Ini yang Terjadi Jika Lebah Hilang dari Peradaban Manusia, Menyeramkan

Oleh Loudia Mahartika pada 31 Jul 2019, 10:50 WIB
Ini Akibatnya Jika Lebah Hilang dari Peradaban, Seram

Liputan6.com, Jakarta Tawon atau lebah adalah salah satu serangga yang banyak dan sering kali dijumpai. Serangga satu ini tak hanya sekedar beterbangan di alam bebas namun juga menghasilkan produk yang bermanfaat bagi manusia yaitu madu.  

Meski dianggap sama, tawon dan lebah nyatanya berbeda. Hal tersebut bisa dilihat dari bentuk tubuhnya dan hasil sengatannya.

Lebah adalah serangga penyengat yang bisa diternakkan atau dipelihara. Serangga ini hidup dengan membuat kelompok besar serangga karena hidupnya secara alami berkelompok. Sudah banyak yang mengetahui jika lebah memakan nektar bunga dan serbuk sari. 

Hewan ini akan menyengat siapa saja yang dirasa menganggunya. Meski demikian pernahkah kamu bayangkan jika lebah punah dan hilang dari peradaban? Selain manusia tak bisa lagi merasakan madu, ada hal yang lebih parah jika spasies ini punah. 

2 of 4

Menjadi Pelaku Penyerbukan Terbesar

Ini Akibatnya Jika Lebah Hilang dari Peradaban, Seram
Seekor lebah mengumpulkan nektar dari bunga pohon sakura Jepang yang mekar di Stadtpark di Wina, Austria (22/3). (AFP Photo/Joe Klamar)

Penggunaan pestisida yang berlebihan yang tidak tepat pada tanaman, parasit tertentu yang bereproduksi secara tidak terkendali, perubahan iklim dan intervensi manusia adalah faktor-faktor yang telah mengurangi populasi lebah di bumi. 

Para ilmuwan bahkan telah membuat kesimpulan, jika masalah ini berlanjut maka bisa menjadi akhir dari peradaban manusia. 

Meski ada banyak serangga yang sering hinggap di bunga seperti kupu-kupu, burung, kelelawar dan hewan lainnya ternyata lebah menjadi salah satu pelaku penyerbukan terbesar secara global, dikutip dari Brightside oleh Liputan6.com, Rabu (31/7/2019). Diperkirakan sepertiga dari makanan yang kita makan setiap hari tergantung pada penyerbukan terutama pada lebah. 

Menurut para ahli ada banyak hasil makanan yang merupakan hasil dari penyerbukan lebah seperti alpukat, kacang kedelai, wijen, mentimun, buah jeruk, persik, kiwi, ceri, blueberry, asparagus, brokoli, seledri, labu, dan melon. Tak hanya itu, lebah juga menjadi penyerbuk tanaman liar lainnya seperti kopi, kapas, semanggi dan beberapa tanaman yang berguna menjadi pakan ternak. 

3 of 4

Lebah Adalah Indikator Penting dalam Ekosistem

Ini Akibatnya Jika Lebah Hilang dari Peradaban, Seram
Jika lebah hilang dan punah dari bumi. (Sumber: Brightside)

Tahukah kamu jika penyerbukan lebah mamu mempertahankan keragaman genetik pada tanaman bunga? Penyerbukkan yang dilakukan lebah akan menghasilkan tanaman bunga yang lebih alami tanpa adanya campur tangan manusia. 

Tentu saja hal tersebut tidak hanya mendukung produksi bunga, buah dan sayuran, tetapi juga melestarikan spesies yang alami dari gen aslinya. Dengan adanya lebah secara tak langsung, perannya dalah mempertahankan spesies bunga atau buah yang langka tetap bisa hidup di alam karena hasil penyerbukkannya yang akan menghasilkan gen asli. 

Jadi, para ahli dari the University of Bristol juga mengatakan bahwa lebah berperan pula sebagai pelaku yang mempercantik penampakan di bumi. Tanpa lebah tak akan ada bunga yang indah dengan beragam warna-warni yang tumbuh. 

4 of 4

Lebah Jadi Kekuatan Ekonomi

Ini Akibatnya Jika Lebah Hilang dari Peradaban, Seram
Jika lebah hilang dan punah dari bumi. (Sumber: Brightside)

Siapa sangka jika lebah juga turut berperan jadi kekuatan ekonomi? The British Beekeepers Association mengatakan bahwa lebah memberikan kontribusi hampir senilai 185 juta dolar per tahun bahkan itu hanya di Inggris saja. Banyak tanaman bunga dari makanan komersial bergantung pada lebah. 

Jika lebah punah dan tak ada lagi di peradaban, maka baik cepat atau lambat hasil produksi pangan bagi manusia juga akan terganggu. Sehingga hasil makanan dari alam seperti buah, sayur, bumbu rempah juga akan menurun. 

Pentingnya peran lebah bagi manusia di bumi, bahkan setiap tanggal 20 Mei diperingati sebagai Hari Lebah Sedunia. Tujuannnya tentu sebagai peringatan untuk untuk meningkatkan kesadaran dan mempromosikan kepedulian terhadap ekosistem tempat mereka hidup. 

Lanjutkan Membaca ↓