9 Mitos Diet Makanan untuk Penderita Diabetes yang Tak Perlu Dipercaya

Oleh Nisa Mutia Sari pada 10 Jun 2019, 10:30 WIB
Mitos Diet Makanan untuk Penderita Diabetes

Liputan6.com, Jakarta Diabetes (diabetes melitus) merupakan suatu penyakit metabolik yang diakibatkan oleh meningkatnya kadar glukosa atau gula darah. Gula darah sangat vital bagi kesehatan karena merupakan sumber energi yang penting bagi sel-sel dan jaringan.

Maka tak heran bagi penderita diabetes, mereka dianjurkan untuk membatasi konsumsi gulanya. Anggapan ini pun sudah banyak diterima oleh penderita diabetes. Hingga membuat penderita diabetes menghindari banyak jenis makanan. Misalnya saja, takut ngemil, menghindari makanan penutup, dan lain sebagainya.

Memang benar, bahwa penderita diabetes harus membatasi jumlah gula dan kalorinya. Karena diabetes merupakan kondisi yang sulit untuk dikontrol. Namun, mengendalikan diabetes dapat menjadi lebih mudah saat kamu sudah mengetahui informasi tentang nutrisi yang tepat untuk penderita diabetes. Tentunya hal ini tidak menghalangi penderita diabetes untuk mengonsumsi apa saja.

Ya, ada banyak kesalahpahaman tentang diet dan makanan bagi penderita diabetes. Karena itu, kali ini Liputan6.com, Senin (10/6/2019) telah merangkum dari berbagai sumber terkait mitos yang sebenarnya salah dan tak perlu dipercaya oleh penderita diabetes.

 

2 of 6

Mitos Diet Makanan untuk Penderita Diabetes

Mitos Diet Makanan untuk Penderita Diabetes
Karbohidrat dengan Glikemik Tinggi / Sumber: iStockphoto

Makan Terlalu Banyak Gula Menyebabkan Diabetes

Menurut American Diabetes Association (ADA), makan makanan manis dalam jumlah banyak bukanlah penyebab tunggal diabetes. Namun, makan makanan manis memang merupakan salah satu faktor yang membuat risiko Anda terkena diabetes jadi lebih tinggi. 

Faktanya, terlalu banyak makan gula tidak otomatis menyebabkan diabetes. Sebaliknya, diabetes terjadi ketika sesuatu mengganggu kemampuan tubuh untuk mengubah makanan yang kamu makan menjadi energi.

Karbohidrat Tidak Baik untuk Penderita Diabetes

Perlu dicatat bahwa karbohidrat bukanlah musuh bagi penderita diabetes. Namun, tipe dan jumlah karbohidratlah yang perlu kamu perhatikan. Soalnya, karbohidrat memiliki efek yang besar pada kadar gula dalam darah, maka penderita diabetes disarankan untuk mengawasi berapa banyak karbohidrat yang dimakan.

Misalnya, karbohidrat dengan indeks glikemik (GI) atau muatan glikemik (GL) yang rendah merupakan pilihan karbohidrat yang lebih tepat bagi penderita diabetes. Setelah memilih karbohidrat yang tepat, jumlah porsi karbohidrat juga jangan lupa diperhatikan. Kalau kamu mengukur porsi makanan kamu berdasarkan bagian piring, maka jumlah karbohidrat yang dianjurkan ialah tidak lebih dari seperempat bagian piring.

3 of 6

Mitos Diet Makanan untuk Penderita Diabetes

Mitos Diet Makanan untuk Penderita Diabetes
Obat Bagi Penderita Diabetes (Papa Annur/Shutterstock)

Protein Lebih Baik Bagi Penderita Diabetes Dibandingkan Karbohidrat

Banyak penderita diabetes yang memilih untuk makan lebih sedikit karbohidrat dan mengganti diet dengan lebih banyak protein. Namun kamu perlu berhati-hati dalam memilih protein, apalagi jika konsumsi protein disertai dengan terlalu banyak lemak jenuh.

