Penyebab HIV, Gejala dan Pengobatannya yang Perlu Diketahui

Oleh Rizzaq Aynur Nugroho pada 11 Apr 2019, 14:30 WIB
Diperbarui 25 Sep 2019, 18:10 WIB
[Bintang] Ilustrasi HIV

Liputan6.com, Jakarta Penyebab HIV kebanyakan adalah karena pergaulan bebas dan sering melakukan hubungan seksual yang berisiko. HIV akan menular melalui cairan yang keluar dari tubuh seperti darah, cairan yang keluar dari alat kelamin, dan ASI dari ibu menyusui.

Namun selain itu masih banyak penyebab HIV lainnya yang perlu kamu ketahui dan waspadai. Sebelum mengetahui lebih lanjut mengenai penyebab HIV, ada baiknya mengetahui lebih dulu apa itu HIV dan juga AIDS.

HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini merupakan virus yang bisa menyebabkan AIDS. HIV akan menyerang sistem kekebalan tubuh, yang mana adalah pertahanan tubuh dari berbagai penyakit.

Kemudian jika kekebalan tubuh seseorang telah dirusak oleh virus, maka akan berkembang menjadi AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome. AIDS adalah infeksi dan penyakit yang muncul karena virus HIV.

Orang yang mengidap HIV belum tentu terjangkit AIDS jika ditangani dengan cepat dan tepat. Namun orang yang mengalami AIDS dipastikan di dalam tubuhnya terdapat virus HIV.

Virus HIV ini dapat dideteksi dengen cek darah atau cek VCT yang bisa dilakukan dipuskesmas atau rumah sakit. Jika kamu sering melakukan hubungan seksual yang berisiko, alangkah baiknya untuk tes HIV segera.

Berikut ini Liputan6.com sudah merangkum beberapa penyebab HIV dari berbagai sumber, Kamis (11/4/2019).

2 of 4

Penyebab HIV

Ilustrasi HIV/AIDS (2)
Ilustrasi HIV/AIDS

1. Hubungan Seksual

Memang tidak semua hubungan seksual yang dilakukan dapat menjadi faktor penyebab HIV. Namun hubungan seksual yang berisiko seperti bergonta-ganti pasangan, tidak menggunakan alat pengaman, tidak setia dengan satu pasangan, dan hubungan seksual berisiko lainnya. Virus ini akan masuk ke dalam tubuh melalui cairan yang dikeluarkan melalui alat kelamin, contohnya dari vagina, anus, hingga mulut.

2. Berbagi Jarum Suntik

Berbagi jarum suntik dengan penderita HIV juga bisa menjadi penyebab HIV. Misalnya jarum suntik yang digunakan bersama saat membuat tato, atau saat menggunakan narkoba suntik.

3. Tranfusi Darah

Penyebab HIV selanjutnya adalah tranfusi darah. Penularan HIV dapat disebabkan karena tranfusi darah yang dilakukan oleh pendonor darah yang memiliki virus HIV kepada orang yang tidak memiliki virus HIV.

3. Ibu Hamil dan Menyusui

Ibu hamil dan menyusui yang terindikasi memiliki virus HIV bisa menularkannya ke janin atau anaknya. Hal ini disebabkan karena ASI berasal dari dalam tubuh sang ibu yang terinveksi virus HIV.

Perlu diketahui, bahwa HIV tidak dapat ditularkan dari sentuhan atau kontak kulit seperti berjabat tangan atau berpelukan dengan penderita HIV. Cairan dalam tubuh seperti ludah, air mata, keringat, juga tidak akan bisa menularkan virus ini.

Namun perlu digaris bawahi, kecuali bila penderita mengalami sariawan, gusi berdarah, atau terdapat luka terbuka di mulut, kemudian menggunakan barang pribadi seperti sikat gigi secara bersama-sama.

3 of 4

Gejala HIV dan AIDS

Millennial's Alert: Yuk, Kupas Tuntas Fakta Seputar HIV
(c) Shutterstock

Gejala HIV tidak akan terkihat secara langsung ketika kamu pertama terinfeksi. Biasanya gejala HIV akan muncul tanpa disadari dan dikira hanya gejala sakit biasa.

Orang yang mengidap HIV tanpa memperlihatkan gejala bahwa ia terinfeksi juga bisa menularkan virus ini. Berikut Gejala pertama dari HIV yang umum terjadi.

1. Demam

2. Sakit kepala

3. Kelelahan

4. Nyeri otot

5. Kehilangan berat badan

6. Bembengkakan kelenjar getah bening

Jika HIV sudah berubah atau mengarah pada AIDS biasanya akan menimbulkan gejala yang lebih parah lagi seperti berikut.

1. Sariawan berlebihan

2. Infeksi jamur di bagian alat kelamin

3. Penyakit radang panggul kronis

4. Muncul jamur di mulut

5. Kelelahan tanpa sebab

6. Berat badan turun lebih dari lima kilogram tanpa sebab

7. Kulit sensitif

8. Berkeringat di malam hari dan sering demam

9. Batuk kering terus menerus

10. Sesak nafas yang terjadi terus menerus

Jika kamu mengalami tanda-tanda di atas, alangkah baiknya untuk segera periksakan diri ke dokter. Agar dokter dapat mendiaknosa penyakit apa yang sedang kamu derita.

4 of 4

Diagnosis dan Pengobatan HIV

Ilustrasi tes HIV
Kini tak ada lagi alasan untuk enggan periksa HIV karena sudah ada cara yang cepat dan praktis. (foto: shutterstock)

Tes darah memungkinkan dokter untuk menentukan apakah Anda terinfeksi virus HIV. Keakuratan tes bergantung pada waktu paparan terakhir untuk HIV (hubungan seks tanpa kondom, berbagi jarum). Jika Anda pernah melakukan berbagai tindakan yang berisiko HIV, Anda bisa terinfeksi virus setiap saat.

Oleh karena itu, lebih baik melakukan tes HIV untuk mengetahui status kesehatan Anda. Butuh waktu sekitar 3 bulan untuk antibodi HIV muncul pada tes HIV.

Kemudian jika kamu ternyata mengidap HIV maka biasanya dokter akan melakukan pengecekan lebih lanjut seperti pengecekan TBC dan lain sebagainya. Setelah itu kamu akan diberi obat ARV yang harus dikonsumsi seumur hidup.

Perlu kamu ketahui juga bahwa HIV tidak bisa disembuhkan atau dihilangkan dari dalam tubuh 100 persen. Fungsi dari mengkonsumsi obat ARV adalah untuk menekan pertumbuhan virus HIV sehingga tidak merusak komponen-komponen atau organ dalam tubuh lainnya dan menimbulkan AIDS atau infeksi yang lebih parah.

Maka dari itu hindari segala jenis bentuk penyebab HIV, jangan melakukan hubungan seksual yang berisiko, dan rajinlah untuk tes HIV untuk mengetahui virus tersebut apakah ada dalam tubuhmu. Ingat, jauhi penyakitnya bukan orangnya.

Lanjutkan Membaca ↓