Fungsi Jaringan Epitel pada Hewan, Penting dalam Anatomi Tubuh

Oleh Anugerah Ayu Sendari pada 18 Sep 2019, 19:25 WIB
ilustrasi hewan

Liputan6.com, Jakarta Fungsi jaringan epitel pada hewan punya peran penting dalam seluruh sistem tubuh hewan. Anatomi biasa dipelajari dalam pelajaran biologi di sekolah. Jaringan epitel adalah jaringan tipis yang menutupi semua permukaan tubuh yang terbuka. Fungsi jaringan epitel pada hewan terdiri dari ribuan sel.

Fungsi jaringan epitel pada hewan membentuk kulit luar, lapisan dalam mulut, saluran pencernaan, kelenjar sekretori dan lapisan bagian berongga dari setiap organ dalam. Jaringan epitel terdiri dari sel-sel yang disatukan dalam lembaran dengan sel-sel yang saling terhubung erat.

Fungsi jaringan epitel pada hewan menarik untuk diketahui. Terlepas dari bentuk, ukuran, atau susunan sel fungsi jaringan epitel pada hewan memiliki peran sesuai jenisnya. Fungsi jaringan epitel pada hewan punya peran penting dalam anatomi tubuh hewan.

Jaringan epitel tak hanya berperan melindungi organ tubuh. Bagian anatomi ini juga berkontribusi dalam fungsi sensorik, pembuangan, hingga menangkal bakteri dan virus. Berikut fungsi jaringan epitel pada hewan yang berhasil liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu(18/9/2019).

2 of 5

Mengenal jaringan epitel

ilustrasi epitel
ilustrasi epitel (sumber: Pixabay)

Jaringan epitel adalah salah satu dari empat jenis dasar jaringan hewan. Jaringan epitel melapisi permukaan luar organ dan pembuluh darah ke seluruh tubuh, serta permukaan dalam rongga di banyak organ internal. Sebagian besar jaringan epitel pada dasarnya adalah sel-sel besar yang menutupi semua permukaan tubuh yang terpapar dunia luar dan melapisi bagian luar organ.

Lapisan epitel tidak mengandung pembuluh darah, sehingga mereka harus menerima makanan melalui difusi zat dari jaringan ikat yang mendasarinya, melalui membran basement. Epitel juga membentuk banyak jaringan kelenjar tubuh. Semua epitel memiliki beberapa fitur struktural dan fungsional yang penting.

Jaringan epitel biasanya terdiri dari satu lapisan sel, namun dalam kasus tertentu mungkin ada lebih dari satu lapisan. Semua jaringan epitel adalah permukaan bebas yang melekat pada lapisan dasar membran basal. Ada berbagai jenis jaringan epitel yang dinamai sesuai dengan jumlah lapisan yang mereka bentuk dan bentuk sel-sel individu yang membentuk lapisan-lapisan itu.

Epitel sederhana mengacu pada satu lapisan sel. Epitel bertingkat mengacu pada dua atau lebih lapisan sel. Epitel skuamosa mengacu pada sel-sel yang diratakan, epitel kuboid mengacu pada sel yang berbentuk kubus dan epitel kolumnar mengacu pada sel yang memanjang secara vertikal. Epitel bersilia mengacu pada sel-sel epitel yang mengandung banyak proyeksi kecil seperti rambut.

3 of 5

Fungsi jaringan epitel

Ilustrasi kucing
Fungsi jaringan epitel (dok. pexels.com/Asnida Riani)

Melapisi organ

Jaringan epitel menutupi bagian luar tubuh dan melapisi organ, pembuluh (darah dan getah bening), dan rongga. Sel epitel membentuk lapisan tipis sel yang dikenal sebagai endotelium, yang berdekatan dengan lapisan dalam jaringan organ seperti otak, paru-paru, kulit, dan jantung. Permukaan bebas jaringan epitel biasanya berisi cairan atau udara, sedangkan permukaan bawah melekat pada membran basement.

Fungsi pelindung

Sel-sel dalam jaringan epitel sangat rapat bersama dan bergabung dengan sedikit ruang di antara mereka. Dengan strukturnya yang padat, jaringan epitel dapat mendukung beberapa jenis penghalang dan fungsi pelindung. Sebagai contoh, kulit tersusun dari lapisan jaringan epitel (epidermis) yang didukung oleh lapisan jaringan ikat. Ini melindungi struktur internal tubuh dari kerusakan dan dehidrasi.

4 of 5

Fungsi jaringan epitel

Sapi
Ilustrasi sapi (iStockPhoto)

Lindungi tubuh dari bakteri

Jaringan epitel juga membantu melindungi terhadap mikroorganisme. Kulit adalah garis pertahanan pertama tubuh terhadap bakteri, virus, dan mikroba lainnya. Jaringan epitel memiliki sejumlah fungsi, yang meliputi perlindungan terhadap abrasi, kerusakan radiasi, stres kimia dan invasi oleh patogen. Jringan epitel berperan melindungi jaringan yang terletak di bawah dari radiasi, pengeringan, racun, invasi oleh patogen, dan trauma fisik.

Fungsi sensorik

Jaringan epitel juga memiliki fungsi sensorik karena mengandung saraf sensorik di berbagai bidang seperti kulit, lidah, hidung, dan telinga. Ujung saraf sensorik yang tertanam dalam jaringan epitel menghubungkan tubuh dengan rangsangan luar. Fungsi ini mampu mendeteksi sensasi yang dirasakan kulit.

5 of 5

Fungsi jaringan epitel

Sapi
Ilustrasi sapi (iStockPhoto)

Menyerap dan mengeluarkan zat

Jaringan epitel berfungsi untuk menyerap, mengeluarkan, dan mengeluarkan zat. Di usus, jaringan ini menyerap nutrisi selama pencernaan. Jaringan epitel di kelenjar mengeluarkan hormon, enzim, dan zat lainnya. Jaringan epitel di ginjal mengeluarkan limbah, dan di kelenjar keringat mengeluarkan keringat.

Epitel ini biasanya tipis, mengandung silia atau mikrovili dan seringkali terbuat dari satu lapisan sel. Dengan pengecualian mulut dan kerongkongan, sisa saluran pencernaan yang terdiri dari lambung, usus kecil dan besar ditutupi oleh epitel tipis semacam ini. Sel-sel ini mengeluarkan enzim dan memainkan peran penting dalam secara selektif menyerap makanan yang dicerna.

Lanjutkan Membaca ↓