4 Jenis Autisme Pada Anak yang Perlu Diketahui, Ada yang Punya Teman Imajinatif

Oleh Husnul Abdi pada 29 Apr 2019, 08:55 WIB
Diperbarui 29 Apr 2019, 09:15 WIB
Jenis Autisme

Liputan6.com, Jakarta Autisme terus meningkat dari tahun ke tahun. Sekarang banyak orang yang tidak mengerti bagaimana cara memerhatikan dan merawat anak penyandang autis karena memang diperlukan perhatian khusus.

Secara umum, kamu bisa mengerti autisme sebagai ketidakmampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Orang dengan gejala autis biasanya memiliki dunianya sendiri dan tampak tidak peduli dengan sekitarnya.

Anak autis biasanya terlambat dalam berbahasa lisan saat berusia 1-6 tahun, mengunakan kata atau bahasa secara berulang-ulang, dan memainkan permainan yang itu-itu saja, serta tidak berminat dalam berinteraksi dengan teman-teman sebayanya.

Autisme sendiri memiliki berbagai macam jenis, tidak hanya satu jenis autisme saja. Diketahui juga bahwa anak laki-laki lebih sering mengalami autisme daripada anak perempuan.

Berikut Liputan6.com rangkum tentang jenis autisme dari berbagai sumber, Senin (29/4/2019).

2 of 5

1. Autistic Disorder

Jenis autisme yang pertama dinamakan dengan Autistic Disorder. Anak yang mengalami jenis autisme satu ini biasanya disebabkan oleh ketidakmampuan dalam menafsirkan emosi.

Autistic Disorder juga bisa disebut dengan mindblindness yang ditandai dengan pengidap jenis autisme ini hidup di dunianya sendiri dan tidak memahami peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Anak dengan jenis autisme ini cenderung tidak memiliki kemampuan dalam memahami permasalahan dari sudut pandang orang lain.

Tetapi anak yang mengalami Autistic Disorder ini bukannya tidak memiliki kemampuan, malah biasanya banyak yang istimewa dalam berbagai bidang seperti, musik, seni, kemampuan berhitung serta memori dan hapalan yang lebih tinggi dari pada anak anak lain.

3 of 5

2. Asperger Syndrome

Jenis Autisme
Jenis Autisme (Sumber: Pixabay)

Asperger syndrome lebih mengarah kepada anak yang tidak terlalu menampakkan respon atau ekspresinya dalam menanggapi orang lain. Kecuali kepada hal-hal yang menurutnya menarik atau sesuatu yang memang berhubungan dengan dirinya.

Jenis autisme satu ini bisa berinteraksi dengan orang lain dan bahkan memiliki empati. Anak yang mengalami asper syndrome ini bisa berkomunikasi dengan normal dan biasanya memiliki kemampuan berbahasa yang baik, terutama pada bidang yang disenanginya.

Namun seperti yang dibilang tadi, anak dengan Asperger syndrome ini cenderung tidak memberi respon atau ekpresi yang umumnya dilakukan orang lain.

4 of 5

3. Childhood Disintegrative Disorder

Childhood Disintegrative Disorder merupakan salah satu jenis autisme dimana anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan motorik, bahasa dan fungsi sosial. Biasanya gangguan ini terjadi karena tidak sinkronnya kerja sistem saraf yang ada di dalam otak.

Tidak seperti jenis autisme sebelumnya, jenis autisme satu ini awalnya memliki kemampuan motorik, bahasa maupun interaksi sosial, namun seiring dengan bertambahnya usia, kemampuan-kemampuan tersebut merosot. Mengalami perkembangan yang normal sampai usia 2 tahun, perlahan-lahan anak akan kehilangan kemampuan kemampuannya ketika menginjak usia 3 hingga 10 tahun.

5 of 5

4. Pervasive Developmental Disorder (Not Otherwise Specified)

Pervasive Development Disorder (Not Otherwise Specified) merupajan jenis autisme yang paling rumit dibandingkan dengan jenis-jenis lainnya. Anak yang mengidap jenis autisme satu ini bahkan kadang memiliki gejala seperti sedang berinteraksi dengan teman-teman imajinatif.

Pada masalah autis satu ini, anak biasanya tidak bisa menanggapi perilaku orang lain, baik secara lisan maupun non-lisan. Ada juga masalah dengan daya ingat, tidak bisa menerima perubahan, serta sering mengulang ulang gerakan. Tentunya hal ini menyebabkan Pervasive Developmental Disorder (Not Otherwise Specified) ini menjadi jenis autisme yang paling kompleks dan memerlukan penanganan ekstra.

Banyak orang yang menganggap anak autis merupakan anak yang memiliki kekurangan seperti gangguan dalam beripiki dan kecerdasan. Tetapi itu semua tidak benar, anak autis bahkan memiliki kemampuan mengolah informasi lebih baik daripada orang kebanyakan. Kamu harus sadar dan memiliki pengetahuan tentang penanganan pada autisme agar anak-anak yang mengidap autisme dapat berkembang dan menjalani hidup seperti anak-anak yang lain.

Lanjutkan Membaca ↓