Imunitas COVID-19 Tinggi, Ahli Nilai Pembatasan Kegiatan Masyarakat Tak Lagi Perlu

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 30 Sep 2022, 17:02 WIB
Diperbarui 30 Sep 2022, 21:47 WIB
Mengunjungi Festival Batavia Kota Tua
Perbesar
Pengunjung saat mendatangi Festival Batavia Kota Tua, Jakarta, Minggu (28/8/2022). Festival yang berlangsung hingga hari ini tersebut menampilkan sejumlah kesenian tradisional maupun modern dan memamerkan sejumlah produk UMKM di Jakarta sekaligus sebagai momentum diresmikannya wajah baru Kota Tua pasca direvitalisasi. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Tim Pandemi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono mengemukakan, pembatasan kegiatan masyarakat dinilai tak lagi diperlukan. Pernyataan ini termasuk usulan kepada Pemerintah untuk menghentikan pembatasan kegiatan masyarakat.

Pembatasan kegiatan yang dimaksud adalah pembatasan yang tertuang melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (InMendagri) Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Kondisi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Pada InMendagri PPKM, baik di Jawa - Bali maupun Luar Jawa - Bali, diatur sejumlah pembatasan kegiatan masyarakat, yang kini seluruh provinsi di Indonesia masuk kategori Level 1.

Contoh pengaturan pembatasan kegiatan di antaranya, jam operasional kegiatan, kapasitas orang di fasilitas publik, dan pembatasan perjalanan.

"Terhadap usulan kami adalah upaya pembatasan kegiatan masyarakat sebagai intervensi untuk pengendalian pandemi tidak lagi diperlukan. Karena tingkat imunitas penduduk tinggi," terang Pandu saat sesi Media Briefing: Kapan Pandemi Berakhir? ditulis Jumat (30/9/2022). 

"Kita bisa menuntaskan dan memperkuat imunitas pada penduduk yang sangat berisiko (dengan tetap mengejar vaksinasi COVID-19)."

Sebagaimana hasil survei serologi antibodi penduduk Indonesia terhadap virus SARS-CoV-2 yang dilakukan Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan dan Tim Pandemi FKM UI periode Juli - Agustus 2022, kadar antibodi penduduk Indonesia meningkat, dari yang sebelumnya 444 unit per mililiter menjadi 2.097 unit per mililiter.

"Kita optimis bahwa kita menuju status kedaruratan kesehatan (pandemi) akan dihentikan, tapi tahapannya ada, usulan pembatasan kegiatan tak lagi diperlukan dan tetap vaksinasi," lanjut Pandu.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Optimistis Pembatasan Kegiatan Dihapus

Penetapan Tarif  Integrasi Layanan Transportasi di Jakarta
Perbesar
MRT dan bus TransJakarta melintas di Jakarta, Kamis (11/8/2022). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan paket tarif integrasi untuk layanan transportasi umum massal yakni TransJakarta, MRT, dan LRT dengan plafon maksimum satu kali perjalanan sebesar Rp 10 ribu. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Pada kesempatan yang sama, epidemiolog Iwan Ariawan optimistis Pemerintah sebentar lagi akan menghapus pembatasan kegiatan masyarakat.

"PPKM itu kan sebetulnya pembatasan kegiatan. Itu dipakai untuk mengendalikan pandemi, sebetulnya PPKM itu segi 'pemaksaan' ya kan Pemerintah melarang kegiatan ini, itu dan seterusnya. Tapi kalau kita lihat di PPKM ada indikator dan levelnya," jelas Iwan menjawab pertanyaan Health Liputan6.com.

"Kalau kita lihat sekarang di Indonesia, seluruhnya Level 1, berarti pembatasan tetap ada, cuma sangat sedikit. Kita lihat bahwa dengan PPKM Level 1, yang kita tahu juga bagi masyarakat tak semuanya menaati dengan baik, kasus COVID-19 tetap terkendali."

