Hanya Dimiliki 43 Orang, Ini Jenis Darah Paling Langka di Dunia

Oleh Afifah Cinthia Pasha pada 10 Mei 2019, 10:50 WIB
Darah Emas

Liputan6.com, Jakarta Banyak orang percaya dengan karakter seseorang dilihat dari golongan darah. Tidak hanya di Indonesia, hal itu rupanya juga banyak dipercaya di luar sana semisal seperti Jepang dan Korea. Meskipun belum ada penelitian yang membuktikan kebenarannya, namun yang jelas hal ini menjadi salah satu hal yang menarik untuk diikuti.

Dalam pelajaran biologi, kebanyakan orang hanya mengetahui 8 golongan darah utama, yaitu A, B, AB, dan O, dengan masing-masing memiliki rhesus positif atau negatif. Namun, sebenarnya saat ini ilmuwan mengetahui ada 35 jenis golongan darah dengan berbagai variasi sistem. Darah yang tidak masuk dalam penggolongan ABO dianggap langka.

Apakah kamu pernah mendengar istilah darah emas? Istilah golden blood atau darah emas mungkin terdengar seperti kiasan yang mengategorikan status sosial seseorang seperti halnya darah biru yang umum digunakan untuk mengistilahkan kaum bangsawan. Nyatanya istilah darah emas memang berkaitan dengan golongan darah secara harfiah.

2 of 3

Jenis Darah Paling Langka dan Unik

Ilustrasi golongan darah
Ilustrasi golongan darah (US Navy/Public Domain)

Dikatakan darah emas memang karena jenis darah ini sangat istimewa. Keunikan dari darah emas ini bukan tanpa alasan, pasalnya Rh dalam darah ini juga dibilang unik dan beda dengan golongan A, B, AB maupun O. Oleh sebab itu banyak orang yang menyebut golongan darah emas ini sebagai Rh-null.

Selain itu, keunikan tersendiri dari darah emas ini adalah jumlah pemiliknya yang kurang lebih ada 43 orang saja. Bahkan dibanding pemilik darah O negatif, sangat sulit menemukan pemilik atau pendonor darah ini. Oleh sebab itu akan jadi hal yang sulit untuk mencari pendonor darah ini, seperti yang Liputan6.com lansir dari Big Think, Jumat (10/5/2019).

Seperti hasil penelitian dari Universitas Toronto diketahui kalau setiap golongan darah mengekspresikan antigen tersendiri dalam tubuhnya. Namun ketika ditemukan pada tahun 1961, darah emas ini malah menunjukkan hal yang tak biasa. Pasalnya Rh-null, tidak memiliki tipe antigen paling umum sehingga tak bisa dimasukkan dalam golongan darah pada umumnya. Tidak ditemukannya 45 antigen umum, membuat darah ini disebut sebagai emas.

Antigen sendiri adalah sebuah zat yang merangsang respons imun, terutama dalam menghasilkan antibodi. Antigen biasanya berupa protein atau polisakarida, tetapi dapat juga berupa molekul lainnya, termasuk molekul kecil yang bergabung dengan protein-pembawa atau carrier.

3 of 3

Kelemahan dan Kelebihan Darah Emas

Darah Emas
Ilustrasi Darah Emas (sumber: unsplash)

Uniknya darah ini bisa didonorkan pada pemilik golongan darah yang berbeda. Fenotipe golongan darah ini dilaporkan terjadi pada satu dari enam juta orang. Tercatat hanya ada 14 keluarga yang total berjumlah kurang lebih 43 orangĀ  yang memiliki darah jenis langka ini. Karena memiliki darah paling langka, tentunya ada kelemahan dan kelebihan dari darah ini.

Salah satu kelebihan darah ini adalah pemilik darah emas ini dapat leluasa mendonorkan darahnya pada semua jenis golongan darah lainnya. Oleh sebab itu, ditemukannya orang-orang dengan darah emas ini dianggap sebuah berkah di dunia medis. Namun sebaliknya, hal itu juga jadi beban, pasalnya pemilik darah emas hanya bisa menerima dari golongan yang sama.

Sebelumnya, ada sebuah kasus di mana seorang perempuan menerima golongan darah O yang tidak sesuai dengan golongan darahnya, meskipun darah O dianggap sebagai donor universal. Perempuan itu mengalami kedinginan dan nyeri setelah transfusi darah. Dokter kemudian menegaskan bahwa golongan darah O dapat mengandung antigen yang belum diketahui oleh komunitas medis dan ilmiah. Kurang lebih seperti ini yang akan dialami pemilik darah emas.

Lanjutkan Membaca ↓