Kontroversi Kriss Hatta Pacari Gadis 14 Tahun, Dituding Pedofil

Oleh Dyah Puspita Wisnuwardani pada 28 Sep 2022, 12:23 WIB
Diperbarui 28 Sep 2022, 12:31 WIB
Kriss Hatta
Perbesar
Kriss Hatta [foto: instagram.com/krisshatta07]

Liputan6.com, Jakarta - Pesinetron Kriss Hatta ramai diperbincangkan setelah dikabarkan menjalin hubungan spesial dengan perempuan yang jauh lebih muda.

Mengutip KapanLagi, pacar Kriss Hatta yang disebut adalah pesinetron pendatang baru masih berumur 14 tahun. Meski terpaut usia 20 tahun, Kriss Hatta mengaku nyaman berhubungan dengan kekasih barunya.

"Sama dia walau usianya masih kecil, tapi kayak pacaran sama orang dewasa. Dia enggak pernah nyariin aku, enggak pernah kring-kring lebay. Aku seneng pacar kayak gitu. Bikin aku yang justru ngerasa lupa belum telepon dia," kata Kriss, di Tebet, Sabtu (24/9/2022), dilansir KapanLagi.

Meski demikian, Kriss Hatta enggan mengungkap identitas kekasihnya. Dia khawatir, hubungannya akan kandas seperti sebelum-sebelumnya jika terungkap ke publik.

"Udah setengah tahun pacaran, kenalnya di satu judul sinetron. Dia artis sinetron pendatang baru, untuk nama jangan-jangan, enggak boleh tahu. Takutnya putus. Yang udah-udah gitu, ke-publish lalu putus," ujarnya.

Alasan lain Kriss Hatta tetap merahasiakan identitas sang kekasih adalah karena permintaan ibu perempuan tersebut. Menurut dia, ibu kekasihnya khawatir anaknya akan disebut sebagai panjat sosial (pansos).

"Memang sengaja aku enggak publish. Mamanya juga bilang jangan (dikenalin), biarin dia mendapatkan popularitas sendiri, jangan karena pacarnya Kriss. Ya bagus lah saya suka," tegas pria berusia 34 tahun ini.

Pengakuan mengenai pacar Kriss Hatta itu menuai reaksi warganet di Twitter. Tak sedikit warganet yang menuding mantan kekasih Hilda Vitria itu sebagai pedofil.

"Bukan dianggap pansos doang dong om, itu namanya pedofil, gimana sih," tweet salah seorang warganet.

"Pedofil berkedok tidak mau pansos," komen warganet lainnya. 

 

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Lalu apa itu pedofil?

dr Andri Sp.KJ mengatakan dalam akun Youtube-nya, "Keadaan yang dikaitkan dengan pedofilia ini adalah suatu ketertarikan secara seksual yang eksklusif terjadi pada orang dewasa kepada anak-anak usia prapubertas, artinya usia sebelum 13 tahun. "

Andri menyebut kondisi tersebut harus diperhatikan karena berdasarkan The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), jika hubungan seksual terjadi antara anak-anak usia akhir remaja (15-18 tahun) dengan anak-anak usia 12-13 tahun tidak dianggap pedofilia.

"Karena kita tahu sendiri banyak hubungan-hubungan seksual remaja yang terjadi atas dasar suka sama suka dan juga dikaitkan dengan ketidaktahuan anak-anak tersebut tentang masalah fungsi seksualnya sendiri," jelasnya.

Sementarai itu, mengutip laman Klikdokter, dr Nadia Octavia menulis, pedofilia digolongkan sebagai suatu ketertarikan seksual yang tidak alamiah. Seorang pedofil mempunyai fantasi, ketertarikan atau keinginan melakukan aktivitas seks dengan anak di bawah umur (prapubertas).

Lebih lanjut, Nadia menulis, seseorang yang mempunyai pasangan berusia jauh lebih muda bukan serta-merta dapat dikategorikan sebagai pedofil.

"Seorang pedofil memiliki fantasi seksual, hasrat seksual, perilaku atau keinginan melakukan aktivitas seksual yang berulang dengan anak usia prapubertas (di bawah 13 tahun) selama kurun waktu setidaknya 6 bulan."

Kelainan itu, tulis Nadia, kerap membuat orang yang bersangkutan mengalami tekanan, stres, merasa bersalah, cemas, menyendiri, serta gangguan pada pekerjaan atau hubungan sosial dengan orang lain.

American Psychiatric Association (APA) telah memasukkan pedofilia ke dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders sejak tahun 1968. Namun, diagnosis gangguan tersebut sering kali sulit dilakukan karena umumnya mereka tidak menyadari dan jarang ada yang berobat ke psikiater.

 


Child Grooming

Selain tudingan pedofilia oleh warganet, penulis wanita Kalis Mardiasih berpendapat, hubungan Kriss Hatta merupakan bentuk child grooming. Kalis menuangkannya dalam sebuah utas dan meminta media berhenti meromantisasi kabar pria tersebut.

Mengutip utas Kalis, child grooming adalah aktivitas membangun ikatan emosional dan rasa percaya lewat hubungan romantis yang dilakukan orang dewasa kepada anak di bawah umur. Perilaku tersebut memiliki beberap tahapan dan kerap menjadi modus pelecehan seksual kepada anak.

Di antara tahapan-tahapan child grooming, yakni upaya mendapat kepercayaan korban dengan mendekati keluarga korban. Kedekatan hubungan emosional dengan keluarga membuat pelaku lebih mudah menembus batasan-batasan pribadi korban. Kedekatan dengan korban digunakan untuk memanipulasi korban.


Kecaman Komisioner KPAI

Bukan hanya warganet yang bereaksi atas pengakuan Kriss Hatta, Komisioner KPAI Retno Listyarti pun menyatakan mengecam hal tersebut.

"Saya selaku komisioner KPAI menyampaikan, mengecam Kriss Hatta sebagai public figure yang telah memberikan contoh buruk pada masyarakat terutama para remaja. Hal ini berpotensi ditiru oleh masyarakat Indonesia," ujar Retno melalui pernyataan resmi yang diterima Liputan6.com.

Retno juga menyoroti potensi glorifikasi pernikahan usia anak pada hubungan Kriss Hatta. Sementara, menurutnya, saat ini pemerintah tengah berjuang menurunkan angka perkawinan anak.

"Public figure harusnya mendukung program pemerintah yang berdampak baik bagi bangsa ini. Perkawinan anak berpotensi kuat membuat anak kehilangan hak-haknya untuk tumbuh kembang secara optimal," ujar Retno.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya