7 Penyebab Gigi Sensitif dan Cara Mengatasinya, Jangan Disepelekan

Oleh Rizzaq Aynur Nugroho pada 05 Mei 2019, 14:48 WIB
Diperbarui 05 Mei 2019, 14:48 WIB
[Bintang] Ilustrasi Sakit Gigi
Perbesar
Jadi kebiasaan, ternyata hal ini bikin kamu gigi rusak lho, girls! (Sumber Foto: sleepsugar)

Liputan6.com, Jakarta Beberapa orang pasti pernah mengalami masalah gigi, salah satunya adalah gigi sensitif. Gigi sensitif sering kali mengganggu karena menimbulkan rasa yang tidak nyaman di area gigi dan mulut. Rasa tidak nyaman ini juga bisa menghambat aktivitas sehari-hari. Bahkan jika gigi sensitif terasa menyakitkan, bisa menyebabkan rasa pusing hingga tidak sadarkan diri. 

Banyak hal yang bisa menyebabkan gigi sensitif. Salah satunya adalah karena dentin gigi yang terbuka pada daerah akar karena gusi yang surut atau bisa disebabkan oleh penyakit periodon. Dentin pada gigi ini mengandung banyak pori-pori atau tabung yang mengalir dari bagian luar gigi ke saraf tengahnya. Kemudian tanpa adanya perlindungan pada email gigi, tabung tersebut bisa dirangsang oleh perubahan suhu atau makanan tertentu.

Itulah salah satu penyebab gigi sensitif. Namun sebenarnya ada beberapa penyebab gigi sensitif lainnya. Jika kamu sudah mengetahui penyebabnya, maka kamu bisa mencegah gigi sensitif atau kamu bisa mengobatinya.

Berikut ini Liputan6.com sudah merangkum beberapa penyebab gigi sensitif dan juga cara menangani gigi sensitif dengan mudah dan benar, dilansir dari berbagai sumber, Minggu (5/5/2019).

2 dari 4 halaman

Penyebab Gigi Sensitif

20160913 Gosok Gigi
Perbesar
Ilustrasi Foto Membersihkan dan Menggosok Gigi (iStockphoto)

1. Gusi yang Menyusut

Enamel dan gusi gigi melindungi dentin. Namun seiring bertambahnya usia, gusi akan cenderung surut, dan membuat dentin menjadi muncul. Kemudian dentin yang bersentuhan dengan makanan atau minuman dingin maka akan menimbulkan rasa sakit yang tidak menyenangkan.

2. Gusi dan Email Gigi yang Rusak

Penyebab gigi sensitif berikutnya adalah bisa diakibatkan karena gusi dan enamel gigi yang rusak. Jika gusi dan enamel rusak, maka akan menyebabkan dentin terekspos.

3. Menyikat Gigi

Jika dilakukan dengan benar, menyikat gigi sangat bermanfaat. Namun jika dilakukan dengan cara yang salah, menyikat gigi bisa menyebabkan rusaknya gusi dan email gigi. Jika kamu sedang menggosok gigi, usahakan lakukan dengan lembut dan tidak terlalu keras atau terlalu sering.

3 dari 4 halaman

Penyebab Gigi Sensitif

Gigi Berlubang Bisa Sebabkan Kematian
Perbesar
Gigi Berlubang Bisa Sebabkan Kematian

4. Menggertakkan Gigi

Penyebab gigi sensitif berikutnya adalah sering menggertakkan gigi. Seseorang bisa menggertakkan gigi secara sadar dan tidak sadar. Menggertakkan gigi akan menyebabkan rusaknya enamel gigi, yang menyebabkan munculnya gigi sensitif.

5. Erosi Gigi

Enamel pada gigi bisa rusak hingga terkikis karena makanan dan minuman yang mengandung asam. Maka dari itu, hindari makanan dan minuman asam sebanyak mungkin. Contoh makanan yang mengandung asam adalah jus buah, anggur, cuka, minuman ringan dari buah jeruk, dan lain sebagainya.

6. Kebersihan Mulut

Sebenarnya gigi rusak bisa dicegah dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut. Yaitu dengan cara menggosok gigi secara teratur.

7. Gigi Berlubang atau Retak

Gigi berlubang atau retak bisa terjadi karena beberapa hal seperti faktor kebersihan gigi, hingga karena kecelakaan. Gigi berlubang dan retak pada gigi bisa menyebabkan munculnya gigi sensitif.

4 dari 4 halaman

Mengatasi Gigi Sensitif

Sikat gigi/pixabay
Perbesar
Sikat gigi/pixabay

Jika kamu mengalami gigi sensitif, ada beberapa cara untuk mengatasinya bahkan hanya dilakukan dirumah. Berikut cara mengatasi gigi yang sensitif.

1. Menggunakan sikat gigi yang berbulu lembut.

2. Menyikat gigi dengan baik dan benar.

3. Pilih pasta gigi yang sesuai untuk gigi sensitif.

4. Hindari makanan dan minuman yang mengandung asam.

Jika beberapa cara di atas dirasa tidak maksimal dalam mengobati gigi sensitif, kamu bisa pergi ke dokter gigi dan berkonsultasi mengenai masalah gigi sensitifmu. Jika gigi sensitif cukup parah, mungkin dokter akan melakukan perawatan lebih lanjut.

Lanjutkan Membaca ↓