Penyakit yang Biasa Diobati dengan Ganja, Apa Saja?

Oleh Kusmiyati pada 14 Agu 2013, 15:00 WIB
Diperbarui 14 Agu 2013, 15:00 WIB
ganja-medis2-130814b.jpg
Perbesar
Ganja lebih dikenal sebagai salah satu jenis narkotika yang penggunaannya diatur dalan Undang-Undang di banyak negara. Belakangan ini tidak sedikit negara yang melegalkan penggunaan ganja untuk keperluan medis.

Misalnya di Colorado Amerika Serikat menurut Amandemen 20 yang melegalkan ganja untuk medis. Menurut Denver Medical Marijuana Evalutation Doctor di Colorado, Dr. Alan Shackelford ada delapan kondisi medis yang pasien dapat menggunakan ganja dikutip CNN, Rabu (14/8/2013).

Kondisi tersebut yaitu kanker, glaukoma, HIV / AIDS, kejang otot, kejang, sakit parah, mual dan penurunan berat badan cachexia dan atrofi otot.

Rata-rata pasien dalam program ini berusia 42 tahun. Ada 39 pasien di bawah usia 18 tahun. Para ilmuwan berpikir CBD dapat menenangkan aktivitas listrik dan kimia yang berlebihan di otak yang menyebabkan kejang.

Para ilmuwan tidak sepenuhnya memahami dampak jangka panjang penggunaan ganja yang mungkin terjadi pada anak-anak.

Studi menunjukkan efek negatif, seperti fungsi paru-paru berkurang atau peningkatan risiko serangan jantung, terutama dilakukan pada perokok ganja dewasa.

Anak masih mengalami perkembangan otak. Penelitian awal menunjukkan bahwa perokok ganja di usia dini memiliki IQ lebih rendah di kemudian hari.

Selain itu memiliki risiko stroke lebih tinggi  dan peningkatan gangguan psikotik. Menurut Dr. Alan ganja dapat diberikan pada anak ketika memang benar-benar tidak ada obat lagi kecuali ganja.

(Mia/Abd)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya