Keracunan Makanan Basi? Begini Pertolongan Pertama yang Bisa Dilakukan

Oleh Nisa Mutia Sari pada 09 Jun 2019, 16:45 WIB
Diperbarui 09 Jun 2019, 16:45 WIB
Pertolongan Pertama Keracunan Makanan Basi
Perbesar
Sakit Perut Akibat Keracunan Makanan / Sumber: iStockphoto.com

Liputan6.com, Jakarta Bagi beberapa orang, memasak makanan dalam jumlah yang besar atau banyak dapat mempermudah sekaligus dapat menghemat pengeluaran. Ya, karena dengan memasak makanan dengan porsi yang cukup besar ini bisa dikonsumsi untuk beberapa hari ke depan.

Kelihatannya memang tidak ada masalah. Namun siapa sangka, jika kamu terlalu lama menyimpan makanan tersebut bisa menyebabkan makanan menjadi basi. Dan akibat yang paling dikhawatirkan lagi adalah jika terjadi keracunan saat mengonsumsi makanan basi tersebut.

Nah jika kamu atau orang di sekitarmu sudah terlanjur mengonsumsi makanan yang telah basi tersebut dan mengakibatkannya menjadi keracunan, kamu perlu melakukan tindakan atau pertolongan segera untuk memulihkannya. Berikut ini, ada beberapa langkah atau cara mudah untuk memberikan pertolongan pertama bagi penderita keracunan akibat makanan basi.

Telah Liputan6.com rangkum dari kanal Klikdokter, ini pertolongan pertama yang bisa dilakukan untuk penderita keracunan akibat makanan basi, Minggu (9/6/2019).

2 dari 4 halaman

Tanda Keracunan Makanan

Liputan 6 default 4
Perbesar
Ilustraasi foto Liputan 6

Sebelum melakukan pertolongan pertama pada penderita atau korban keracunan makanan, ada baiknya kamu mengetahui tanda-tanda keracunan makanan terlebih dahulu. Nah, makanan basi adalah makanan yang sudah terkontaminasi, khususnya oleh bakteri, sehingga makanan itu menjadi busuk.

Apabila makanan itu dikonsumsi dan masuk ke dalam saluran pencernaan, maka tubuh kamu atau penderitanya akan mengalami keracunan akibat bakteri Escherichia coli (E.coli), Salmonella, Clostridium botulinum, Campylobacter, dan Listeria. Nah, kondisi ini tidak boleh disepelekan dan wajib dikenalinya tanda-tandanya. 

3 dari 4 halaman

Gejala Keracunan Makanan

Perut Terasa Kembung

Kalau kamu merasakan kram perut dan perut menjadi kembung, ini merupakan salah satu pertanda kalau ada yang tidak beres atau sedang terjadi pada sistem pencernaanmu. Apabila rasanya sangat tidak enak (sangat kembung dan sangat nyeri) hingga menyebabkan selalu ingin buang air besar, itu tandanya ada bakteri jahat dalam usus.

Mual dan Muntah

Mual muntah adalah tanda paling umum yang bisa dikenali dari keracunan makanan. Bila kondisi ini dibiarkan, akan banyak sekali cairan yang keluar dari tubuh, sehingga menyebabkan penderitanya lemas akibat dehidrasi.

Diare

Diare juga merupakan tanda keracunan makanan yang bisa dikenali dan cukup jelas. Apabila diare berair, itu berarti kamu mengalami keracunan makanan akibat virus Norovirus. Namun, ini biasanya terjadi pada orang dewasa. Apabila makanan basi yang dikonsumsi terkontaminasi bakter E.coli atau Campylobacter, ada kemungkinan bahwa tinja akan berdarah.

Selain tiga tanda di atas, beberapa gejala lain yang menyertai adalah demam, kebingungan karena otak tak bisa bekerja dengan baik, dan tubuh berkeringat sangat banyak. Tak perlu menunggu semua gejala untuk muncul. Apabila salah satu atau dua gejala sudah timbul, segera lakukan pertolongan untuk mengatasinya agar tidak terjadi hal buruk yang diinginkan.

4 dari 4 halaman

Cara Mengatasi Penderita Keracunan Makanan Basi

Liputan 6 default 5
Perbesar
Ilustraasi foto Liputan 6

Bila kamu atau penderita tidak sengaja mengonsumsi makanan basi dan sampai menyebabkan keracunan makanan, dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari Klikdokter menyarankan kamu untuk melakukan beberapa pertolongan perrtama yang bisa dilakukan. Berikut ini cara mengatasi kercaunan makanan basi sebagai berikut:

1. Perbanyak minum air putih bila penderita mengalami mual muntah terus-menerus. Berikan cairan pengganti yang cukup, seperti air putih  atau campuran air putih dengan 2 sdt gula dan ½ sdt garam (oralit). Atau jika ada, berikan air kelapa.

2. Kamu juga bisa minum tablet karbon aktif untuk menyerap racun di dalam saluran pencernaan. Tablet karbon aktif ini bisa ditemukan di apotek, bahkan tersedia di minimarket.

3. Bila tidak ada tablet karbon aktif, kamu bisa minum susu putih untuk mengikat racun di dalam saluran pencernaan. Selain itu, minum susu putih saat mengalami gejala keracunan dapat merangsang penderita untuk muntah, sehingga racun keluar dan tidak beredar di dalam tubuh. Tetapi, jika penderita sudah sampai mengalami diare, sebaiknya jangan diberikan susu.

4. Kalau penderita keracunan makanan hendak muntah, usahakan agar penderita muntah dalam keadaan kepala menunduk. Hal itu dilakukan agar cairan muntah tidak masuk ke dalam saluran pernapasan.

5. Kalau penderita merasakan kondisi tubuh benar-benar tidak enak, lebih baik langsung segera ke klinik atau rumah sakit terdekat. 

Itulah beberapa pertolongan pertama bagi penderita keracunan akibat mengonsumsi makanan basi yang bisa kamu lakukan baik untuk membantu penderita atau untuk diri kamu sendiri. Agar keracunan yang diakibatkan oleh makanan basi tidak terulang kembali, ada baiknya untuk selalu mengecek kondisi makanan sebelum mengonsumsinya.

Jika itu makanan yang kamu masak sendiri, ada baiknya untuk memasak makanan dalam porsi yang cukup saja. Sebab, kalau terlalu banyak, kemungkinan makanan untuk sisa dan tidak tersimpan dengan baik juga lebih besar.

Lanjutkan Membaca ↓