Pelajaran Biologi Cuma 1 Persen Materi Reproduksi

Oleh Aditya Eka Prawira pada 26 Nov 2013, 20:00 WIB
Diperbarui 26 Nov 2013, 20:00 WIB
hiv-aids130304b.jpg
Perbesar
Mata pelajaran biologi di Sekolah dianggap tak mendalam untuk membekali para murid mengenai bahaya dari HIV AIDS dan kesehatan reproduksi. Terlebih, di zaman sekarang ini banyak remaja berusia 14 tahun yang hamil dan dinyatakan positif HIV AIDS.

"Mata pelajaran biologi dibilang cukup, memang sudah cukup. Hanya pendalamannya saja yang belum," kata Dr. Ulil Albab perwakilan PAOGI (Persatuan Anggota Muda Obstetri dan Ginekologi) FKUI-RSCM.

Ini disampaikan Ulil Albab dalam acara 'Lindungi Generasi Muda dari HIV/AIDS', di Blackcat Cafe Gedung Arcadia, ditulis Selasa (26/11/2013)

Menurut Ulil, materi mengenai kesehatan reproduksi pada mata pelajaran biologi hanya satu persen, sedangkan para remaja itu butuh secara menyeluruh. Secara otomatis, dari pembahasan yang hanya satu persen itu tidak dibahas secara mendetail.

Maka itu, lanjut Ulil Albab, penting bagi pihak-pihak yang memang peduli akan masa depan remaja itu di masa akan datang, untuk memberikan penyuluhan mengenai kesehatan reporoduksi ini.

"Kalau dokter spesialis langsung yang memberikan materinya, mereka antusias. Ketika mereka antusias dan akhirnya memahaminya, nantinya mereka yang akan memberitahunya kepada orang terdekat, termasuk orangtua dan gurunya sendiri," kata Ulil Albab menerangkan.

(Adt/Mel/*)