8 Manfaat Lapisan Atmosfer Bagi Kelangsungan Hidup Manusia

Oleh Liputan6.com pada 07 Nov 2019, 16:30 WIB
Ilustrasi Bumi

Liputan6.com, Jakarta Manfaat lapisan atmosfer penting bagi bumi dan manusia. Lapisan atmosfir merupakan lapisan yang sangat bermanfaat bagi manusia, karena terdapat lapisan-lapisan di dalamnya serta memiliki keunikan dan fungsinya masing-masing. 

Perputaran bumi dapat mengakibatkan bergeraknya masa udara lalu menimbulkan perbedaan tekanan udara di berbagai tempat di dalam atmosfer yang dapat menimbulkan arus angin.

Manfaat lapisan atmosfer memegang peranan penting dalam kelangsungan mahluk hidup di bumi. Lapisan atmosfer disebut juga selimut gas yang menyelubungi planet termasuk bumi, dengan kandungan berupa nitrogen, oksigen, karbondioksida, argon dan kandungan lainnya. 

Kandungan atmosfer memiliki ketebalan 1000 km dari permukaan bumi, serta memiliki beberapa macam gas, diantaranya : gas nitrogen (78%), oksigen (21%), argon (0,9%),   karbondioksida (0,03) dan uap air, krypton, neon, kalium, hidrogen, xinon, serta ozon (0,7%).

Berikut manfaat lapisan atmosfer dilansir dari beberapa sumber oleh Liputan6.com Kamis (7/11/2019)

2 of 6

Melindungi bumi dan mempertahankan kehidupan

Ilustrasi hutan
Ilustrasi hutan (iStock)

1. Melindungi bumi dari paparan ultraviolet

Lapisan ozon yang berada di stratosfer, memiliki manfaat untuk penyerapan sinar ultraviolet. Sehingga mahluk di bumi dapat terlindung dari paparan sinar ultraviolet.

2. Untuk mempertahankan kehidupan di bumi

Kandungan gas yang terdapat pada lapisan atmosfer bermanfaat bagi manusia, tumbuhan serta hewan. Seperti oksigen, karbondioksida, nitrogen.

3 of 6

Keseimbangan energi dan lindungi bumi dari benda angkasa

Asteroid (0)
Ilustrasi lintasan asteroid menuju Bumi. (Sumber Pixabay)

3. Mempertahankan keseimbangan energi di dalam bumi

Keseimbangan energi di dalam bumi secara vertical maupun horizontal yang dihasilkan dari ketidaksamaan panas di permukaan bumi sehingga terciptalah pergerakan udara di dalam atmosfer dan air di lautan. Siklus perpindahan air yang menyebabkan hujan terjadi di dalam lapisan atmosfer.

4. Melindungi bumi dari jatuhnya benda-benda angkasa

Benda-benda angkasa yang jatuh ke bumi akibat gravitasi bumi, terbakar pada lapisan atmosfer, sehingga mahluk hidup yang ada di bumi terlindungi dari bahaya tersebut.

4 of 6

Perubahan cuaca dan biogeochemical di bumi

Cuaca Ekstrem Tenggelamkan Kapal di Perairan Maluku, 14 Tewas
Ilustrasi cuaca ekstrem sebabkan gelombang tinggi di perairan.

5. Berperan pada perubahan cuaca dan iklim

Atmosfer memiliki peran yang penting bagi perubahan cuaca dan iklim karena berperan untuk mengatur dan menjaga kondisi bumi, seperti hujan, badai, angin, salju, awan.

6. Berperan untuk biogeochemical di bumi

Lapisan atmosfer memiliki peran untuk biogeochemical, hal ini dikarenakan lapisan atmosfer yang menyimpan karbondioksida, apabila dilepaskan secara alami dapat digunakan dalam proses fotosintesis.

5 of 6

Pengendali cahaya dan sinyal radio

Tempat Terbaik Menikmati Senja di Kota Surabaya
Ilustrasi Langit Senja / Sumber: Pixabay

 

7. Sebagai pengendali cahaya yang masuk ke bumi

Tidak semua energi dari matahari diserap oleh lapisan atmosfer. Bumi dapat menerima energi yang berasal dari radiasi elektromagnetik matahari. Energi-energi matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi, akan segera diserap, dipantulkan maupun ditransmisikan oleh atmosfer.

8. Berpengaruh terhadap rambatan sinyal radio di seluruh penjuru muka bumi

Pada lapisan ionosfer, lapisan ini berperan penting bagi keelektrikan atmosfer, selain itu terjadi proses ionisasi dari partikel-partikel yang memberikan refleksi gelombang radio. Sehingga rambatan sinyal radio dapat menjangkau seluruh penjuru muka bumi.

6 of 6

Lapisan-lapisan atmosfer

Ilustrasi Andromeda dan Galaksi Bima Sakti di langit malam
Ilustrasi Andromeda dan Galaksi Bima Sakti di langit malam (NASA)

1. Troposfer

Troposfer merupakan lapisan atmosfer yang paling aman dan ideal untuk mahluk hidup, karena pada lapisan tersebut, terdapat uap air dan karbondioksida. Pada lapisan ini, cuaca dan iklim masih terjadi, seperti hujan, salju, badai, angin, dan lainnya.

2. Stratosfer

Stratosfer merupakan lapisan yang ditinggali oleh lapisan ozon, dan suhu yang sangat dingin. Pada lapisan ini, terdapat ozon yang sangat bermanfaat bagi penyerapan sinar ultraviolet. 

3. Mesosfer

Mesosfer merupakan lapisan yang berada diatas lapisan stratosfer dan berada pada ketinggian 50 hingga 75km. mesosfer memiliki suhu sekitar 10 derajat celcius, dan suhu puncak hingga 120 derajat celcius. Lapisan mesosfer memiliki suhu yang tidak stabil, karena pada bagian bawah suhu udara tinggi dan semakin keatas suhu semakin turun. 

4. Termosfer atau Ionosfer

Lapisan termosfer memiliki ketinggian 80-375km. Termosfer juga disebut dengan ionosfer, karena pada lapisan termosfer, terjadi proses ionisasi dari partikel-partikel yang memberikan refleksi gelombang radio (gelombang pendek atau Panjang). 

5. Eksosfer

Eksosfer merupakan lapisan yang paling panas dan berbagai atom bergerak secara tidak beraturan, dengan suhu mencapai 2200 derajat celcius dam berada pada ketinggian antara 500-1000 km. Lapisan eksosfer sangat berbahaya, karena meteor dan benda-benda luar angkasa lainnya hancur pada lapisan ini.

Reporter: Addina Zulfa Fa'izah

Lanjutkan Membaca ↓