Kisah Pilu Pria Lumpuh Ditinggal Empat Anaknya Ini Bikin Air Mata Berderai

Oleh Muhammad Fahrur Safi'i pada 26 Mei 2019, 10:25 WIB
Diperbarui 26 Mei 2019, 10:25 WIB
Kisah Pilu Pria Lumpuh Ditinggal Empat Anaknya Ini Bikin Air Mata Berderai
Perbesar
Awang, pria 46 tahun yang ditinggal oleh anak-anaknya (Sumber: worldofbuzz)

Liputan6.com, Jakarta Sebagai orang tua yang memiliki anak, pasti akan menyayanginya sepenuh hati dan akan melakukan apapun demi buah hatinya. Baik itu sejak dalam kandungan maupun sampai besar nanti.

Selalu dirawat agar tetap sehat, disayangi dan dibesarkan sampai nanti memiliki seorang pasangan hidup. Namun tak sedikit anak yang sudah menikah tapi masih dibiayai oleh orang tuanya.

Terkadang, seorang anak yang telah dibesarkan sepenuh hati pun ada juga yang malah durhaka terhadap orang tuanya. Seperti yang dialami oleh pria 46 tahun ini yang sekarang tinggal sebatang kara dengan kondisi kelumpuhannya.

Berikut kisah pilu orang tua lumpuh ditinggal empat anaknya seperti Liputan6.com lansir dari WorldofBuzz, Minggu (26/5/2019).

2 dari 3 halaman

Awang, pria 46 tahun yang kini tinggal sebatang kara

Kisah Pilu Pria Lumpuh Ditinggal Empat Anaknya Ini Bikin Air Mata Berderai
Perbesar
Rumah Ehsan, Kuala Kubu Bharu (Sumber: worldofbuzz)

Pria berusia 46 tahun yang sangat mencintai anak-anaknya ini kini merasakan kepedihan karena ditinggalkan oleh anak-anaknya setelah terkena stroke. Sekarang, pria ini tinggal di Panti Jompo.

Menurut Sinar Harian, pria yang hanya ingin dikenal sebagai Awang dulu bertugas di Angkatan Bersenjata Malaysia dan tergabung dalam divisi artileri. Meskipun ia pensiun sebagai aparat sekitar sepuluh tahun yang lalu, Awang terus mencari nafkah dengan menyadap karet. Dengan sedikit uang yang ia hasilkan, Awang berhasil membesarkan keempat anaknya.

Sayangnya, ia harus mengalami lumpuh sebagian pada tubuhnya dua tahun lalu dan ketiga putra dan putrinya mulai acuh terhadap dirinya.

“Istri saya meninggal beberapa tahun yang lalu dan kesehatan saya mulai memburuk. Saya menderita asma dan tekanan darah tinggi sebelum terkena stroke," ungkapnya kepada Sinar Harian.

“Saya menyesal memanjakan anak-anak saya. Saya bahkan memberikan Rp 35 jutaan sebagai warisan. Tetapi ketika saya membutuhkan bantuan mereka untuk mengantar saya ke klinik, tidak ada yang datang untuk membantu saya. Alasannya adalah istri mereka tidak mengizinkan mereka."

“Saya sudah memberi mereka mobil, motor, dan uang walaupun saya tidak memiliki keuangan yang baik. Tetapi ketika saya lumpuh, anak-anak saya menjadi orang asing,” kata pria malang itu.

3 dari 3 halaman

Ditinggal di rumah sakit sendirian selama setahun

Cerita yang lebih memilukan adalah ketika Awang masih tinggal bersama salah satu anaknya. Ia dibawa ke rumah sakit di Kuala Lumpur untuk perawatan lanjutannya.

Namun, sedikit yang dia tahu pada waktu itu bahwa anak itu berencana untuk meninggalkannya di sana. Selama setahun, ia ditinggalkan sendirian di rumah sakit dan tidak ada yang datang mengunjunginya.

“Tidak ada anak-anak saya yang datang mengunjungi saya, bahkan selama bulan puasa dan Hari Raya tahun lalu. April ini, saya dibawa ke sini (Rumah Ehsan atau Panti Jompo) dan saya sudah tidak punya perasaan terhadap anak-anak saya lagi."

"Bahkan jika aku mati, tolong jangan beri tahu mereka karena aku tidak ingin memikirkan mereka lagi," kata sang ayah.

Lanjutkan Membaca ↓