Intip Museum Kata Andrea Hirata Belitung, Unik dan Penuh dengan Cerita Sejarah

Oleh Nisa Mutia Sari pada 17 Sep 2019, 18:35 WIB
Museum Kata Andrea Hirata, Tempat Berlangsungnya Acara National Media Gathering XL, di Belitung

Liputan6.com, Jakarta Adanya Museum Kata Andrea Hirata Belitung merupakan bentuk napak tilas perjalanan novel Laskar Pelangi. Laskar Pelangi merupakan karya sastra dari penulis Indonesia Andrea Hirata. Setelahnya, novel ini diangkat menjadi film yang mengisahkan ironi tentang fasilitas pendidikan di Desa Gantong.

Di Museum Kata Andrea Hirata Belitung ini kamu akan diajak untuk mengintip sekaligus belajar banyak hal tentang sastra ala museum yang unik ini. Berdirinya Museum Kata Andrea Hirata Belitung ini merupakan suatu bentuk rasa terima kasih Andrea Hirata kepada Belitung, kampung halamannya.

Pria lulusan Universitas Paris ini membuat museum pada tahun 2010 lalu. Museum Kata Andrea Hirata Belitung ini merupakan satu-satunya museum sastra yang ada di Indonesia. Ada banyak sesuatu yang menarik di dalam museum ini. Mulai dari luar hingga dalam museum terdapat sesuatu yang memiliki makna mendalam.

Buat kamu yang berencana ingin mengunjungi Museum Kata Andrea Hirata Belitung ini, enggak ada salahnya mengintip sedikit isi yang ada di dalamnya. Berikut Liputan6.com, Selasa (17/9/2019) telah merangkum dari berbagai sumber beberapa keunikan yang ada di Museum Kata Andrea Hirata Belitung. Tempat wisata ini cocok dijadikan referensi liburan yang berbeda, unik, dan seru.

2 of 8

Mengenal tentang Museum Kata Andrea Hirata Belitung

Museum Kata Andrea Hirata Belitung
Museum Kata Andrea Hirata Belitung

Andrea Hirata, merupakan seorang penulis asal Belitung yang telah membuat novel Laskar Pelangi. Karyanya ini telah sukses terjual lebih dari lima juta kopi dan filmnya sempat berada pada posisi tertinggi di box office Tanah Air. Itulah yang mendasari dirinya membuat museum ini. Berdirinya museum ini sebagai bentuk rasa terima kasih Andrea Hirata kepada Belitung.

Laskar Pelangi yang diangkat dari sebuah karya sastra oleh Andrea Hirata ini mengisahkan ironi tentang fasilitas pendidikan di Desa Gantong. Sekolah SD Muhammadiyah Gantong, yang sudah tidak layak untuk digunakan dan hendak ditutup.

Namun, akhirnya mereka mendapati sepuluh anak yang mendaftar ke sekolah ini. Kemudian sekolah ini jadi kembali dibuka dengan dua orang guru dan satu kepala sekolah. Nah, kisah ini diambil dari kisah pribadi Andrea Hirata saat dirinya bersekolah dulu. Dimana menceritakan keluguan anak-anak pada masa itu. Perjuangan dan persahabatan tentunya.

Museum Kata Andrea Hirata yang terletak di Jalan Raya Laskar Pelangi No. 7 Gantong, Belitung TImur ini berisikan berbagai macam literature dari berbagai macam jenisnya. Mulai dari literature anak, film, seni, musik, dan masih banyak lagi. Selain itu, ada banyak kata-kata mutiara yang inspiratif di setiap dinding museum ini.

3 of 8

Bagian Pintu Masuk

Museum Kata Andrea Hirata Belitung
Museum Kata Andrea Hirata

Keunikan Museum Kata Andrea Hirata Belitung sudah terlihat mulai dari pintu masuknya. Ya, museum yang penuh warna ini menjadikannya sangat unik. Pintu masuk dan pintu lain dari museum ini di cat warna-warni bagaikan pelangi.

