5 Bahan Alami yang Tidak Boleh Digunakan Langsung pada Wajah

Oleh Nisa Mutia Sari pada 11 Sep 2019, 08:05 WIB
Bahan Alami yang Tidak Boleh Digunakan pada Wajah

Liputan6.com, Jakarta Ada berbagai macam cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan kulit wajah yang sehat. Beberapa orang percaya, menggunakan bahan-bahan alami untuk perawatan wajah bisa membantu permasalahan yang ada di wajah. Penggunaan bahan alami untuk merawat wajah dipercaya mampu memperkecil risiko atau gangguan setelah penggunaannya. 

Namun siapa sangka, enggak semua bahan alami baik digunakan langsung ke wajah. Alih-alih ingin mendapatkan kulit wajah yang sehat, justru kamu akan mengalami gangguan kesehatan terhadap kulit wajahmu.

Berikut ini Liputan6.com, Rabu (11/9/2019) telah merangkum dari berbagai sumber beberapa bahan alami yang ternyata enggak boleh kamu digunakan atau aplikasikan langsung ke wajah.

2 of 6

Lemon dan Jeruk Nipis

Bahan Alami yang Tidak Boleh Digunakan pada Wajah
buah lemon./Copyright shutterstock.com

Bagi sebagian orang kerap menjadikan lemon dan jeruk nipis sebagai bahan untuk merawat wajah. Hal ini dikarenakan lemon dan jeruk nipis kerap dikenal bisa dijadikan sebagai toner, perawatan untuk jerawat, atau untuk menghapus noda gelap.

Namun, mulai kini kamu perlu mengurangi atau bahkan menghentikan lemon dan jeruk nipis secara langsung untuk digunakan pada wajah. Pasalnya, lemon dan jeruk nipis bersifat asam dan bisa mengubah pH kulit kamu. Selain itu, akan menghancurkan penghalang, membuatnya mudah meradang, dan bahkan meninggalkan bekas luka.

Penggunaan lemon dan jeruk nipis pada wajah bisa membuat kamu lebih peka terhadap sinar UV, yang artinya kamu akan lebih mudah terbakar sinar matahari.

3 of 6

Telur Mentah

Bahan Alami yang Tidak Boleh Digunakan pada Wajah
Telur Mentah (PIMPAN/Shutterstock)

Bahan alami berikutnya yang kerap kali digunakan pada wajah dengan alih-alih perawatan alami adalah telur mentah. Beberapa orang menyarankan untuk mengocok putih telur untuk mengecilkan pori-pori. Padahal, telur mentah bisa mengandung bakteri salmonella, yang bisa menyebabkan keracunan makanan.

Ahli kulit di Danbury, Mona Gohara, memperingatkan bahwa hampir 80.000 kasus penyakit bawaan makanan setiap tahun ditelusuri kembali ke telur yang terkontaminasi salmonella. Berbeda dengan masker ekstrak telur di dalamnya yang tidak membawa risiko yang sama, karena tidak dibuat dari telur mentah.

4 of 6

Minyak Kelapa

Bahan Alami yang Tidak Boleh Digunakan pada Wajah
minyak kelapa (sumber: istockphoto)

Buat kamu yang memiliki kulit berminyak, menggunakan minyak kelapa di wajah sangat tidak disarankan. Walaupun minyak kelapa memiliki sifat antioksidan, ternyata ada bahaya yang ditimbulkan bisa melebihi manfaatnya.

Hal ini dikarenakan minyak kelapa memiliki tekstur yang tebal, sehingga membuat kulit sulit untuk menyerap dan berisiko menyumbat pori-pori, memberi makan bakteri, serta menyebabkan penumpukan jerawat.

Apabila kamu ingin menggunakan minyak di wajah, kamu bisa memilih minyak zaitun dan menggunakan kapas saat mengaplikasikannya ke wajah, jangan langsung menggunakan tangan.

5 of 6

Baking Soda

Bahan Alami yang Tidak Boleh Digunakan pada Wajah
Ilustrasi baking soda (iStockphoto)

Beberapa orang mungkin kerap menggunakan baking soda yang dicampurkan dengan madu sebagai bahan untuk melawan jerawat atau menggunakannya sebagai scrub. Namun siapa sangka, kalau ternyata campuran bahan alami ini sangat tidak dianjurkan.

Hal ini dikarenakan bakin soda (yang memiliki sifat alkali) bisa mengubah pH kulit, bisa merusak lapisan atasnya yang mengundang bakteri. Kulit kamu bisa menjadi merah, dan bahkan kulit terbakar.

6 of 6

Kayu Manis

Bahan Alami yang Tidak Boleh Digunakan pada Wajah
Kayu manis (iStockphoto)

Mencampurkan kayu manis dan madu sebagai masker pernah ramai digunakan oleh sebagian orang. Namun, beberapa di antaranya kerap mengeluhkan racikan ini dikarenakan mereka mengalami iritasi dan pembakaran.

Sama seperti lemon dan baki soda, kayu manis juga bisa mengubah pH kulit yang menyebabkan penghalang terganggu. Dimana bisa menyebabkan air menguap dan iritan bermigrasi masuk.

Lanjutkan Membaca ↓