RI Siap-Siap Menuju Endemi, Ini Situasi COVID-19 Tanah Air

Oleh Liputan6.com pada 03 Okt 2022, 06:00 WIB
Diperbarui 03 Okt 2022, 06:00 WIB
FOTO: Pemerintah Umumkan Pelonggaran Pemakaian Masker di Luar Ruangan
Perbesar
Sejumlah warga menyeberang jalan di kawasan Jalan Thamrin, Jakarta, Selasa (17/5/2022). Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengumumkan kebijakan pelonggaran penggunaan masker karena situasi pandemi COVID-19 di Indonesia sudah menunjukkan perbaikan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Penularan COVID-19 masih terjadi tapi trennya terus menurun sejak akhir Agustus 2022. Indonesia pun kini bersiap untuk menuju endemi COVID-19.

"Sesuai pengumuman Dirjen WHO (Tedros Adhanom Ghebreyesu) saat ini secara global kita telah menghadapi suatu masa yang menggembirakan di mana tanda-tanda hilangnya pandemi sudah mulai terlihat," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril.

Menilik data di Indonesia, ada beberapa parameter yang menunjukkan perbaikan kasus COVID-19 di Tanah Air. Pertama, kasus konfirmasi mingguan yang terlihat tren penurunan. Dari minggu ketiga Agustus sampai pekan ini terlihat tren penurunan kasus tiap pekan.

"Bila melihat periode per minggu, terjadi penurunan sejak 22 Agustus 2022. Saat ini rata-rata kasus harian di 2000-an," kata Syahril dalam jumpa pers pada Jumat, 30 September 2022.

Penurunan kasus konfirmasi COVID-19 dibarengi dengan penurunan positivity rate mingguan menjadi 6,38 persen dalam minggu terakhir.

Syahril mengatakan dalam 2-3 minggu terakhir ini, kasus kematian akibat COVID-19 rata-rata sebanyak 123 orang per minggunya. Ini lebih rendah dibandingkan rata-rata angka kematian tertinggi yakni 151 orang. Syahril menuturkan angka kematian akibat COVID-19 terus menurun sejak Agustus 2022.

"Ini menunjukkan data kematian per minggu sejak Agustus itu melandai," terang Syahril.

Lalu, melihat angka perawatan pasien COVID-19 di rumah sakit terus menunjukkan penurunan. Bed Occupancy Ratio (BOR) terus mengalami penurunan dari angka 5 persen pada 10 September menjadi 4,8 persen saat ini.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Peningkatan Kasus di 8 Provinsi

Hut Jogja
Perbesar
Tugu Golong Gilig, sebagai ikon Kota Yogyakarta

Di tengah tren kasus COVID-19 yang menurun tapi ada beberapa provinsi yang masih menunjukkan peningkatan kasus.

Syahril mengatakan ada delapan provinsi di Indonesia yang mengalami peningkatan kasus selama satu minggu terakhir. Provinsi tersebut yakni Daerah Istimewa Yogyakarta, Bangka Belitung, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Utama.

Sementara itu, 26 provinsi yang lain terjadi penurunan kasus harian.

 


Transisi Menuju Endemi

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril berbicara tentang kondisi pasien cacar monyet pertama di RI. (Foto: Ade Nasihudin/Liputan6.com)
Perbesar
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril berbicara tentang kondisi pasien cacar monyet pertama di RI. (Foto: Ade Nasihudin/Liputan6.com)

Menuju endemi, Syahril menyampaikan Indonesia mengadopsi enam strategi WHO. Mulai dari mengomunikasikan risiko melalui sosialisasi kepada masyarakat bahwa pandemi COVID-19 masih ada dengan risikonya.

Lalu, melakukan vaksinasi dosis 1, dosis 2 hingga vakasinasi booster. Selanjutnya memastikan sistem pelayanan kesehatan dari hulu ke hilir sebagai antisipasi jika terjadi lonjakan kasus.

Tak ketinggalah upaya pengendalian secara menyeluruh dan berkesinambungan.

Secara khusus juga dilakukan penguatan upaya surveilans di Indonesia. Mulai dari transisi dari case-based nation whole survailance ke sentimel surveillance, melakukan integrasi survailens COVID-19.

Perlu juga menguatkan community based surveillance yang akan terintegrasi dengan Sistem Kewaspadaan Diri dan Respons (SKDR) yang ada di puskesmas.

“Kesiapan masyarakat untuk tetap waspada termasuk betul betul menyiapkan langkah kita menuju endemi, paling penting dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, termasuk disiplin memakai masker," kata Syahril.

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya