Pensil Unik Ini Bisa Tumbuh Jadi Tanaman, Cocok Untuk Melestarikan Lingkungan

Oleh Loudia Mahartika pada 03 Mei 2019, 14:50 WIB
Diperbarui 03 Mei 2019, 15:17 WIB
Unik, Pensil Ini Bisa Tumbuhkan Tanaman Sebagai Kampanye Lindungi Bumi

Liputan6.com, Jakarta Kini banyak orang yang semakin gencar untuk menyuarakan aksi peduli lingkungan dan peduli terhadap bumi. Hal ini muncul karena semakin banyak fenomena yang terjadi di bumi akibat sampah dan perusakan lingkungan yang berakibat timbulnya bencana.

Seperti pemanasan global di kutub sehingga meningkatnya air laut yang masuk ke dartan kemudian berujung banjir serta tenggelamnya beberapa pulau kecil. Sampah plastik juga menjadi permasalahan penting yang tengah dihadapi seluruh manusia di dunia.

Tak hanya itu saja, penebangan liar dan pembakaran sejumlah area hutan juga menjadi perhatian publik para aktivis dan golongan-golongan yang peduli terhadap lingkungan. Aksi peduli lingkungan pun semakin gencar dilakukan. Bumi yang dirasa semakin panas akibat pemanasan global, menggerakkan sebuah perusahaan pensil menciptkan inovasi terbaru.

2 of 2

Pensil yang Bisa Tumbuhkan Tanaman

Sebuah perusahaan menciptakan pensil yang ramah lingkungan. Pensil tersebut bernama Sprout Pencil. Pensil ini memiliki dua fungsi sekaligus, yaitu untuk menulis dan menjadi bibit tanaman.

Didalam pensil ini tak hanya berisi karbon yang berfungsi untuk menulis tetapi juga terdapat benih tanaman yang dapat menghasilkan kehidupan baru. Bagian atas pensil disematkan benih-benih berbagai tanaman, seperti tanaman herbal, bunga dan juga sayuran.

Masyarakat yang menggunakan Sprout Pencil ini bisa menggunakannya sebagai pensil biasa. Jika sudah pendek, pengguna bisa langsung menancapkan bagian atas pensil di pot berisi tanah.

Pada batang pensil terdapat tulisan sesuai dengan benih apa yang ada di dalamnya. Sehingga masyarakat bisa memilih tanaman apa yang diinginkan.

Caranya pun cukup mudah, yakni tancapkan pensil pada pot yang berisi tanah, siram dengan air secukupnya serta usahakan terkena sinar matahari yang cukup. Maka tanaman akan segera tumbuh.

Aksi ini bisa menjadi metode kampanye untuk menyelamatkan bumi serta mendidik anak-anak sejak dini untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan menanam pohon.

Lanjutkan Membaca ↓