Momen Haru Orangtua Wakilkan Mendiang Putrinya Wisuda di UNS, Banjir Air Mata

Oleh Yunisda Dwi Saputri pada 25 Agu 2019, 16:40 WIB
Nurokhman dan Dwi Yani Merbawaningrum mewakilkan mendiang sang putri

Liputan6.com, Jakarta Prosesi wisuda periode IV tahun 2019 Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo diwarnai tangis haru. Pada Sabtu (24/8/2019) lalu, suasana auditorium G. P. H Haryo Mataram UNS seketika berubah penuh dengan air mata mengiringi penyerahan ijazah kepada Nurokhman dan Dwi Yani Merbawaningrum.

Nurokhman dan Dwi Yani Merbawaningrum beranjak dari tempat duduknya untuk menerima ijazah yang diberikan oleh Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho. Dalam video yang diunggah di akun Instagram resmi UNS, air mata tampak membasahi kedua pipi Nurokhman dan Dwi Yani.

Menurut keterangan unggahan video, Nurokhman dan Dwi Yani Merbawaningrum datang menghadiri wisuda guna mewakilkan mendiang sang putri, Irza Laila Nur Trisnha Winandi yang telah menghembuskan nafas terakhirnya menjelang sidang skripsi bulan Juli lalu.

Lewat sambutannya, Prof. Jamal mengajak pimpinan universitas, anggota senat, serta para wisudawan-wisudawati untuk turut mendoakan almarhumah Irza. Selama proses penyerahan ijazah, suasana di dalam gedung auditorium pun kian haru.

Wisudawan-wisudawati yang hadir pun tampak tak kuasa menahan tangis menyaksikan kedua orangtua almarhumah Irza. Akhirnya, prosesi wisuda yang digelar Sabtu kemarin menjadi tanda penghormatan terakhir kepada almarhumah.

2 of 2

Meninggal menjelang sidang tugas akhir

Nurokhman dan Dwi Yani Merbawaningrum mewakilkan mendiang sang putri
Nurokhman dan Dwi Yani Merbawaningrum mewakilkan mendiang sang putri (Sumber: Instagram/uns.official)

"Almarhumah Sdri Irza Laila Nur Trisnha Winandi putri dari Bapak Nurokhman dan Ibu Dwi Yani Merbawaningrum yang telah menyelesaikan amanahnya di kampus ini dan menyelesaikan perjalanan amanah kehidupan di dunia ini untuk menuju kehidupan yang abadi di sisi Alloh SWT." Tutur Prof Jamal Wiwoho selaku rektor UNS.

"Almarhumah Irza Laila telah meninggalkan kita semua, tapi juga telah meninggalkan nama dan meninggalkan curriculum vitae yang patut kita teladani bersama. Kami mohon hadirin untuk berdiri dan mengheningkan cipta sejenak," Pungkas Prof. Jamal.

Pada saat itu, Kamis (25/7/2019), almarhumah Irza tengah berada di Puskesmas Mojosongo menjemput sang ibunda sebelum menuju kampus untuk memaparkan hasil tugas akhirnya. Namun nahas, almarhumah mengalami kecelakaan di Jalan Semarang-Solo lantaran truk trailer yang menabrak Puskesmas Mojosongo berimbas kepadanya.

Sang ayah, Nurokhman mengaku tak mendapat firasat apapun sebelum peristiwa tersebut. Satu hal yang diingatnya, semalam sebelum kejadian, sang putri tengah serius belajar guna menghadapi sidang skripsi keesokan harinya. Namun takdir berkata lain, almarhumah Irza menutup mata utnuk selamanya akibat kecelakaan di hari sidang skripsinya.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by