6 Penyebab Menstruasi Lebih Lama dari Biasanya, Jangan Sepelekan

Oleh Anugerah Ayu Sendari pada 16 Sep 2019, 12:40 WIB
Diperbarui 18 Sep 2019, 17:15 WIB
menstruasi

Liputan6.com, Jakarta Umumnya, menstruasi berlangsung antara tiga hingga tujuh hari. Periode menstruasi yang berlangsung lebih dari tujuh hari dianggap periode yang panjang.

Menstruasi adalah kondisi alami pada reproduksi wanita, tetapi bisa mengkhawatirkan jika tiba-tiba berlangsung sangat lama. Periode menstruasi yang lebih berat atau panjang tidak selalu menyebabkan kekhawatiran.

Ada sejumlah penyebab untuk periode menstruasi yang lebih lama, dan tidak semuanya berbahaya. Meski begitu, periode menstruasi yang lama mungkin merupakan tanda dari kondisi kesehatan serius yang mendasarinya.

Membicarakannya pada dokter atau orang yang ahli dalam bidangnya penting dilakukan untuk memperoleh perawatan tepat. Penting bagi wanita mengenali ada yang tidak beres dari siklus menstruasinya. Berikut adalah tujuh kemungkinan penyebab periode menstruasi berjalan lebih lama, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (16/9/2019).

2 of 7

Hormon dan Perubahan Ovulasi

Menstruasi
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Perubahan pada hormon atau ovulasi dapat menyebabkan periode menstruasi yang lama. Perubahan hormon mungkin terlihat saat pubertas dan mendapatkan menstruasi pertama kalinya. Anda juga mungkin mengalami ketidakseimbangan hormon dari berbagai kondisi kesehatan, seperti kelainan tiroid atau sindrom ovarium polikistik.

Ketika kadar hormon berubah, lamanya menstruasi juga dapat berubah. Ini biasanya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Perubahan hormon menyebabkan kadar estrogen dan progestin tetap tertekan yang menyebabkan lamanya menstruasi.

Selain itu, jika tubuh tidak berovulasi selama siklus menstruasi, lapisan rahim bisa menjadi sangat tebal. Ketika tubuh akhirnya melepaskan lapisan tersebut, Anda mungkin mengalami periode menstruasi yang lebih lama dari biasanya.

3 of 7

Perubahan Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid (iStock)
Ilustrasi kelenjar tiroid (iStockphoto)

Tiroid adalah kelenjar kecil di bagian depan leher yang mengeluarkan hormon. Hormon ini memengaruhi banyak proses berbeda di tubuh termasuk juga menstruasi. Perubahan tiroid dapat disebabkan oleh kurangnya yodium dalam makanan, atau karena gangguan autoimun seperti tiroiditis.

Sepertiga wanita berusia akhir 30-an mengalami perubahan kelenjar tiroid, yang dapat menyebabkan periode menstruasi yang lebih berat atau lebih lama. Ini bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan, tetapi penting untuk tetap mengunjungi dokter kandungan.

4 of 7

Polip dan Fibroid

Kenali Perbedaan Kista Ovarium dan Mioma Rahim (Emily Frost/Shutterstock)
Rahim (Emily Frost/Shutterstock)

Fibroid rahim dan polip dapat menyebabkan perdarahan yang panjang dan terkadang berat. Fibroid terjadi ketika jaringan otot mulai tumbuh di dinding rahim.

Polip adalah pertumbuhan abnormal jaringan yang dapat terjadi pada organ apa pun, termasuk rahim. Ketika wanita memiliki polip atau fibroid di rahim, mereka mungkin mengalami pendarahan sebelum dan setelah menstruasi, yang mungkin membuat menstruasi tampak lebih lama.

Wanita mungkin juga akan mendapatkan bercak di antara periode menstruasinya. Polip dan fibroid biasanya jinak, tetapi beberapa bisa bersifat kanker, jadi penting untuk memeriksanya pada dokter.

5 of 7

Kista Ovarium

Perut kembung
Kista ovarium (Foto: iStockphoto)

Kista ovarium sering terjadi dan dapat menyebabkan perdarahan menstruasi yang lama dan tidak teratur selama siklus bulanan. Sebagian kista ovarium jinak dan jarang bersifat kanker, tetapi kista yang lebih besar dapat mengganggu aliran normal.

Jika Anda memiliki lebih dari satu kista, Anda mungkin menderita Polycistic Ovarian Syndrome (PCOS). Ini adalah gangguan sistem endokrin yang dapat menyebabkan periode menstruasi berat dan tidak teratur. PCOS nantinya dapat menyebabkan infertilitas, jadi penting untuk mendiagnosisnya lebih awal mendapatkan perawatan tepat.

6 of 7

Masalah Kehamilan

Keguguran
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Meskipun sebenarnya bukan menstruasi, perdarahan vagina yang meluas mungkin merupakan tanda kehamilan yang tidak aman atau tidak dapat bertahan, seperti kehamilan ektopik atau keguguran. Menurut Mayo Clinic, satu periode menstruasi berat, terlambat mungkin disebabkan keguguran.

Keguguran terjadi pada 20% orang yang tahu mereka hamil, sisanya terjadi pada mereka yang tidak tahu bahwa ia sedang hamil. Ini yang membuat pendarahan keguguran dini dianggap sebagai menstruasi biasa dengan periode panjang. Segera temui dokter jika mengalami kondisi ini.

7 of 7

Penyakit Tertentu dan Infeksi Menular Seksual

Vagina Alat Kelamin Perempuan
Penyakit tertentu dan infeksi menular seksual (iStockphoto)

Penyakit tertentu seperi radang panggul, Adenomyosis, atau hemofilia dapat mendasari periode menstruasi yang panjang. Penyakit radang panggul (PID) terjadi ketika bakteri menginfeksi organ reproduksi. Ini dapat merubah siklus menstruasi.

Adenomyosis adalah tipe lain dari penumpukan jaringan. Kondisi ini terjadi ketika lapisan rahim, menanamkan dirinya ke dalam otot-otot rahim. Ini dapat menyebabkan periode menstruasi yang panjang atau berat. Sementara kondisi yang memengaruhi kemampuan tubuh membekukan darah seperti hemofilia juga dapat menyebabkan menstruasi berjalan lebih panjang dari biasanya.

Periode menstruasi yang tidak biasa, menyakitkan atau bercak di antara periode menstruasi juga dapat menjadi gejala IMS. Pendarahan ini mungkin muncul sebagai satu periode yang panjang yang menandakan kondisi seperti gonore atau klamidia. Gonore dapat menyebabkan perdarahan di antara periode, buang air kecil yang menyakitkan, atau nyeri panggul.

Sementara klamidia dapat mencakup gejala-gejala ini ditambah keputihan yang tidak biasa. Kedua infeksi ini dapat diobati, terutama jika diketahui sejak dini.

 

Lanjutkan Membaca ↓