5 Ucapan Hari Kartini dan Maknanya Bagi Generasi Kini

Oleh Heri Setiawan pada 18 Apr 2019, 20:30 WIB
Diperbarui 19 Apr 2019, 14:17 WIB
[Bintang] Hari Kartini 2018, Ini Dua Makanan Kesukaan R.A. Kartini

Liputan6.com, Jakarta Bagi masyarakat Indonesia, pahlawan wanita RA Kartini sudah tidak asing lagi. Setiap tahun, di hari ulang tahunnya yang jatuh pada 21 April 2017 diperingati sebagai lahirnya emansipasi wanita Indonesia dan diperingati sebagai hari Kartini

Tentunya kamu sudah tak asing dengan sosok perempuan satu ini, yang dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan. Maka tak heran jika banyak masyarakat yang menjadikan Hari Kartini sebagai hari penghormatan atas wujud perjuangan kaum hawa, simbol kesetaraan gender dan emansipasi wanita. Semangat dan apreasiasi terhadap wanita di hari Kartini ini harus disebarkan ke seluruh khalayak, tanpa terkecuali.

Mengenai Hari Kartini, apa hal pertama yang ada dalam pikiranmu. memakai kebaya, menyanggul rambut dan kembali berdandan seperti wanita Jawa?

Banyak cara orang dalam merayakan hari Kartini demi mengenang jasa beliau kepada bangsa Indonesia. Namun, ada beberapa ucapan dari RA Kartini yang bisa jadi inspirasi buat wanita Indonesia bagaimana seharusnya menjadi Kartini masa kini. Sosok wanita yang semakin cerdas, berwawasan terbuka, bebas berkarya, merdeka, mandiri dan dapat berdiri sendiri tanpa melupakan kodratnya sebagai wanita.

Berikut Liputan6.com rangkum 5 ucapan Hari Kartini dan maknanya bagi generasi masa kini, Kamis (18/4/2019).

2 of 6

1. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan.

Tak ada kehidupan yang akan sama dari hari ke hari. Seiring berjalannya waktu, kehidupan akan terus mengalami perubahan dan perkembangan. Sedang wanita, seiring dengan berjalannya waktu akan terus semakin maju, semakin bijaksana dan membawa kebahagiaan luar biasa buat orang-orang di sekitarnya. Seiring dengan berkembangnya zaman, wanita pun bisa berkarya dan memiliki karir yang sejajar dengan para pria.

“Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam." - R. A. Kartini

3 of 6

2. Wanita saat ini wajib memiliki pendidikan tinggi.

Di zaman sekarang wanita memiliki hak yang sama dengan laki-laki untuk mendapatkan pendidikan tinggi. Sesudah mengetahui dunia di luar lingkungan tempat tinggalnya dan memiliki wawasan luas, ia tak akan sama lagi. Ia akan tumbuh dan terus berkembang dengan pikiran-pikiran yang semakin maju.

“Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya." - R. A. Kartini

Tidak jarang, wanita-wanita yang seperti ini tak akan bisa lagi dipaksa untuk terus hidup seperti kehidupan nenek moyangnya. Wanita ini akan tahu apa yang terbaik buatnya, masa depannya dan yang terbaik buat dirinya.

4 of 6

3. Wanita juga harus mampu berdiri sendiri dan mandiri.

Wanita yang mampu berdiri sendiri dan mandiri setidaknya bisa merasakan hidup bahagia yang tiada duanya. Meski begitu, berdiri sendiri bukan berarti ia harus berjuang sendiri. Kodratnya, wanita tetap membutuhkan pria untuk melewati hari bahagia yang lebih sempurna, dan begitu juga sebaliknya.

“Dan biarpun saya tiada beruntung sampai ke ujung jalan itu, meskipun patah di tengah jalan, saya akan mati dengan merasa berbahagia, karena jalannya sudah terbuka dan saya ada turut membantu mengadakan jalan yang menuju ke tempat perempuan Bumiputra merdeka dan berdiri sendiri." - R. A. Kartini

5 of 6

4. Hormatilah segala yang hidup.

Jangan pernah menyakiti orang lain, jangan pula untuk memaksa. Usahakan pula untuk tidak pernah lupa untuk berterima kasih kepada siapapun yang pernah menolong kita.

“Salah satu daripada cita-cita yang hendak kusebarkan ialah: Hormatilah segala yang hidup, hak-haknya, perasaannya, baik tidak terpaksa pun karena terpaksa, haruslah juga segan menyakiti makhluk lain, sedikit pun jangan sampai menyakitinya. Segenap cita-citanya kita hendaklah menjaga sedapat-dapat yang kita usahakan, supaya semasa mahkluk itu terhindar dari penderitaan, dan dengan jalan demikian menolong memperbagus hidupnya: dan lagi ada pula suatu kewajiban yang tinggi murni, yaitu "terima kasih" namanya." - R. A. Kartini

6 of 6

5. Teruslah bermimpilah selama engkau dapat bermimpi.

Bermimpi untuk hidup yang lebih baik dan bahagia tidak pernah salah. Hidup yang sebenarnya memang kejam dan sesekali kita memang butuh bermimpi agar kekejaman tersebut bisa diredam.

“Teruslah bermimpi, teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau dapat bermimpi! Bila tiada bermimpi, apakah jadinya hidup! Kehidupan yang sebenarnya kejam." - R. A. Kartini

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by