Joshua, Bocah 6 Tahun Penyandang Autisme yang Bisa Kuliah di Oxford

Oleh Afifah Cinthia Pasha pada 10 Apr 2019, 14:55 WIB
Diperbarui 12 Apr 2019, 14:13 WIB
Joshua Beckfort

Liputan6.com, Jakarta Anak usia 6 tahun biasanya masih menyukai bermain dan berekplorasi. Secara umum, anak usia 6 tahun sudah memasuki tahap usia sekolah dasar. Akan tetapi beda dengan anak satu ini.

Joshua Beckford adalah anak hebat tersebut. Bocah 6 tahun ini tercatat berhasil masuk kuliah di Universitas Oxford. Joshua diketahui menyandang austime, dan menjadi bocah tercerdas di dunia.

‘Di balik kekurangan, tersimpan kelebihan,’ kata-kata itulah yang tampaknya pantas disematkan kepada Joshua Beckford. Lalu, bagaimana kisah Joshua hingga bisa masuk Oxford? Berikut Liputan6.com rangkum dari London Live tentang sosok Joshua, Rabu (10/4/2019).

2 dari 4 halaman

Bocah Ajaib Ini Masuk Jurusan Filsafat dan Sejarah.

Sejak kecil Joshua Beckford telah menjadi bocah yang sangat spesial. Pada usia dua tahun, dia dengan cepat bisa membaca dengan lancar menggunakan phonics. Dia juga sudah bisa berbicara bahasa Jepang setahun kemudian. Pada usia enam tahun, dia menjadi orang termuda di dunia yang masuk Filsafat dan Sejarah di Universitas Oxford.

Ayah Joshua, Knox Daniel, menemukan kemampuan belajar anaknya yang unik saat usia anaknya masih 10 bulan. Kala itu, Joshua tengah duduk di pangkuannya dan memainkan sebuah komputer.

“Saya mulai memberi tahu Joshua huruf-huruf di keyboard itu dan saya menyadari bahwa dia mengingat dan dapat mengerti. Jadi, jika saya mengatakan kepadanya untuk menunjukkan sebuah huruf, dia bisa melakukannya. Kemudian kami beralih ke warna,” ujar Daniel, seperti yang Liputan6.com lansir dari London Live.

3 dari 4 halaman

Menjadi Bocah Termuda yang Berhasil Masuk Oxford

Joshua Beckfort
Joshua Beckfort (sumber: bmanadvocacy)

Saat Joshua memasuki usia 6 tahun, ayahnya mengetahui ada program di Oxford University yang khusus ditujukan untuk anak-anak berusia antara delapan dan tiga belas tahun. Akhirnya Daniel mendaftarkan anaknya ke Oxford dan berharap mendapat izin masuk meski anaknya lebih muda dari usia yang telah ditentukan untuk program tersebut.

Beruntung, dia diberi kesempatan untuk mendaftar, sekaligus menjadi siswa termuda yang pernah diterima.

Di Oxford, Joshua mempelajari filsafat dan sejarah dan lulus dengan sangat baik. Ia menjadi sarjana muda saat berusia 13 tahun. Joshua juga unggul dalam bidang sains, matematika, sejarah, dan bahasa asing, termasuk Jepang, China, Prancis, dan Jerman.

Dari berbagai bidang yang ia minati dan kuasai, Joshua punya keinginan untuk menjadi astronaut.

Selama masa studinya, ia juga memiliki minat yang kuat terhadap negara Mesir. Hal itu ia tuangkan dengan menulis buku anak-anak tentang Mesir. Bukan hanya itu, Joshua juga menjadi ikon kampanye Black and Minority (BME) yang ada di bawah naungan National Autistic Society.

4 dari 4 halaman

Ingin Menyelamatkan Dunia

Joshua juga melakukan penggalangan dana untuk tiga badan amal autisme, dua di Afrika dan satu di Inggris. Joshua lantang dalam melakukan kampanye untuk menyelamatkan dunia. Dan baru-baru ini dia telah melahirkan sebuah puisi dengan judul “Saving Mother Earth” di Konferensi International TED x Vienna.

Kini bocah asal Tottenham itu sedang mengejar cita-citanya menjadi seorang dokter spesialis bedah saraf. Atas berbagai prestasinya, kecerdasan luar biasa yang dimiliki Joshua ini telah diakui secara internasional. Bahkan ia masuk ke dalam daftar orang terpintar di dunia.

“Aku ingin menyelamatkan bumi. Aku Ingin mengubah dunia dan mengubah ide orang untuk melakukan hal yang benar tentang bumi,” ujar Joshua ihwal rencana di masa depannya.

Lanjutkan Membaca ↓