Tidak hanya cat dinding, pintu, dan jendela saja yang menghiasi bangunan museum ini. Ada beberapa batu kali yang berjejer di depan, menyambut tamu yang datang.

4 of 8

Bagian Ruang Utama

Museum Kata Andrea Hirata Belitung
Museum Kata Andrea Hirata

Selanjutnya, ketika kamu masuk ke Museum Kata Andrea Hirata Belitung kamu langsung disajikan dengan rak enam tingkat yang tersusun rapi. Di ruang ini kamu bisa melihat foto-foto sang penulis dengan kalimat-kalimat inspiratifnya. Salah satunya adalah yang bertuliskan “Bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu”.

Di sini kamu bisa membaca beberapa edisi novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Tidak hanya tersedia dalam bahasa Indonesia, melainkan kamu akan menemukan beberapa edisi versi internasionalnya. Mulai dari Amerika Serikat hingga Jerman.

Masuk lebih dalam, pengunjung akan disambut dengan sebuah ruang yang sangat nyaman, lengkap dengan meja beserta buku-buku yang dibiarkan berserakan di atas meja. Di ruangan ini, juga ada pajangan foto-foto adegan film Laskar Pelangi. Cover-cover Laskar Pelangi yang diterbitkan di berbagai negara juga menghiasi dinding ruang ini.

Ruang utama ini menjadi penghubung ke ruang-ruang yang diberi nama berdasarkan nama-nama tokoh dalam Laskar Pelangi.

5 of 8

Ruang Ikal

Museum Kata Andrea Hirata Belitung
Museum Kata Andrea Hirata

Bagian ruangan ini, kamu bisa melihat cuplikan novel yang menggambarkan sosok Ikal. Terdapat foto adegan ketika Ikal berpisah dengan Lintang yang menjadi pemandangan menarik dari ruangan ini.

Foto ini diambil dari film yang disutradarai oleh Riri Riza. Di sebelah ruang Ikal, Terdapat ruang Lintang.

6 of 8

Ruang Lintang

Museum Kata Andrea Hirata Belitung
Museum Kata

Di ruangan ini, kamu akan menemukan seputar tokoh sosok Lintang ini. Di mana sosok Lintang digambarkan sebagai sosok cerdas yang dibanggakan teman-temannya.

Di ruang ini, kamu bisa melihat foto-foto tokoh Lintang yang diambil dari film Laskar Pelangi. Di antaranya adalah foto Lintang dengan sepeda kesayangannya dan foto Lintang ketika berboncengan dengan Ikal.

7 of 8

Ruang Mahar

Museum Kata Andrea Hirata Belitung
Museum Kata Andrea Hirata

Isi Museum Kata Andrea Hirata Belitung selanjutnya adalah ruang Mahar. Ruangan ini terletak agak terpisah dengan ruang Lintang dan ruang Ikal. Tidak berbeda jauh dengan ruangan Ikal dan Lintang, ruang Mahar ini juga berisikan seputar tentang sosoknya di dalam film.

Di mana Mahar dikenal sebagai sosok nyentrik yang menyukai berbagai bentuk kesenian. Di ruangan ini, kamu bisa melihat foto-foto seniman yang menjadi inspirasi Mahar, salah satunya adalah Rhoma Irama.

8 of 8

Warkop Kupi Kuli

Setelah melewati ruang Mahar, kamu akan sampai ke ujung ruangan, yaitu Ruang Dapur. Di ruangan ini kamu akan melihat sebuah dapur yang diubah menjadi Warung Kopi atau (warkop).

Di situ tertulis Warkop Kopi Kuli, yang dituliskan pada papan yang ditempel pada dinding ruangan ini. Kamu bisa menikmati kopi khas Belitung sambil bersantai atau berbincang-bincang menikmati suasana museum ini.

Lanjutkan Membaca ↓