Unik, Wanita Ini Olah Kantong Plastik Supermarket Jadi Baju Rajut

Oleh Yunisda Dwi Saputri pada 12 Apr 2019, 10:20 WIB
Rosa Ferrigno dan baju rajutnya.

Liputan6.com, Jakarta Sudah menjadi rahasia umum bahwa plastik adalah salah satu bahan yang paling sulit terurai oleh tanah. Sebagai bukti, banyak hewan laut yang mati mengenaskan karena tidak sengaja menelan barang-barang plastik.

Yang terbaru, seorang warga bahkan menemukan plastik bungkus merek mi instan yang berlabel tahun 2000 silam. Seiring dengan maraknya dampak buruk yang disebabkan plastik, masyarakat berlomba-lomba untuk menciptakan inovasi mengurangi penggunaan bahan yang sulit terurai tersebut.

Sebelumnya, ramai diperbincangkan mengenai inovasi kantong plastik menggunakan singkong yang ramah lingkungan di Indonesia. Tak mau kalah, seorang wanita di New York pun berhasil memanfaatkan kantong plastik supermarket menjadi baju rajut yang cantik.

Dilansir Liputan6.com dari Democrat & Chronicle, Jumat (12/4/2019), wanita yang diketahui bernama Rosa Ferrigno adalah seorang nenek berusia 75 tahun yang menjadi cikal bakal penemuan keren ini.

2 of 4

Celana dan outer rajut dari ratusan kantong plastik supermarket

Rosa Ferrigno dan baju rajutnya.
Rosa Ferrigno dan baju rajutnya. (Sumber: D&C)

Nenek Rosa membuat rok rajut menggunakan 140 kantong plastik yang ia dapatkan dari supermarket di kotanya. Sementara itu, ia juga berhasil merajut outer rajut elegan dari 170 kantong plastik supermarket yang sama.

Ide cemerlangnya itu terinspirasi agenda piknik keluarga di mana ia melihat seseorang memakai dompet yang dibuat dari kantong plastik yang didaur ulang. Sontak, jiwa seninya tergugah untuk melakukan hal serupa. Awalnya, nenek Rosa dan putrinya mencari cara pembuatannya di YouTube.

Dengan tekad yang besar, dirinya berhasil merajut dompet dari kantong plastik berwarna merah, putih, dan biru. Kemudian, ia tertarik untuk membuat baju rajut untuk proyek musim dinginnya. Baju rajut tersebut ia kenakan di acara pernikahan keluarga yang mana membuat orang-orang terkesima.

3 of 4

Hobi menjahit sejak kecil

Rosa Ferrigno dan baju rajutnya.
Rosa Ferrigno dan baju rajutnya. (Sumber: D&C)

Rosa Ferrigno adalah seorang imigran asal Sisilia, Italia yang kini tinggal di Amerika Serikat. Ia pindah saat usianya baru 16 tahun. Sejak kecil, Ia memang suka kegiatan yang berhubungan dengan seni. Ia akan bermain di kebunnya, menanam bunga atau sayuran.

Saat dirinya masih tinggal di Sisilia, Italia, merajut dan menjahit sudah menjadi makanan sehari-harinya. Setelah pindah, Ia langsung bekerja sebagai penjahit di Hickey Freeman. Di sana, ia bekerja selama 8 tahun sebelum akhirnya berumah tangga.

Meski telah menjadi ibu rumah tangga, hobi nenek Rosa menjahit baju tak lantas berhenti begitu saja. Bertahun-tahun dirinya membuat baju untuk anggota keluarganya. Bahkan saat putrinya beranjak remaja, teman-temannya akan memesan gaun pesta kepadanya.

4 of 4

Butuh waktu 2 bulan untuk menyelesaikan

Rosa Ferrigno dan baju rajutnya.
Rosa Ferrigno dan baju rajutnya. (Sumber: D&C)

Proses pembuatan baju rajut nenek Rosa itu dimulai pada bulan November lalu. Pertama, ia akan membongkar kantong plastik supermarket dan mengikatnya menjadi lebih panjang. Karena plastiknya besar, Ia juga harus menggunakan jarum yang besar pula.

Padahal, jarum besar tidak tersedia di toko. Alhasil, nenek Rosa harus membuat jarum sendiri yaitu dengan berbahan kayu. Butuh waktu 2 bulan untuk menyelesaikan baju rajut berbahan dasar plastik tersebut.

“Aku membuatnya untuk bersenang-senang.” Ungkap nenek Rosa.

Yang menarik lagi, Nenek Rosa tidak suka menonton televisi. Apalagi ketika keluarganya bermain smartphone saat makan bersama. Putrinya, Fran Bertalli mengungkapkan bahwa ibunya akan berteriak memarahi semua anggota keluarga yang menggunakan gadget.

Lanjutkan Membaca ↓