Gejala Flu Singapura Hingga Penanganannya ini Perlu Kamu Ketahui

Oleh Rizzaq Aynur Nugroho pada 26 Mar 2019, 13:50 WIB
Diperbarui 26 Mar 2019, 13:50 WIB
ilustrasi anak sakit
Perbesar
ilustrasi anak sakit (sumber: Pexels)

Liputan6.com, Jakarta Flu Singapura adalah salah satu jenis flu yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini biasanya lebih sering menyerang anak-anak namun bisa saja terjadi pada orang dewasa. Jika flu biasa gejalanya mungkin hanya batuk, pusing, hidung mampet atau sulit bernafas, maka berbeda dengan gejala flu Singapura.

Beberapa gejala flu Singapura antara lain adalah munculnya bintil-bintil berair, sariawan di dalam mulut, iritasi pada tangan, dan kaki. Bahkan sering kali luka tersebut juga muncul di siku, bokong, lutut, lipatan paha, dan bagian tubuh lainnya.

Flu Singapura umumnya disebabkan oleh virus-virus dari keluarga enterovirus. Salah satu contoh virus dari keluarga enterovirus yang sering menyebabkan flu Singapura adalah coxsackievirus A16.

Virus ini hidup di dalam cairan hidung, tenggorokan, air ludah, tinja, dan cairan ruam kulit. Virus ini dapat mudah ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau barang yang terkontaminasi oleh virus tersebut.

Flu Singapura dapat berisiko pada siapa saja, namun lebih umum diderita oleh anak-anak atau balita. Kebersihan diri yang buruk juga dapat membuat virus penyebab flu Singapura musah masuk ke dalam tubuh kita. Flu Singapura juga merupakan penyakit mudah ditularkan hanya dengan kontak dengan penderita.

Jika seseorang terkena flu Singapura lebih baik untuk segera mendapatkan penanganan dokter agar tidak terjadi hal-hal yang buruk. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai flu Singapura, berikut ini Liputan6.com sudah merangkum beberapa informasi mengenai flu Singapura, Selasa (26/03/2019)

2 dari 4 halaman

Gejala Flu Singapura

Ilustrasi anak sakit
Perbesar
Pada musim hujan anak rentan terkena demam. Bagaimana cara menghindarinya?

1. Jika flu Singapura terjadi pada anak-anak atau balita, kemungkinan gejala flu Singapura yang umum terjadi adalah demam sengan suhu tubuh 38 sampai dengan 39 derajat selsius disertai rewel, lesu, dan bisa juga disertai pilek.

Gejala flu Singapura yang pertama ini sering diartikan sebagai gejala flu biasa, namun jika terjadi gejala-gejala berikutnya, bisa saja seseorang terkena flu Singapura.

2. Gejala flu Singapura selanjutnya yang terjadi pada anak dengan usia yang lebih dewasa biasanya dia akan mengeluhkan sakit tenggorokan. Jika pada bayi mungkin ia tidak akan mengeluhkan rasa sakit di tenggorokan. Namun biasanya bayi yang mengalami gejala flu Singapura akan menolak Asi atau tidak mau makan dan minum karena rasa sakit saat menelan.

3. Gejala flu Singapura selanjutnya yang akan terjadi adalah munculnya bintil-bintil merah yang kemudian berubah menjadi luka. Bintil-bintil ini bisa terjadi di bagian mulut yang bentuknya menyerupai sariawan.

Kemudian bintil-bintil merah datar dan berisi cairan dan bahkan melepuh akan muncul pada telapak tangan dan telapak kaki. Bagian tubuh lainnya juga bisa muncul bintil-bintil seperti pada bokong, siku, atau daerah genital.

4. Flu Singapura juga akan membuat nafsu makan menjadi menurun. Hal ini bisa terjadi karena faktor sariawan yang terjadi atau rasa sakit ditenggorokan saat menelan atau minum. Lemah dan lesu juga bisa membuat anak-anak enggan untuk makan. Selain itu flu Singapura juga dapat menyebabkan dehidrasi karena kekurangan cairan, dan membuat tubuh anak-anak menjadi lemas.

3 dari 4 halaman

Penanganan Flu Singapura

Lip 6 default image
Perbesar
Gambar ilustrasi

Meski tidak harus ditangani dengan serius, dan dapat sembuh kurang lebih satu minggu tanpa penanganan serius di rumah sakit, sebaiknya konsultasikan segera ke dokter.

Flu Singapura disebabkan oleh virus, jadi tidak perlu mengonsumsi antibiotik untuk meredakannya. Beberapa penanganan di rumah bisa dilakukan antara lain.

1. Untuk meredakan rasa nyeri dan demam, berikan asetaminofen atau ibuprofem. Jangan berikan aspirin kepada anak-anak atau remaja di bawah umur 16 tahun karena dapat beresiko menimbulkan penyakit sindrom reye.

2. Beristirahat secukupnya dan konsumsi banyak cairan. Minum minuman dingin juga bisa mengurangi rasa sakit pada tenggorokan.

3. Jangan memberikan makanan yang berat, pedas dan juga asam kepada penderita. Hal ini dapat menyebabkan rasa perih yang lebih parah pada area mulut atau tenggorokan yang sedang sakit.

4 dari 4 halaman

Pencegahan Flu Singapura

anak mencuci tangan
Perbesar
ilustrasi anak mencuci tangan/copyright Rawpixel

Flu Singapura memang mudah ditularkan dari orang lain, namun beberapa cara ini dapat mencegah flu Singapura untuk menyebar, dan kita bisa terhindar dari penyakit ini.

1. Mengisolasi pengidap flu Singapura.

2. Selalu menjaga kebersihan khususnya di area yang bisa terkontaminasi oleh virus.

3. Cicilah tangan dengan bersih, upayakan untuk menggunakan sabun antiseptik.

4. Mengkonsumsi makanan yang sehat dan bernutrisi

5. Tidak mencium anak yang sedang mengidap flu Singapura.

6. Mengajari anak untuk menjaga kebersihan dan tidak berbagi peralatan makan atau minum kepada orang lain.

Itulah beberapa informasi mengenai penyakit flu Singapura yang perlu kamu ketahui. Memberikan edukasi kepada anak-anak sejak dini mengenai kebersihan dan juga kesehatan harus dilakukan agar anak bisa terhindar dari berbagai macam penyakit yang bisa menyerangnya.

Lanjutkan Membaca ↓