara pencegahan penyakit malaria yang berhasil Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (16/3/2020).

2 dari 6 halaman

Penularan Penyakit Malaria

Liputan 6 default 4
Perbesar
Ilustraasi foto Liputan 6

Malaria disebabkan oleh sejenis parasit genus Plasmodium yang ditularkan ke manusia paling umum melalui gigitan nyamuk. Dalam kebanyakan kasus, malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Nyamuk yang membawa parasit ini, akan menularkan parasit malaria saat menggigit manusia.

Begitu parasit memasuki tubuh, mereka akan menuju ke hati. Ketika parasit matang, mereka meninggalkan hati dan menginfeksi sel darah merah. Ini terjadi ketika orang biasanya mengalami gejala malaria. Penularan malaria juga dapat terjadi ketika orang dengan kekebalan rendah pindah ke daerah dengan penularan malaria yang intens.

Karena parasit yang menyebabkan malaria mempengaruhi sel darah merah, orang juga dapat terkena malaria karena terpapar darah yang terinfeksi, termasuk dari ibu ke anak yang belum lahir, transfusi darah, atau berbagi jarum suntik.

3 dari 6 halaman

Cara Pencegahan Penyakit Malaria

Lip 6 default image
Perbesar
Gambar ilustrasi

Tidur menggunakan kelambu

Menurut WHO, tidur di bawah kelambu berinsektisida dapat mengurangi kontak antara nyamuk dan manusia dengan memberikan penghalang fisik dan efek insektisida. Penggunaan kelambu ini mampu mencegah dan membunuh nyamuk dalam skala besar.

Menggunakan pakaian tertutup

Untuk menghindari gigitan nyamuk, disarankan menggunakan baju dan celana panjang. Cara ini dapat mencegah nyamuk menggigit kulit dan menginfeksi darah.

4 dari 6 halaman

Cara Pencegahan Penyakit Malaria

Obat Nyamuk
Perbesar
Cara pencegahan penyakit malaria

Menggunakan produk anti-nyamuk

Produk anti-nyamuk sangat efektif untuk mencegah gigitan nyamuk penyebab malaria. Produk anti-nyamuk ini bisa berbentuk krim yang diaplikasikan ke kulit atau cairan yang disemprotkan pada ruangan. Ada juga obat nyamuk bakar dan obat nyamuk elektrik yang bisa mencegah gigitan nyamuk.

Penyemprotan rumah dengan residu insektisida

Menyemprot bagian dalam dan luar rumah dengan residu insektisida adalah cara ampuh lainnya untuk mengurangi penularan malaria dengan cepat. Biasanya penyemprotan atau fogging ini dilakukan sekali atau dua kali per tahun. Untuk memberikan perlindungan masyarakat yang signifikan, penyemprotan harus dilaksanakan pada tingkat cakupan yang tinggi.

5 dari 6 halaman

Cara Pencegahan Penyakit Malaria

Suntikan dan obat (iStock)
Perbesar
Ilustrasi obat. (iStockphoto)

Konsumsi obat anti-malaria

Mengonsumsi obat anti malaria juga sangat disarankan dalam pencegahan penyakit malaria. Bagi para pelancong, malaria dapat dicegah melalui chemoprophylaxis, yang menekan tahap darah infeksi malaria, sehingga mencegah penyakit malaria.

Ada dua jenis obat yang digunakan untuk mencegah infeksi malaria. Produk atovaquone-proguanil menghentikan infeksi lebih awal, segera setelah gigitan nyamuk. Tipe kedua (doksisiklin, mefloquine dan atovaquone-proguanil) mengobati tahap infeksi selanjutnya, sebelum parasit dapat berkembang biak.

Menghindari keluar saat petang dan fajar

Paparan yang lebih lama, seperti menginap semalam di alam terbuka berisiko lebih tinggi kena malaria. Nyamuk malaria sangat aktif pada petang dan fajar. Saat berada di daerah endemis malaria, pastikan untuk menghindari keluar di waktu-waktu ini. Cara ini bisa mencegah gigitan nyamuk pembawa malaria. Daerah yang berisiko memiliki kasus malaria diantaranya Papua, Papua Barat, NTT, Maluku, Maluku Utara, serta Sebagian wilayah Kalimantan dan Sumatera.

6 dari 6 halaman

Deteksi Gejala Awal Malaria

Liputan 6 default 2
Perbesar
Ilustraasi foto Liputan6

Beberapa orang yang mengalami malaria mengalami siklus "serangan" malaria. Serangan biasanya dimulai dengan menggigil dan kedinginan, diikuti oleh demam tinggi, diikuti dengan berkeringat dan kembali ke suhu normal.

Dengan mendeteksi gejala malaria lebih dini, penyakit malaria dapat segera ditangani. Gejala awal malaria bisa meliputi sakit kepala, demam, menggigil, nyeri sendi, dan otot selama tiga bulan setelah kembali dari daerah endemis malaria.

Setelah mendeteksi gejala ini, segera dapatkan perawatan medis untuk pemulihan yang lebih cepat. Diagnosis malaria yang tepat bisa berupa jumlah trombosit yang rendah. Ini diketahui saat pemeriksaan demam yang tak kunjung sembuh.

Tanda dan gejala malaria biasanya dimulai dalam beberapa minggu setelah digigit nyamuk yang terinfeksi. Namun, beberapa jenis parasit malaria dapat tertidur di dalam tubuh hingga satu tahun.

Lanjutkan Membaca ↓