Selama Ada Obat Diabetes, Penderita Bebas Makan Apapun

Penderita diabetes menggunakan insulin untuk penyakit diabetesnya, disini kamu dapat belajar bagaimana menyesuaikan jumlah dan jenis makan yang kamu konsumsi. Tetapi ini tidak berarti kamu dapat makan sebanyak yang kamu inginkan lalu menggunakan obat tambahan untuk menstabilkan kadar gula darah. Kamu tetap mengontrol porsi makan, walaupun mendapat bantuan dari obat.

4 of 6

Mitos Diet Makanan untuk Penderita Diabetes

Mitos Diet Makanan untuk Penderita Diabetes
Makanan Manis

Menghindari Konsumsi Makanan Pencuci Mulut

Meskipun kamu memiliki diabetes, kamu tetap dapat menyantap dessert. Namun yang harus diingat adalah porsinya. Kamu bisa memulainya dengan berbagi dessert dengan teman untuk mengurangi porsi yang biasa. Pertimbangkan untuk menggunakan pemanis rendah kalori. Misalnya saja mengganti makan es krim dan kue manis dengan buah-buahan, kismis, atau yogurt.

Pemanis Buatan Berbahaya Bagi Penderita Diabetes

Sebagian besar pemanis buatan memang jauh lebih manis daripada jumlah gula yang sama, sehingga kamu dapat menggunakannya dengan lebih sedikit. American Diabetes Association pun menyetujui penggunaan sakarin, aspartame, acesulfame potassium, sucralose, dan stevia atau rebaudioside A. Kamu dapat meminta seorang ahli diet terbaik yang bisa membantu kamu dalam menggunakannya.

Penderita Diabetes Harus Mengonsumsi Menu Makanan Khusus Penderita Diabetes

Sebenarnya, makanan yang sehat untuk penderita diabetes juga pilihan yang baik untuk nondiabetes. Perbedaannya hanyalah kamu harus memonitor apa yang dimakan, termasuk jumlah kalori, karbohidrat, lemak, dan protein yang dikonsumsi.

5 of 6

Mitos Diet Makanan untuk Penderita Diabetes

Mitos Diet Makanan untuk Penderita Diabetes
Makanan yang Dipanggang

Penderita Diabetes Harus Menghindari Makanan Favoritnya

Ternyata, tidak ada alas an untuk berhenti makan apa saja yang kamu sukai saat menderita diabetes. Sebaliknya, kamu perlu mencoba mengubah cara memasak makanan favoritmu itu. Misalnya saja memasak makanan dengan cara dipanggang dibandingkan dengan harus menggorengnya terlalu lama. Konsumsi juga makanan favorit kamu dalam porsi yang lebih kecil.

Tidak Boleh Mengonsumsi Makanan Pencuci Mulut

Ternyata, walaupun kamu menderita sakit diabetes, kamu tetap dpat menyantap sajian dessert. Saat menyantapnya, kamu hanya perlu memperhatikan porsinya.

6 of 6

Boleh Makan Apa Saja Selagi Sehat dan Seimbang

Mitos Diet Makanan untuk Penderita Diabetes
Diabetes/unsplash

Itu tadi beberapa mitos yang banyak muncul di masyarakat dan ternyata tidak perlu kamu percayai bagi penderita diabetes. Menderita diabetes bukan berarti kamu tidak boleh makan makanan yang enak-enak. Boleh saja, asalkan sehat dan seimbang.

Salah satu contoh jajanan yang dapat membantu kamu menyeimbangi asupan nutrisi untuk kamu penderita diabetes adalah camilan rendah kalori. Dengan mengonsumsi camilan rendah kalori dua jam sebelum makan besar, dapat membantu mengurangi asupan karbohidrat berlebih.

Selain itu, pilihlah yang terbuat dari kedelai kaya akan serat dan protein sehingga membuat kamu merasa kenyang lebih lama. Juga mengandung indeks glikemik rendah sehingga tak akan meningkatkan gula darah terlalu cepat setelah dikonsumsi.

 

 

Lanjutkan Membaca ↓