Kisah Perjuangan 5 Bocah Berangkat Sekolah Ini Bikin Haru

Oleh Yunisda Dwi Saputri pada 15 Jul 2019, 18:30 WIB
Perjuangan siswa untuk berangkat sekolah

Liputan6.com, Jakarta Hari ini, Senin (15/7/2019), sebagian besar murid mulai masuk sekolah untuk pertama kali. Maka tak heran tiap murid sekolah berbondong-bondong berangkat menuju sekolah demi bisa menuntut ilmu. 

Berbagai persiapan pun dilakukan oleh para orangtua untuk bisa memberikan yang terbaik untuk buah hati. Kendati demikian, tak sedikit murid sekolah yang harus melewati berbagai rintangan demi bisa sampai ke sekolah.

Misalnya, tidak semua orang bisa mencicipi rasanya berangkat ke sekolah dengan moda transportasi yang nyaman. Beberapa siswa yang berasal dari daerah terpencil harus mengarungi sungai setiap harinya untuk bersekolah.

Selain itu, banyak pula berbagai macam perjuangan yang harus dilakukan demi bisa mengenyam pendidikan untuk hidup yang lebih baik. Selengkapnya, berikut Liputan6.com sajikan kisah perjuangan 5 siswa sekolah yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Senin (15/7/2019).

2 of 6

1. Berangkat Dini Hari Demi Dapat Bangku Paling Depan

Hari pertama masuk sekolah tak hanya menjadi momen khusus bagi para siswa sekolah. Pasalnya, para orangtua juga turut andil dalam hari pertama mengenyam pendidikan.

Seperti halnya yang terjadi di Bojongleles Cibadak, Lebak, Banten. Dilansir Liputan6.com dari akun Instagram @info.banten, Senin (15/7/2019), sejumlah orangtua tampak mengantar buah hati mereka ke sekolah bahkan sebelum matahari terbit.

Dalam unggahan, keterangan video menunjukkan para orangtua beserta siswa sekolah dasar itu datang ke sekolah pada pukul 02.00 dini hari. Ternyata, hal itu dilakukan agar anak-anak mereka bisa duduk di bangku paling depan demi memahami pelajaran yang diberikan guru.

Dengan penerangan seadanya, mereka berebut untuk mendapatkan bangku sekolah paling depan. Pemandangan tersebut tentu saja mengundang komentar yang beragam dari warganet. Pasalnya, di saat yang lain masih terlelap, bocah-bocah tersebut justru harus menunggu matahari terbit di dalam kelas.

3 of 6

2. Jalan Kaki 5 Jam Demi Ikut Ujian Nasional

Marianta
Marianta (sumber : twitter.com/DiajengLrst)

Marianta adalah seorang murid kelas 6 Sekolah Dasar di SD 6 Bunutan, Karangasem, Bali. Jarak antar rumahnya ke sekolah yang terlampau jauh membuatnya harus menempuh waktu 5 jam hanya untuk berangkat sekolah.

Tak hanya itu, rute yang diambil pun berupa perbukitan yang tentunya menguras fisik, khususnya untuk bocah malang tersebut. Ketika musim hujan tiba, perjalanan Marianta akan terasa semakin berat.

Hal itu dikarenakan tanah yang dilewatinya berlumpur. Mau tidak mau, Marianta harus melewati lumpur tersebut. Biasanya ketika sampai ke sekolah, seragam Marianta sudah kotor karena lumpur.

Kisah perjuangan Marianta awalnya disebarkan oleh akun Instagram @ndorobeii pada akhir Maret 2019 lalu. Perjuangan berat Marianta ternyata diapresiasi oleh guru tempat Marianta bersekolah. Berkat kerja kerasnya, kisah Marianta kabarnya akan diangkat ke layar lebar.

4 of 6

3. Naik KRL Tanpa Sepatu

Karim bersama Panglima TNI Hadi Tjahjanto. (foto: istimewa)
Karim bersama Panglima TNI Hadi Tjahjanto. (foto: istimewa)

Kisah Karimullah alias Karim (10) bocah kelas IV SD Master (Masjid Terminal), Kota Depok sempat viral di media sosial. Pasalnya, Karim menimba ilmu dengan bolak-balik Kemayoran-Depok menaiki Kereta Rel Listrik (KRL) seorang diri. Di samping itu, Karim bahkan tampak tak mengenakan sepatu.

Setiap hari ia berangkat dari rumahnya di Kemayoran, Jakarta Pusat, sejak pukul 04.00 WIB agar tiba tepat waktu di sekolah nonformal yang dikelola Yayasan Bina Insan Mandiri, Pancoran Mas, Kota Depok.

Karim hidup dengan neneknya setelah ibunya meninggal saat usinya baru tiga bulan. Sementara itu, sang ayah kabarnya tidak pernah pulang ke rumah. Karenanya, kisah perjuangan Karim mendapat perhatian dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Pasalnya, bocah 10 tahun tersebut bercita-cita menjadi seorang TNI. Alhasil, pada Jumat, 3 Mei 2019 lalu, Karim diajak untuk melihat secara langsung kegiatan prajurit TNI di Malang, Jawa Timur.

5 of 6

4. Perjuangan Siswa SD di Riau Mengarungi Sungai

Perjuangan bocah menuju sekolah
Perjuangan bocah menuju sekolah (Liputan6.com/M Syukur)

Berbagai medan ditempuh siswa sekolah demi bisa menimba ilmu. Termasuk dengan mengarungi derasnya aliran sungai yang menjadi santapan sehari-hari untuk berangkat menuju sekolah.

Luapan Sungai Indragiri tak menyurutkan tekad puluhan bocah sekolah dasar di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, untuk menuntut ilmu. Parahnya lagi, mereka harus mengarungi sungai tanpa alas kaki.

Satu persatu murid berseragam merah putih ini tampak bergantung ke tali yang sudah disiapkan petugas BPBD serta kepolisian setempat. Di antaranya, ada satu yang takut terbawa arus air selutut kaki sehingga terpaksa digendong polisi.

Mirisnya, tidak ada akses lain selain jalan tersebut. Terlebih, ketinggian air di jalan poros Desa Rantau Mepasai itu mencapai setinggi lutut orang dewasa.

6 of 6

5. Tempuh 2 Kilometer dengan Satu Kaki

Kisah Jean Arija Daipal tempuh 2 km dengan satu kaki demi bisa sekolah
Kisah Jean Arija Daipal tempuh 2 km dengan satu kaki demi bisa sekolah (Sumber: Facebook/Junar T Mahilum)

Jean Arija Daipal mungkin hanya satu dari banyaknya siswa di Filipina yang harus menyebrangi sungai tanpa jembatan. Jika beruntung, menaiki perahu untuk melewati sungai menjadi salah satu alternatif demi bisa berangkat sekolah.

Namun, Jean adalah satu-satunya siswi yang punya keterbatasan fisik sehingga ia harus menggunakan kruk untuk berjalan. Ya, Jean hanya punya satu kaki yang menopang langkahnya. Namun, tekadnya untuk duduk di bangku sekolah sangat besar sehingga keterbatasannya itu tak jadi penghalang.

Setiap harinya selama enam tahun, Jean melewati jalan berliku berjarak 2 kilometer untuk bisa mengenyam pendidikan layaknya teman-temannya yang lain. Keinginannya yang kuat untuk mencari ilmu membuatnya jadi sosok yang menginspirasi banyak orang, termasuk teman-temannya di sekolah.

Lanjutkan Membaca ↓