Bidan, Jadilah Sahabat Para Remaja!

Oleh Kusmiyati pada 25 Nov 2013, 10:00 WIB
Diperbarui 25 Nov 2013, 10:00 WIB
bidan-ppt-130514b.jpg
Perbesar
Meningkatnya kasus penyimpangan dan masalah seksualitas yang melibatkan remaja di Indonesia menjadi perhatian khusus Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Ini terjadi terutama karena minimnya pengetahuan reproduksi di kalangan remaja.

Menurut Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, Dr. Sudibyo Alomoeso, MA, masalah remaja tersebut dapat memengaruhi pencapaian Millenium Develompent Goals (MDGs).

"Remaja hamil karena melakukan seksual pranikah mengakibatkan putus sekolah, secara ekonomi belum siap maka tingkat kemiskinan meningkat, semakin banyak pernikahan dini terkadang memunculkan kasus KDRT karena emosinya belum siap," kata Sudibyo.

Selain itu menurut Sudibyo, dari segi kesehatan remaja yang hamil di bawah usia 20 tahun berisiko bayi lahir prematur dan meningkatnya kematian ibu.

Untuk itu BKKBN mengajak para bidan menjadi sahabat remaja agar dapat memberikan informasi lengkap terkait kesehatan reproduksi.
 
“Bidan adalah sumber yang paling terpercaya dan kompeten di bidang kesehatan reproduksi, sehingga sangat cocok menjadi pusat informasi dan konseling remaja," kata Sudibyo, ditulis Senin (25/11/2013).

Selain Sudibyo, Inspektur Utama BKKBN Mieke Siangian mengatakan jika bidan bisa besahabat dengan remaja, maka dampaknya sangat luas kepada sendi kehidupan mulai sejak dalam kandungan hingga menjadi lansia.
   
“Sangat tepat dan efektif bidan menjadi pembimbing kesehatan reproduksi Remaja dan lebih efektif. Adanya bidan diharapkan kegiatan konseling lebih terjamin,”tuturnya.

(Mia/Abd)