Vaksinasi COVID-19 Pengaruhi Siklus Menstruasi, Studi Teranyar Sebut Ada Benarnya

Oleh Benedikta Desideria pada 28 Sep 2022, 20:00 WIB
Diperbarui 28 Sep 2022, 20:00 WIB
4 Alasan Mengapa Mencatat Siklus Menstruasi Sangat Penting
Perbesar
Simak alasan mengapa mencatat siklus menstruasi sangat penting. (Foto: Unsplash,com/Estee Janssens).

Liputan6.com, Jakarta - Sebagian wanita dari berbagai penjuru negara menyampaikan bahwa vaksinasi COVID-19 memengaruhi siklus menstruasi. Rupanya, vaksinasi COVID-19 memang membuat siklus menstruasi terlambat datang.

Dalam studi yang melibatkan sekitar 20 ribu wanita menunjukkan mereka yang divaksinasi mengalami rata-rata sekitar keterlambatan menstruasi satu hari dibandingkan yang tidak divaksin COVID-19.

Penelitian yang diterbitkan Selasa kemarin di British Medical Journal  ini menganalisis data dari wanita yang menggunakan aplikasi Natural Cycles. Sebagian besar penggunanya berasal dari Amerika Utara, Inggris dan Eropa.

Partisipan yang diteliti dari 14.936 wanita yang divaksinasi serta 4.686 wanita yang tidak divaksinasi COVID-19.

Aplikasi tersebut bisa melacak siklus menstruasi para partisipan di bulan-bulan sebelumnya. Sehingga peneliti melihat tiga siklus menstruasi sebelum divaksin dan satu kali siklus menstruasi sesudah divaksin.

Hasilnya, mereka yang mendapatkan vaksinasi COVID-19 mengalami keterlambatan nyaris satu hari dari biasanya. Tepatnya, terlambat 0,71 hari.

Sementara itu, mereka yang menerima dua kali vaksina dalam satu siklus menstruasi mengalami gangguan yang lebih besar. Pada kelompok ini, sekitar 13 persen mengalami keterlambatan menstruasi mencapai delapan hari atau lebih.

Namun, tak perlu khawatir karena perubahan siklus ini hanya berlangsung sementara. Siklus menstruasi selanjutnya akan normal kembali seperti disampaikan Alison Edelman yang merupakan profesor bidang obstetri dan ginekologi dari Oregon Health & Science University, Amerika Serikat.

"Tidak berdampak pada hal lain kok, termasuk tidak berdampak pada kesuburan," kata Edelman mengutip Washington Post, Rabu (28/9/2022).

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Kok Bisa Pengaruhi Siklus Menstruasi?

Hari Kebersihan Menstruasi, Begini Cara Tepat Menjaga Kesehatan Reproduksi saat Menstruasi
Perbesar
Ilustrasi menstruasi. (Foto: Unsplash.com/Timothy Meinberg).

Dengan hasil studi teranyar ini, maka Edelman mengatakan bahwa kimo bisa menyampaikan ke publik terkait kemungkinan vaksinasi COVID-19 memengaruhi siklus menstruasi.

"Sekarang kami dapat memberikan informasi kepada orang-orang tentang kemungkinan yang terjadi pada siklus menstruasi usai divaksinasi COVID-19,” kata Edelman.

Para peneliti tidak tahu persis mengapa vaksin bisa mempengaruhi siklus menstruasi. Edelman menduga kemungkinan terkait dengan respons kekebalan yang kuat dapat memicu fluktuasi menstruasi.

Perubahan apa pun, lanjut Edelman, dapat memengaruhi siklus menstruasi. Termasuk kecemasan jelang divaksinasi bisa berpengaruh. 

Peneliti juga mengungkapkan bahwa salah satu keterbatasan utama dari penelitian ini adalah hanya melibatkan mereka yang tidak menggunakan alat kontrasepsi, memiliki siklus teratur sebelum divaksinasi dan berusia antara 18 dan 45 tahun.

 


Benarkah Menstruasi Usai Divaksinasi Terasa Lebih Menyakitkan?

Ilustrasi menstruasi | Polina Zimmerman dari Pexels
Perbesar
Ilustrasi menstruasi | Polina Zimmerman dari Pexels

Ada sebagian wanita yang mengeluhkan menstruasi terasa lebih sakit usai mendapatkan vaksinasi COVID-19. Sayangnya, hal tersebut tidak dibahas dalam studi ini. Jadi, terkait hal itu belum ada jawaban yang pasti.

Edelman mengatakan bahwa temuan awal dari studi yang berbeda menunjukkan vaksinasi COVID-19 terkadang dapat menyebabkan menstruasi yang lebir berat. Namun, studi tersebut masih dalam peer review. Untuk sementara, vaksinasi COVID-19 mungkin membuat wanita mengalami lebih banyak darah yang keluar saat menstruasi.

Penelitian lain menunjukkan bahwa vaksinasi COVID-19 memiliki berbagai efek pada periode. Sebuah survei yang diterbitkan musim gugur lalu mengumpulkan informasi tentang menstruasi dan vaksinasi dari 160.000 orang. Hasilnya, sebagian mengalami menstruasi dengan darah yang lebih banyak.

Menurut Katharine Lee, asisten profesor dari Universitas Tulane mengatakan hasil survei itu sebenarnya tidak mengkhawatirkan. Hal ini bisa menjadi informasi agar para wanita yang usai vaksinasi COVID-19 bisa bersiap mengganti tampon maupun pembalut lebih sering mengingat kemungkinan darah yang keluar lebih banyak.

 


Keluhan Sebagian Wanita Usai Divaksinasi COVID-19

Menstruasi
Perbesar
Ilustrasi Menstruasi (Photo by Polina Zimmerman from Pexels)

Keluhan mengenai efek vaksinasi COVID-19 pada siklus menstruasi pernah disampaikan Prancis. National Medicine Safety Agency (ANSM) Prancis mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima lebih dari sepuluh ribu laporan terkait adanya gangguan menstruasi usai menerima vaksin COVID-19. 

Keseluruhannya mencakup 9.381 keluhan dari vaksin Pfizer dan 1.557 untuk vaksin Moderna. ANSM pun mendesak para wanita untuk memberikan informasi dengan detail soal keluhan menstruasi yang diduga terjadi usai mereka menerima vaksin COVID-19.

Namun hingga saat ini, belum dapat disimpulkan apakah ada hubungan antara menstruasi dengan vaksin mRNA. Data yang ada juga belum menjelaskan secara rinci apa yang terjadi seperti mengutip laman Connexion France.

Infografis 3 Tips Atasi Takut Jarum Suntik Saat Vaksinasi Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Perbesar
Infografis 3 Tips Atasi Takut Jarum Suntik Saat Vaksinasi Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya