7 Manfaat Air Rebusan Jahe untuk Kesehatan Serta Cara Membuatnya

Oleh Husnul Abdi pada 27 Jan 2020, 18:00 WIB
Diperbarui 27 Jan 2020, 18:00 WIB
Membuat air rebusan jahe./Copyright pexels.com/breakingpic

Liputan6.com, Jakarta Manfaat air rebusan jahe untuk kesehatan tentu sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat. Jahe sudah dikenal selama ribuan tahun sebagai rempah yang punya banyak manfaat, karena itulah di antara tanaman herbal lainnya, jahe termasuk tanaman yang paling populer dijadikan sebagai obat tradisional.

Selain itu, minuman air rebusan jahe ini juga banyak dicari untuk menghangatkan tubuh, terutama saat musim dingin atau sering hujan. Kamu juga bisa mencampurkan jahe dengan bahan-bahan alami yang menyehatkan lainnya untuk mendapatkan khasiatnya.

Manfaat air rebusan jahe untuk kesehatan dapat dimaksimalkan dengan cara membuat yang tepat. Kamu bisa membuatnya dengan merebusnya saja tanpa tambahan bahan lainnya, dan mencampurkannya dengan bahan lain seperti madu, jeruk nipis maupun lemon.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (27/1/2020) beberapa manfaat air rebusan jahe untuk kesehatan serta cara membuatnya.

2 dari 5 halaman

Meredakan Nyeri dan Mencegah Risiko Penyakit Kronis

Penyakit Jantung
Penyakit Jantung (SHAjAMP/Shutterstock)

Meredakan Nyeri

Manfaat air rebusan jahe yang pertama adalah sebagai pereda nyeri. Hal ini didapatkan dari kandungan Gingerol dan Fenol yang merupakan senyawa kimia bersifat antinyeri dan dapat meredakan rasa sakit.

Kedua senyawa tersebut berkhasiat meredakan gejala iritasi lambung, meredakan kram perut menstruasi, hingga nyeri otot setelah berolahraga.

Sebuah penelitian yang melibatkan 60 orang dewasa pengidap migrain melaporkan bahwa air jahe bekerja lebih baik meredakan gejala migrain jika digunakan sebagai terapi tambahan, dibandingkan dengan hanya minum obat pereda nyeri saja.

Mencegah Risiko Penyakit Kronis

Tubuh kamu bisa mendapatkan radikal bebas dari lingkungan sekitar, seperti paparan sinar matahari, radiasi, ozon, asap rokok, polusi udara dari asap knalpot, bahan kimia industri, serta makanan dan minuman yang kamu konsumsi. Sedangkan, jahe kering adalah sumber antioksidan tinggi yang berpotensi melindungi kamu dari efek buruk radikal bebas. 

Radikal bebas ditengarai menjadi faktor risiko dari berbagai penyakit kronis seperti tumor, kanker, penyakit jantung, berkurangnya kemampuan penglihatan, hingga gangguan saraf terkait usia (Alzheimer, Parkinson, dan penyakit Huntington). Sebuah penelitian menemukan bahwa manfaat air rebusan jahe bisa mencegah atau memperlambat gagal ginjal.

3 dari 5 halaman

Menghilangkan Mual dan Menurunkan Berat Badan

Mual dan muntah
Mual dan muntah (iStock)

Menghilangkan Mual

Manfaat air rebusan jahe berikutnya adalah untuk menghilangkan mual. Pamor jahe sebagai penghilang mual dan pencegah mabuk laut sudah tidak perlu diragukan lagi. Minum air jahe juga bermanfaat untuk meredakan mual-muntah, termasuk yang muncul sebagai efek samping pemulihan setelah operasi, kemoterapi, dan kehamilan (morning sickness).

Menurunkan Berat Badan

Sebuah penelitian yang dilakukan pada 10 pria melaporkan bahwa rutin minum air jahe panas setelah sarapan menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama daripada hanya makan pagi saja. Studi lain juga menemukan bahwa jahe dapat membantu mengurangi nafsu makan.

Sebuah artikel di British Journal of Nutrition melaporkan bahwa jahe mampu mengendalikan kadar gula darah dan kolesterol, serta meningkatkan laju metabolisme sehingga tubuh lebih efektif membakar lemak.

Dari ketiga referensi tersebut, tentunya kamu telah menyadari bahwa manfaat air rebusan jahe juga dapat menurunkan berat badan. Meski begitu, perlu penelitian lebih mendalam dengan jangkauan yang lebih luas guna memastikan manfaat jahe untuk penurunan berat badan ini.

4 dari 5 halaman

Manfaat air rebusan jahe lainnya

Mengendalikan Kadar Gula Darah
Kadar Gula Darah / Sumber: iStockphoto

Mengurangi Reaksi Alergi

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa manfaat air rebusan jahe dapat meredakan reaksi alergi. Hal tersebut karena tanaman herbal ini memiliki efek antiradang yang mampu meredakan reaksi peradangan akibat alergi. Jahe juga mengandung oleoresin yang bekerja melawan peradangan.

Melawan Peradangan Rematik dan Osteoarthritis

Manfaat air rebusan jahe juga dapat membantu mencegah dan mengurangi peradangan yang disebabkan oleh nyeri sendi rematik dan osteoarthritis. Ini karena sejumlah komponen aktif dalam jahe, seperti gingerol, gingerdione, dan zingeron bekerja menurunkan zat alami pemicu peradangan dalam tubuh.

Mengendalikan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes

Banyak penelitian yang menyebutkan jahe mampu menurunkan kadar gula darah dan membantu mengatur respon insulin pada penderita diabetes.

Orang-orang pengidap diabetes tipe 2 yang minum suplemen jahe mengalami penurunan gula darah puasa yang cukup drastis. Selain itu, sifat antiradang dalam jahe juga dapat mencegah komplikasi diabetes, seperti retinopati, penyakit jantung, dan stroke. 

Peneliti melaporkan bahwa manfaat air rebusan jahe ini akan terasa lebih menguntungkan ketika dicampur dengan bubuk kayu manis.

5 dari 5 halaman

Cara Membuat Air Rebusan Jahe di Rumah

Air rebusan jahe
Ilustrasi air rebusan jahe./Copyright shutterstock.com

Untuk mendapatkan manfaat jahe yang optimal, sebaiknya pilih jahe segar.

Berikut cara membuat air rebusan jahe di rumah:

- Parut 1,5 sendok teh jahe segar

- Rebus 4 gelas air

- Tambahkan jahe ke dalam air

- Biarkan jahe meresap selama sekitar 5-10 menit

- Saring airnya untuk memisahkan parutan jahe

- Air jahe dapat diminum baik panas maupun dingin.

Bila rasanya terlalu kuat, kamu boleh tambahkan madu atau perasan air lemon.

Minuman jahe memang dapat memberikan beragam manfaat bagi tubuh. Meski demikian, sebaiknya kamu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai jumlah konsumsi air rebusan jahe yang aman. Jika dikonsumsi berlebihan, minuman jahe justru dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Lanjutkan Membaca ↓