Wanita Ini Temukan Alat Bedah Bersarang dalam Perut Selama 23 Tahun

Oleh Yunisda Dwi Saputri pada 19 Jun 2019, 17:15 WIB
Diperbarui 19 Jun 2019, 17:15 WIB
Penjepit bedah dalam perut
Perbesar
Penjepit bedah dalam perut (Sumber: east2west news)

Liputan6.com, Jakarta Beberapa waktu lalu, beredar kabar anak kecil yang perutnya dipenuhi bola-bola bubble tea. Akibatnya, bocah tersebut tak bisa buang air besar selama beberapa hari dan akhirnya dilakukan operasi bedah. Namun, lain halnya dengan kisah wanita bernama Ezeta Gobeeva di Rusia yang mendapati ada benda aneh dalam tubuhnya.

Dilansir Liputan6.com dari laman Daily Mail, Rabu (19/6/2019), wanita paruh baya itu hidup dengan penjepit bedah bersarang di dalam perutnya selama 23 tahun lamanya. Sebelum mengetahui alat bedah tersebut tertinggal dalam tubuhnya, Ezeta setiap harinya merasakan nyeri akut.

Yang mengejutkan, dokter justru mengklaim dirinya menderita penyakit liver dan hanya memberinya obat penahan rasa sakit saja. Tak percaya dengan vonis dokter, akhirnya Ezeta memutuskan untuk melakukan pemeriksaan X-Ray untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya.

Alangkah terkejutnya dirinya ketika menemukan penjepit bedah yang berbentuk menyerupai gunting. Usut punya usut, alat tersebut tertinggal pada saat Ezeta menjalani operasi caesar yakni pada tahun 1996 silam.

2 dari 2 halaman

Menenggak pil pereda nyeri setiap malam

Penjepit bedah dalam perut
Perbesar
Penjepit bedah dalam perut (Sumber: east2west news)

Awalnya, radiografer yang bertugas melakukan X-Ray di tubuh Ezeta mengira benda tersebut adalah gunting biasa. Tak lama ia sadar bahwa di dalam perut Ezeta adalah penjepit bedah yang biasa digunakan saat operasi. Sontak, tangis Ezeta langsung pecah mendengar pernyataan sang radiografer.

"Dia menunjukkan hasil X-Ray. Aku tidak ingat apapun setelah itu. Aku menangis histeris. Selama bertahun-tahun aku tersiksa karenanya." Ungkap Ezeta Gobeeva.

Kini, wanita berusia 62 tahun itu tengah mempersiapkan diri menjalani operasi untuk mengambil penjepit bedah dalam perutnya. Selama 23 tahun, Ezeta merasakan sakit yang tak terkira sehingga harus menenggak pil pereda nyeri setiap malam.

Menanggapi kasus yang terjadi pada Ezeta, kementerian kesehatan wilayah North Ossetia-Alania telah mengonfirmasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Juru bicara Irina Abaeva mengungkapkan bahwa investigasi sedang dalam proses.

Ia juga mengimbuhkan bahwa Menteri Kesehatan akan turun langsung untuk memandu investigasi. Sementara itu, Ezeta Gobeeva juga dikabarkan akan menerima uang kompensasi akibat mal praktik yang dilakukan pihak rumah sakit tempatnya bersalin.

Lanjutkan Membaca ↓