Menurut Iwan, kasus COVID-19 yang semakin terkendali dan kekebalan masyarakat Indonesia terhadap COVID-19 tinggi, pembatasan kegiatan sebenarnya sudah bisa dihapus.

"Kami, para ahli dan epidemiolog menyarankan kepada Pemerintah. Mungkin pembatasannya kita sudah bisa hapuskan, tapi bukan indikatornya. Indikator itu tetap ada, protokol kesehatan dan vaksinasi tetap dilakukan. Saya rasa sebentar lagi Pemerintah akan mengeluarkan penghapusan pembatasan kegiatan masyarakat," ucapnya.


Pembahasan dengan Jokowi

Sempat Diguyur Hujan, CFD di HI Tetap Ramai
Perbesar
Warga bersepeda saat CFD di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (3/7/2022). Meski sempat diguyur hujan tidak menyurutkan masyarak untuk berolahraga di akhir pekan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Senada dengan Iwan Ariawan, Pandu Riono juga optimistis pembatasan kegiatan masyarakat akan segera dihapus. Ditegaskan pula pembatasan yang dimaksud dalam 'satu paket' sebagaimana dalam kebijakan PPKM.

"Saya kira pada saatnya nanti pembatasan kegiatan akan dicabut. Itu kan satu paket dalam PPKM, tapi yang dicabut adalah pembatasan kegiatan masyarakatnya, ini yang harus dipahami," paparnya.

"Saya kira nanti (pembahasan penghapusan pembatasn) akan menunggu Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin) yang sedang menghadiri UN di New York, Amerika Serikat (AS) dan juga pimpinan yang mengendalikan pandemi ini, Menko Marves (Luhut B. Pandjaitan) yang masih di sana."

Pembahasan penghapusan pembatasan kegiatan masyarakat, lanjut Pandu juga akan didiskusikan bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya kira ketika tim ini (Menkes dan Menko Marves) kembali ke Tanah Air, akan dibahas (penghapusan pembatasan) dengan Bapak Presiden. Bahwa rencana-rencana tahapan bisa segera dilakukan," katanya.

"Jadi mirip sinyal positif sebenarnya, kalau toh pembatasan masyarakat tidak menjadi intervensi untuk mengatasi lonjakan kasus, karena sudah percaya sebagian besar penduduk sudah punya imun."


Jaga Agar COVID-19 Tak Naik

Sempat Diguyur Hujan, CFD di HI Tetap Ramai
Perbesar
Warga berolahraga saat CFD di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (3/7/2022). Meski sempat diguyur hujan tidak menyurutkan masyarak untuk berolahraga di akhir pekan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ditegaskan oleh epidemiolog Iwan Ariawan, kondisi COVID-19 di Indonesia yang semakin melandai harus tetap dijaga. Penguatan protokol kesehatan (prokes) dan vaksinasi digencarkan demi menjaga agar kasus COVID-19 tak naik.

"Kita harus menjaga supaya kasus tidak naik," ucapnya.

Di sisi lain, Pandu Riono menyoroti, kondisi COVID-19 Tanah Air memang sudah jauh terkendali, tapi masih belum bagus atau ideal. Sebab, ada lansia yang belum vaksinasi booster.

"Itu masih harus dipercepat. Jadi, antara masyarakat dan Pemerintah harus sama-sama nih, karena kita ingin menjaga tenaga kesehatan (nakes) yang juga harus dilindungi. Pada awal pandemi, hampir tiap hari banyak nakes yang berguguran," paparnya.

"Karena kita sekarang sudah mempunyai kekebalan, nakes juga prokesnya tetap terjaga. Itu kita bisa mencontoh, bagaimana prokes dan vaksinasi booster sangat penting. Bagaimana caranya juga memperkuat imunitas, ya dengan vaksinasi."

Infografis Ayo Jaga dan Tingkatkan Imunitas Tubuh. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Ayo Jaga dan Tingkatkan Imunitas Tubuh. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya