Jokowi Minta Menkes Budi Monitor Layanan Medis Korban Tragedi Arema

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 02 Okt 2022, 11:16 WIB
Diperbarui 02 Okt 2022, 11:16 WIB
FOTO: Pidato Virtual Presiden Jokowi di Sidang Majelis Umum PBB
Perbesar
Presiden Indonesia Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan pidato secara virtual di Sidang Majelis Umum PBB, Rabu (22/9/2021). Jokowi menyebut potensi kekerasan dan marjinalisasi perempuan di Afghanistan, kemerdekaan Palestina, dan krisis politik Myanmar harus jadi fokus bersama. (UN Web TV via AP)

Liputan6.com, Malang - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, untuk memonitor layanan medis korban tragedi Arema di Stadion Kanjuruhan, Malang. Tragedi usai laga Arema dan Persebaya pada Sabtu, 1 Oktober 2022 memakan korban lebih dari 120 orang.

Dari seluruh korban jiwa dari tragedi Arema vs Persebaya, 34 orang meninggal dunia saat di stadion dan 93 orang meninggal dunia di rumah sakit

Selain korban jiwa, sampai Minggu pagi ini, 2 Oktober 2022, masih ada 180 orang yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Malang. Seluruhnya sesak napas kekurangan oksigen.

"Saya telah meminta Menkes dan Gubernur Jawa Timur untuk memonitor khusus layanan medis bagi korban yang sedang dirawat di rumah sakit agar mendapatkan pelayanan terbaik," kata Jokowi saat memberikan keterangan pers di Istana Bogor, Jawa Barat pada 2 Oktober 2022.

Jokowi turut memerintahkan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali; Kapolri, Listyo Sigit Prabowo; dan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Mochamad Iriawan untuk melakukan evaluasi dari laga Arema vs Persebaya.

"Saya juga telah perintahkan kepada Menpora, Kapolri, dan Ketua Umum PSSI untuk melakukan evaluasi menyeluruh tentang pelaksanaan pertandingan sepak bola dan juga prosedur pengamanan penyelenggaraannya," Jokowi melanjutkan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Usut Tuntas Kasus

Foto: Nasib Malang Sepak Bola Indonesia, 127 Orang Kehilangan Nyawa di Stadion Kanjuruhan
Perbesar
Banyak suporter Arema FC tak berdosa meregang nyawa saat berdesak-desakan menghindari gas air mata yang juga diarahkan ke tribune. (AP/Yudha Prabowo)

Kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Jokowi meminta melakukan investigasi tragedi Kanjuruhan Malang.

"Khusus kepada Kapolri, saya minta melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini. Untuk itu, saya juga memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan," katanya.

Kabar terbaru, PSSI melarang Arema FC menjadi tuan rumah sampai Liga 1 Indonesia musim 2022 - 2023 ini selesai setelah kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022) usai Arema melawan Persebaya.

"Tim Arema FC dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi musim ini," ujar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dalam laman PSSI, Minggu (2/10/2022).

Iriawan mengatakan bahwa PSSI menyesalkan peristiwa yang disebut-sebut menimbulkan korban jiwa itu. PSSI sudah membentuk tim investigasi yang segera berangkat ke Malang untuk menemukan gambaran utuh mengenai kejadian tersebut.


Liga 1 Dihentikan Sementara

Tragedi Kanjuruhan, Arema FC Dilarang Jadi Tuan Rumah Lagi
Perbesar
Tragedi Kanjuruhan, Arema FC Dilarang Jadi Tuan Rumah Lagi

Mochamad Iriawan juga menegaskan dukungan kepada polisi guna menyelidiki kerusuhan Arema vs Persebaya.

"Kami berduka cita dan meminta maaf kepada korban serta semua pihak atas insiden tersebut," lanjut Iriawan.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) sendiri sudah memutuskan Liga 1 Indonesia musim ini selama satu pekan setelah kerusuhan.

Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani mempertanyakan prosedur pengamanan dalam laga derby antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada Sabtu malam (1/10/2022).

"Kenapa bisa terjadi tragedi yang memakan korban jiwa sebanyak itu di lapangan sepakbola? Bagaimana proses pelaksanaan oleh panitia penyelenggara? Bagaimana prosedur pengamanannya?," kata Puan dalam keterangannya, Minggu (2/10/2022).

Puan meminta, aparat kepolisiam mengusut tuntas tragedi Arema, Malang ini. Menurut Puan, peristiwa tersebut mutlak harus diinvestigasi secara menyeluruh.

“Semua harus diinvestigasi secara menyeluruh. Tidak boleh tidak! Ini soal nyawa orang yang hilang,” katanya.


Evaluasi Total Liga Sepak Bola

Arema Vs Persebaya
Perbesar
Duel Arema vs Persebaya di BRI Liga 1. (Iwan Setiawan/Bola.com)

Menurut Puan Maharani, pertandingan sepak bola di stadion seharusnya menjadi tempat hiburan yang menyenangkan bagi masyarakat umum, termasuk para supporter dalam mengekspresikan dukungan kepada tim kesayangannya.

“Bukan malah menjadi tempat terjadinya tragedi yang menghilangkan seratusan lebih nyawa manusia. Nyawa manusia, nyawa kita, terlalu berharga hanya untuk sebuah pertandingan sepakbola yang berakhir dengan kerusuhan,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Ketua DPR RI meminta PSSI juga berbenah diri serta mengevaluasi total pelaksanaan liga sepak bola nasional.

“Kami meminta liga nasional dihentikan sementara untuk menghormati para korban, sambil menunggu hasil investigasi menyeruluh atas tragedi ini,” tegas Puan Maharani.

Pada kesempatan ini, Puan juga menyampaikan belasungkawa atas tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menelan ratusan korban jiwa. Akibat tragedi pasca laga Arema versus Persebaya itu, ratusan orang juga mengalami luka-luka .

“Apa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan tadi malam adalah peristiwa yang memilukan. Atas nama Ketua DPR RI, saya turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dari tragedi tersebut,” ucapnya.

Infografis Pasca-Putusan MK Tolak Ganja Medis, Adakah Peluang Legalisasi? (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Pasca-Putusan MK Tolak Ganja Medis, Adakah Peluang Legalisasi? (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya