4 Penyebab Mudah Lupa di Usia Muda, Hindari Pola Hidup Tak Sehat

Oleh Husnul Abdi pada 08 Okt 2019, 18:00 WIB
Ilustrasi Otak

Liputan6.com, Jakarta Penyebab mudah lupa di usia muda adalah kegiatan sehari-hari yang tidak sehat. Berbagai kegiatan sehari-hari tentunya akan berdampak kepada kesehatan tubuh seseorang. Berbagai dampak inilah yang membuat sesorang menjadi mudah lupa walaupun masih muda.

Penyakit mudah lupa ini memang identik dengan kondisi yang sering dialami oleh orang lanjut usia, namun bisa terjadi juga pada usia muda. Hal ini tentunya akan sangat mengganggu produktivitas kamu dalam bekerja dan berkarya.

Penyebab mudah lupa di usia muda adalah pola hidup yang tidak sehat. Oleh karena itu, kamu harus menjalani pola hidup sehat dan menghindari berbagai faktor risiko yang menyebabkan mudah lupa atu pikun ini terjadi.

Berikut Liputan6.com rangkum tentang penyebab mudah lupa di usia muda dari berbagai sumber, Selasa (8/10/2019).

2 of 5

Stres

Stres
Stres (Foto: iStockphoto)

Penyebab mudah lupa di usia muda yang pertama adalah mengalami stres. Gangguan suasana hati memiliki berbagai dampak besar terhadap memori. Stres yang terus-menerus dan mengganggu dapat menyebabkan gangguan konsentrasi dan menyebabkan kamu kesulitan untuk mengingat.

Jika kamu merasa sedang berada dalam tekanan mental, kamu bisa mengatasinya dengan berbagi dengan orang lain, misalnya curhat kepada keluarga ataupun teman kamu. Jika keluhan yang kamu alami sudah sampai menyebabkan kesedihan dan kehilangan minat untuk beraktivitas, kamu harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

3 of 5

Anemia

Anemia
Anemia (Anton Watman/Shutterstock)

Salah satu keadaan medis yang dapat menyebabkan seseorang menjadi mudah lupa adalah anemia. Anemia merupakan suatu kondisi dimana seseorang tidak memiliki sel darah merah dalam jumlah yang cukup. Padahal, sel darah merah memiliki fungsi untuk mengantarkan oksigen ke berbagai jaringan yang terdapat di dalam tubuh.

Berbagai gejala yang sering dikeluhkan seseorang yang mengalami anemia adalah keluhan lemas, lelah dan tidak berkonsentrasi. Jenis anemia yang kerap menyerang adalah anemia defisiensi besi yang disebabkan oleh rendahnya kadar zat besi di dalam tubuh. Salah satu penyebab kekurangan besi adalah asupan yang tidak cukup bergizi.

Selain itu, anemia defisiensi besi juga dapat disebabkan oleh kehilangan darah, misalkan perdarahan menstruasi yang berat, atau perdarahan saluran cerna.

Oleh karena itu, untuk mencegahnya kamu harus memastikan bahwa diet yang kamu lakukan mencakup berbagai vitamin dan zat gizi, termasuk zat besi (daging, kacang-kacangan, sereal yang difortifikasi zat besi, dan sayuran hijau), asam folat (buah-buahan dan sayuran hijau), serta vitamin B12 (daging dan produk susu).

4 of 5

Banyak Beban Pikiran

Banyak Beban Pikiran
Banyak Beban Pikiran (iStockphoto)

Selain itu, masih berakitan dengan stres yang disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat, kamu juga harus menghindari terlalu banyak beban pikiran. Mudah lupa di usia muda mungkin terjadi karena kamu memiliki terlalu banyak hal yang perlu dilakukan atau dipikirkan. Ketika kamu melakukan banyak tugas sekaligus, rentang perhatian terhadap tugas tersebut menjadi lebih pendek dan bisa saja kamu gagal menyerap semua informasi yang ada.

Agar memori otak menjadi lebih kuat, pengulangan penting dilakukan. Namun ketika kamu mengerjakan banyak hal sekaligus, pengulangan tersebut akhirnya terbengkalai, sehingga kamu akan menjadi mudah lupa.

5 of 5

Mengalami Kejenuhan

jenuh
Dilema jenuh ./Copyright shutterstock.com

Penyebab mudah lupa walaupun masih muda selanjutnya adalah kenjenuhan. Jenuh juga bisa menjadi penyebab mudah lupa. Ketika kamu jenuh, maka otak tidak akan menyerap informasi dengan efektif. Seseorang akan cenderung melakukan kegiatan secara cepat, tanpa memperhatikan detail dari pekerjaan tersebut.

Untuk mengelola kejenuhan, cobalah untuk banyak beristirahat dalam durasi pendek selama bekerja. Kamu dapat mencoba membuat target tugas untuk diselesaikan, kemudian beristirahatlah setiap tiga jam sekali, misalnya dengan memejamkan mata selama 5-10 menit.

Mudah lupa atau pikun mungkin lebih sering dialami oleh orang lanjut usia, namun bila seseorang dengan usia yang masih muda mengalaminya, hal ini harus diatasi sesegera mungkin. Jika tidak, kualitas otak kamu akan menurun dan mengganggu produktivitas sehari-hari.

Lanjutkan Membaca ↓