Pakai Earphone Berjam-jam, Wanita Ini Mendadak Tuli

Oleh Dyah Mulyaningtyas pada 07 Feb 2020, 17:05 WIB
Diperbarui 07 Feb 2020, 17:05 WIB
Pakai Earphone Berjam-Jam, Wanita Ini Mendadak Tuli
Perbesar
Pakai Earphone Berjam-Jam, Wanita Ini Mendadak Tuli

Liputan6.com, Jakarta Menggunakan earphone untuk mendengarkan musik dan menonton video memanglah sangat menyenangkan. Banyak orang yang kerap mendengarkan musik menggunakan earphone untuk menemani aktivitasnya seperti olahraga, jalan-jalan, bekerja, bahkan saat tidur.

Namun, ternyata earphone juga dapat mengganggu kesehatan pendengaran jika digunakan dalam waktu yang lama. Bahkan jika digunakan dengan berlebihan dapat mengakibatkan hilangnya fungsi pendengaran.

Seperti yang dialami wanita bernama Xiao Jing. Akibat sering menggunakan earphone selama berjam-jam dan memiliki kebiasaan buruk begadang, wanita asal Taiwan ini menjadi tuli pada salah satu telinganya.

Dikutip oleh Liputan6.com dari World of Buzz, Jumat (7/2/2020). Xiao Jing kerap menonton serial drama untuk hiburan dan menghilangkan stres karena bekerja setiap hari. Wanita berusia 28 tahun ini menggunakan earphone untuk menontonnya selama perjalanan pulang usai bekerja.

Namun Xiao Jing tidak menyadari bahwa kebiasaan tersebut dapat membahayakan pendengarannya. Kemudian ia terus-menerus melakukannya kurang lebih selama sebulan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Wanita ini mendadak Tuli

Wanita ini mendadak Tuli
Perbesar
ilustrasi menggunakan earphone

Kebiasaan yang sering Xiao Jing lakukan itu membuat dirinya tidak dapat mendengar suara apapun dari earphone pada telinga kirinya. Awalnya ia tidak menyangka bahwa pendengarannya akan bermasalah.

Kemudian ia mengganti earphone hingga dua kali karena mengira permasalahan terletak pada alat tersebut. Namun setelah mengganti earphone, Xiao Jing tetap tidak dapat mendengarkan suara apapun dengan telinga kirinya.

Setelah kejadian itu, ia menyadari bahwa permasalahan bukan pada earphone yang ia gunakan, melainkan pada telinga kirinya. Xiao Jing akhirnya memutuskan untuk mencari penanganan medis.

Dokter kemudian mendiagnosisnya dengan gangguan pendengaran sensorineural mendadak (SSHL), umumnya dikenal sebagai ketulian mendadak. Dokter juga mengatakan, bahwa Xiao Jing masih beruntung karena pergi ke dokter tepat waktu. Karena jika ia menundanya lebih lama lagi, Xiao Jing mungkin akan kehilangan pendengaran pada telinga kiri untuk selamanya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pulih 80%

Pulih 80%
Perbesar
Menggunakan Earphone (Sumber: iStockphoto)

Setelah dirawat dengan steroid serta terapi oksigen hiperbarik (HBOT), pendengaran telinga kiri Xiao Jing pulih 80% dan kini ia bisa menjalani rutinitas hariannya dengan normal. Dokter Zhang dari Departemen Otolaringologi, Rumah Sakit Luodong Bo-ai, mengatakan bahwa penyebab ketulian mendadak sebagian besar tidak diketahui, tetapi memiliki kemungkinan terkait dengan stres, infeksi virus, penyakit autoimun, obat-obatan, trauma dan tumor.

Ia mengatakan bahwa jika seseorang mengalami tuli mendadak, harus segera mencari perawatan medis paling lambat tiga hari setelah mengalaminya sehingga ada peluang lebih tinggi untuk sembuh. Dokter Zhang juga menunjukkan bahwa tuli mendadak tidak hanya dapat dialami orang berusia tua.

Orang dewasa dan anak muda yang sering beraktivitas hingga kelelahan serta sering begadang bisa menderita hal tersebut. Orang yang didiagnosis dengan tuli mendadak sebelumnya harus menyesuaikan jadwalnya sehingga ia dapat beristirahat dan cukup tidur agar tidak terjadi lagi.

Lanjutkan Membaca ↓