Quick Count: Unggul Nasional, Jokowi Tertinggal di Sumatra

Oleh Yunisda Dwi Saputri pada 17 Apr 2019, 16:53 WIB
Banner Infografis Debat Pamungkas Jokowi-Ma'ruf Vs Prabowo-Sandiaga

Liputan6.com, Jakarta Pengambilan suara Pemilu 2019 resmi ditutup sejak pukul 13.00 WIB. Setelahnya, proses quick count atau hitung cepat Pilpres 2019 pun dimulai hingga pukul 15.00 WIB yang diikuti dengan pengumuman sementara.

Menurut quick count Charta Politika, total suara yang masuk terhitung 76,20 persen pada pukul 16.20 WIB. Sementara itu, sejauh ini pasangan nomor urut 01 yaitu Jokowi-Ma’ruf Amin memimpin 54,70 persen. Sebaliknya, pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno bertengger di angka 45,30 persen.

Quick count tersebut dilakukan berdasarkan data yang diperoleh dari 34 provinsi di Indonesia. Secara Nasional, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin berhasil unggul dengan selisih angka 9,40 persen.

Meski demikian, Jokowi-Ma’ruf Amin kalah banyak di pulau Sumatra. Tercatat melalui quick count sementara di mana Sumatra Selatan dipimpin oleh pasangan Prabowo-Sandiaga Uno dengan total suara masuk 62,97 persen dan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin sebanyak 37,03 persen saja.

2 of 2

Perhitungan suara sementara di Pulau Sumatra

Di Jambi, pasangan Prabowo-Sandiaga Uno memimpin tipis dengan selisih presentase 17,14 persen. Sebaliknya, di Sumatra Barat pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin tertinggal jauh dengan perhitungan suara sebesar 11,04 persen, sementara pasangan Prabowo-Sandiaga Uno percaya diri berada di angka 88,96 persen.

Pasangan Prabowo-Sandiaga Uno nampaknya berhasil merebut hati warga masyarakat Aceh karena memimpin dengan peroleh suara sebesar 80,93 persen. Di mana pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin harus puas dengan angka sementara yaitu 11,07 persen.

Untuk Sumatra Utara, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin hampir mengejar lawan dengan 46,87 persen suara. Sementara warga Riau berpihak 45,26 persen kepada pasangan nomor urut 01 ini.

Jika disimpulkan, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin kalah unggul dengan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno di pulau Sumatra meski memimpin secara nasional. Namun, masih ada kemungkinan perubahan jumlah suara mengingat baru 76 persen suara yang berhasil masuk ke dalam quick count Charta Politika.

Lanjutkan Membaca ↓