Curi Penghapus 15 Tahun Lalu, Pria Ini Tulis Surat Minta Maaf Beserta Uang

Oleh Dyah Mulyaningtyas pada 21 Des 2019, 15:20 WIB
Diperbarui 21 Des 2019, 15:20 WIB
Pria Ini Tulis Surat Permohonan Maaf Disertai Uang, Setelah Mencuri Penghapus 15 Tahun Lalu
Perbesar
Chee (Sumber: worldofbuzz.com)

Liputan6.com, Jakarta Hampir semua anak dan remaja pernah melakukan kenakalan di masa mudanya. Kenakalan yang banyak dilakukan yaitu bolos, bertengkar, melawan guru sekolah hingga mengambil sesuatu yang bukan miliknya.

Perilaku tersebut dilakukan, entah karena disengaja atau sedang dalam keadaan yang mendesak. Mengambil sesuatu yang bukan miliknya merupakan perilaku yang tidak terpuji.

Tidak dipungkiri, beberapa orang pernah melakukannya saat masih anak-anak karena ketidaktahuan akan benar dan salah. Kenakalan tersebut dapat langsung disadari ketika sudah dewasa nanti.

Seperti kisah seorang pria yang dilansir Liputan6.com dari World of Buzz, Sabtu (21/12/2019) ini. Pria berusia 23 tahun ini merasa bersalah karena kenakalan yang ia lakukan 15 tahun lalu. Meski telah berselang cukup lama, rupanya tindakan yang dilakukan oleh pria ini tak dapat terlupakan.

Pria tersebut mendatangi toko yang pernah ia kunjungi saat kecil dulu. Pria yang kini berusia 23 tahun itu rupanya pernah melakukan pencurian di sebuah toko. Meski tak ada yang mengetahui tindakannya tersebut, ia tetap menyesal dan merasa bersalah.

2 dari 3 halaman

Tulis surat permohonan maaf

Tulis surat permohonan maaf
Perbesar
Chee (Sumber: worldofbuzz.com)

Pria 23 tahun yang tidak diketahui namanya ini memberikan sebuah surat kepada seorang pemilik toko bernama Chee. Surat tersebut berisikan permohonan maaf atas kelakuannya saat berusia 8 tahun.

Awalnya sang pemilik toko bertemu dengan seorang pria yang sedang membeli air mineral dan roti. Setelah itu, pria tersebut keluar namun tidak benar-benar pergi. Ia juga sempat memandangi toko milik Chee cukup lama.

Chee merasa penasaran, kemudian ia keluar dan menghampiri pria itu. Sang pemilik toko juga bertanya apakah ada sesuatu yang bisa ia bantu. Namun si pemuda berkata tidak ada.

Saat Chee kembali ke toko, pria itu mengikutinya. Pria tersebut bertanya apakah toko itu masih toko yang sama yang berdiri 14 tahun lalu. Kemudian Chee mengiyakan pertanyaan pria tersebut.

Pria tersebut kemudina menyerahkan amplop pada Chee dan memintannya untuk membaca saat dirinya sudah pergi. Setelah pria tersebut pergi, Chee langsung membuka amplop dan membaca isi surat di dalamnya. Ia merasa tersentuh dengan isi surat tersebut.

"15 tahun yang lalu ketika saya berusia 8 tahun, saya mengambil penghapus dari toko anda. Saya harap anda memaafkan saya atas apa yang telah saya lakukan dan saya ingin membalas anda atas apa yang saya ambil dari toko anda. Saya minta maaf karena ini sangat terlambat, karena saya pindah ketika  berumur 10 tahun. Saya harap anda bisa memaafkan saya. " potongan isi surat.

3 dari 3 halaman

Berikan uang ganti rugi

Berikan uang ganti rugi
Perbesar
Chee (Sumber: worldofbuzz.com)

Sang pemilik toko memaafkan pria itu dan menghormati apa yang telah ia lakukan sebagai bentuk permintaan maaf.Tak hanya menulis surat permohonan maaf, ternyata pria tersebut juga memberikan uang sebesar RM 50 atau sekitar Rp 168 ribu.

Tak sampai disitu, Chee yang merasa terharu juga memajang surat itu di toko agar para pelangganya bisa membaca untuk dijadikan sebuah pembelajaran.

"Karena ini cerita positif, saya memutuskan untuk memajang suratnya di toko agar pelanggan bisa membacanya dengan harapan bisa mengambil pelajaran dari kejadian tersebut." kata Chee seperti dikutip Liputan.com dari World of Buzz, Sabtu (21/12/2019).

Lanjutkan Membaca ↓