Ingin Jadi Bagian Sejarah, 129 Ribu Orang Indonesia Buat Boarding Pass ke Mars

Oleh Afifah Cinthia Pasha pada 18 Jun 2019, 12:40 WIB
Boarding Pass Mars

Liputan6.com, Jakarta Boarding pass adalah hal yang paling penting saat kamu ingin menaiki sebuah transportasi. Sekarang ini tak hanya transportasi seperti pesawat dan kereta api yang memiliki boarding pass. Baru-baru ini masyarakat di seluruh dunia dihebohkan dengan pengumuman NASA yang membuka pendaftaran boarding pass ke Mars. 

Melalui situs resminya, NASA membuat sebuah misi khusus berhadiah boarding pass ke Mars untuk siapa saja yang beruntung. Misi ini digelar bersama rencana NASA untuk mengirimkan robot penjelajah barunya ke Mars pada awal Juli 2020 mendatang. NASA mengajak seluruh penduduk dunia untuk ikut berpartisipasi menjalankan misi khususnya ini, seperti yang Liputan6.com lansir dari Mars 2020 Home, Selasa (18/6/2019).

Misi yang dibuat NASA ini terbilang cukup mudah, Badan Antariksa ini meminta setiap orang yang tertarik dengan luar angkasa untuk mengirimkan nama melalui sebuah tautan yang dibagikan di media sosial. Namun, bukan berarti jika kamu menang kamu akan langsung pergi ke Mars, melainkan hanya namamu saja yang meroket ke planet merah tersebut.

2 of 3

Partisipasi Masyarakat Indonesia

Boarding Pass Mars
Boarding Pass Mars (sumber: nasamarsgov)

Meski tidak benar-benar pergi ke Mars, animo masyarakat yang mendaftarkan diri terbilang besar, termasuk dari Indonesia. Indonesia sendiri mendapatkan peringkat ke 9 negara dengan partisipan terbanyak di dunia.

Diketahui telah ada 129.131 orang Indonesia yang telah mendaftarkan mananya dalam misi NASA tersebut.

Nantinya nama-nama tersebut akan dimasukan ke dalam microchip silikon dengan berkas elektron yang akan dipasang di robot penjelajah Mars. Dengan menggunakan metode unik ini, NASA berharap dapat memuat banyak nama dalam sebuah keping chip yang akan menjelajah luar angkasa bersama dengan robot tersebut.

Bagi kamu yang tertarik, tinggal mendaftarkan nama, email, kode pos, dan asal negara.

NASA pun memastikan bahwa program ini memang ditujukan untuk mendapatkan partisipasi manusia Bumi dalam misi ke Mars. Karenanya, badan antariksa Amerika Serikat itu tidak memiliki maksud menyalahgunakan data yang sudah diberikan.

3 of 3

Bagian dari Sejarah

Astronot Israel Akhiri Simulasi Hidup di Mars
Aktivitas astronot analog Israel saat melakukan simulasi kehidupan di Planet Mars di Gurun Negev, Minggu (18/2). Proyek D-MARS merupakan hasil kerja sama Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Israel dengan Badan Antariksa Israel. (MENAHEM KAHANA/AFP)

Pendaftaran nama masih bisa dilakukan hingga saat ini. Pasalnya, NASA baru menutup pendaftaran untuk dikirimkan ke Mars sampai 30 September nanti. Diketahui hanya ada 1 juta nama saja yang dapat berpartisipasi pada misi ini. Melalui program ini, NASA memungkinkan kamu menitip nama dalam misi bernama Mars Exploration Program tersebut.

Mars 2020 akan mendarat di dalam kawah Jezero yang memiliki lebar sekitar 45 kilometer. Kawah ini dulunya sempat menjadi lokasi delta sungai. Robot penjelajah yang dikirim memiliki misi untuk mencari tanda-tanda kehidupan, mencari ciri geologi area tersebut, mencari es air yang terkubur dan berbagai pekerjaan lainnya.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by