Catatan Penting untuk Pasangan yang Masih Berusia Muda, Camkan!

Oleh Kusmiyati pada 11 Sep 2013, 10:00 WIB
Diperbarui 11 Sep 2013, 10:00 WIB
cincin-kawin-130626b.jpg
Perbesar
Kehamilan perlu direncanakan terutama bagi pasangan yang menikah muda. Karena itu, pasangan yang menikah muda perlu mengatur kehamilan agar tidak berisiko baik segi fisik ataupun mental.

Direktur Bina Kesehatan Anak Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH menyebutkan, tidak mudah menjadi ibu muda. Selain berisiko mengganggu kesehatan jiwa juga memicu kematian bayi dan ibu.

"Ibu muda menyumbang kematian ibu, bayi dan balita. Kematian pada anak mencapai 50 per 1000 kelahiran hidup," ujar dr. Jane ditulis Rabu (11/9/2013).

Kehamilan perlu direncanakan agar tidak berisiko maka hindari 4T yaitu Terlalu muda, Terlalu Tua, Terlalu dekat, dan Terlalu banyak.

Untuk itu pengaturan kehamilan sangat diperlukan. Beberapa alasan perlunya pengaturan kehamilan yaitu:
  • Memulihkan kesehatan dan kesiapan fisik setelah melahirkan
  • Meningkatkan konsentrasi untuk mengasuh anak
  • Merencanakan kesiapan ekonomi
  • Menunggu sampai kesiapan fisik yang ideal untuk hamil kembali
Bila memutuskan untuk menikah menurut Psikolog Adelina Syarief SE, Mpsi perlu adanya persiapan fisik, jiwa, sosial dan ekonomi.

"Menikah perlu persiapan fisik, jiwa, sosial dan ekonomi," ungkap Adel.

Menurut Dinas Kesehatan yang dikutip Buku Pemantauan Kesehatan Remaja setelah menikah, berhubungan seksual yang aman yaitu setia pada pasangan dan menggunakan alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan sampai usia di atas 20 tahun untuk menjaga jarak kehamilan. Selain itu mencegah risiko terjangkitnya penyakit seksual.

(Mia/Abd)