Update COVID-19 Hari Ini 28 September 2022: Kasus Baru Tambah 1.915, Meninggal 19, Sembuh 1.884

Oleh Benedikta Desideria pada 28 Sep 2022, 18:24 WIB
Diperbarui 28 Sep 2022, 18:35 WIB
Pengunjung Mal Wajib Scan QR Code Aplikasi PeduliLindungi
Perbesar
Pengunjung saat scan barcode untuk memasuki mal kuningan city, Jakarta, Selasa (10/8/2021). Perpanjangan PPKM Level 4 di mal pengunjung diwajibkan mematuhi protokol kesehatan, melakukan scan barcode aplikasi Pedulilindungi dan memperlihatkan sertifikat vaksin COVID-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Penularan COVID-19 masih terjadi di Indonesia. Hari ini Rabu, 28 September 2022 hingga pukul 12.00 WIB bertambah 1.915 kasus baru Corona di Tanah Air. Penambahan kasus membuat akumulasinya menjadi 6.427.764.

Bila menilik data dari seluruh provinsi di Tanah Air, DKI Jakarta yang menorehkan tambahan terbanyak hari ini sebanyak 695 kasus COVID-19. Disusul dengan Jawa Barat (372) dan Banten (208).

Sementara itu, kasus sembuh dari COVID-19 hari ini bertambah 1.884. Akumulasi kesembuhan dari infeksi virus SARS-CoV-2 menjadi 6.250.503.

Sayang seribu sayang, di tengah penurunan kasus baru COVID-19, jumlah orang yagn meninggal masih di angka belasan. Hari ini tercatat 19 orang meninggal akibat COVID-19. Total, 158.076 orang di Tanah Air meninggal akibat Corona selama 2,5 tahun pandemi.

Bila merinci data dari Satgas COVID-19 hari ini, berikut provinsi yang melaporkan kasus meninggal akibat COVID-19:

- Sumatera Utara: 2

- Riau: 1

- Sumatera Selatan: 1

- DKI Jakarta: 3

- Jawa Tengah: 5

- DIY: 1

- Jawa Timur: 5

- Sulawesi Selatan: 1

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


63,3 Juta Orang di RI Sudah Dapat Vaksinasi COVID-19 Booster

Vaksinasi Booster Lansia di GOR Ciracas
Perbesar
Petugas medis menyuntikkan vaksin kepada warga di Gor Ciracas, Jakarta, Sabtu (19/3/2022). Vaksin booster diberikan kepada warga lanjut usia dan masyarakat berisiko tinggi tertular Covid-19. (merdeka.com/Imam Buhori)

Vaksinasi COVID-19 terus digenjot untuk meningkatkan antibodi terhadap COVID-19. Seperti diketahui, vaksinasi mencegah fatalitas dan mortalitas bila terinfeksi virus SARS-CoV-2.

Dari target sasaran 234,6 juta, berikut rincian capaian vaksinasi COVID-19 hari ini:

- Vaksinasi Dosis 1

Tambah 23.797 dengan akumulasi 204.535.449

- Vaksinasi Dosis II

Tambah 23.508 dengan akumulasi 171.140.621

- Vaksinasi Dosis III

Tambah 88.673 dengan akumulasi 63.396.824

- Vaksinasi Dosis IV

Tambah 5.841 dengan akumulasi 604. 113

Untuk sementara, vaksinasi booster kedua ini hanya menyasar pada sumber daya masyarakat di bidang kesehatan.


Data COVID-19 Kemarin

FOTO: Stasiun Pasar Senen Sediakan Tes PCR Untuk Calon Penumpang KA Jarak Jauh
Perbesar
Tes COVID-19 (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Data harian sebaran COVID-19 kemarin, 27 September 2022 pukul 12.00 WIB menunjukkan penambahan kasus positif sebanyak 1.976. Angka ini turut menambah akumulasi kasus positif COVID-19 di Indonesia menjadi 6.425.849 terhitung sejak Maret 2020.

Laporan dalam bentuk tabel turut merinci lima provinsi dengan penambahan kasus baru terbanyak. Kelima provinsi itu adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Jawa Tengah.

Penambahan juga terjadi pada kasus sembuh sebanyak 2.070 sehingga akumulasinya menjadi 6.248.619.

Sayangnya, kasus meninggal juga masih menunjukkan penambahan yang cukup tinggi. Penambahannya sebanyak 21 sehingga akumulasinya menjadi 158.057.

 


Menuju Endemi, RI Tak Usah Buru-Buru Seperti AS

Perihal endemi COVID-19, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi buka suara. Menurutnya, pihak yang menyatakan pandemi adalah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Begitu pula yang akan menyatakan bahwa pandemi berakhir adalah WHO.

“Nanti kita tinggal lihat implementasi di dalam negeri karena kemampuan dan kondisi negara masing-masing pasti berbeda. Kita akan masuk ke era endemi tapi sekali lagi ada indikator-indikator yang tetap harus jadi dasar utama buat kita,” ujar Adib saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 26 September 2022.

Adib meyakini bahwa selama ini Pemerintah Indonesia mengedepankan tentang indikator-indikator yang perlu dipenuhi. Termasuk indikator tentang kasus aktif, hasil pemeriksaan positif, surveilans, termasuk vaksinasi booster yang harus tercapai. Indikator-indikator ini juga menjadi dasar untuk pemerintah membuat kebijakan.

“Ini menjadi dasar sebenarnya untuk kita, jadi bahasa yang menurut saya tepat untuk disampaikan adalah kita tidak perlu ikut terburu-buru seperti di Amerika tapi kita harus melihat dan menilai dari kondisi kita,” katanya.

Infografis 5 Cara Tidak Tertular Covid-19 dari Orang Tanpa Gejala
Perbesar
Infografis 5 Cara Tidak Tertular Covid-19 dari Orang Tanpa Gejala (Liputan6.com/Niman)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya