PeduliLindungi Sabet Penghargaan Indonesia Brand Forum 2022

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 22 Sep 2022, 16:00 WIB
Diperbarui 22 Sep 2022, 16:00 WIB
Chief of DTO Kemenkes Setiaji
Perbesar
Chief of Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan RI Setiaji saat menerima penghargaan untuk PeduliLindungi dalam ajang Indonesia Brand Forum (IBF) Tahun 2022 di Jakarta pada Rabu, 21 September 2022. (Dok DTO Kementerian Kesehatan RI)

Liputan6.com, Jakarta - Berkat keberhasilan dalam menciptakan kolaborasi untuk penanggulangan krisis pandemi COVID-19, PeduliLindungi memeroleh predikat The Best Government Collaboration for Pandemic Solution dalam ajang penghargaan Indonesia Brand Forum (IBF) Tahun 2022 yang mengangkat topik ‘Brand Collab Champion – Winning Thru Coopetition Not Competition’.

Staf Ahli Menteri bidang Teknologi Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia Setiaji menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan Indonesia Brand Forum Tahun 2022 tersebut.

PeduliLindungi masuk dalam jajaran lima pemenang IBF Special Award 2022. Hal itu diraih setelah PeduliLindungi melewati proses seleksi dari 30 merek kolaborator paling sukses, yang dikurasi dari 100 lebih dari 100 merek yang ada di Indonesia.

“Ucapan terima kasih kami sampaikan, bukan hanya untuk IBF, namun juga kepada seluruh mitra PeduliLindungi yang telah bersedia turut aktif berkolaborasi dalam membantu Pemerintah mempercepat penanggulangan pandemi,” ucap Setiaji saat menghadiri acara penghargaan Indonesia Brand Forum (IBF) Tahun 2022 di Jakarta baru-baru ini.

Indonesia Brand Forum Special Award sendiri menjadi penghargaan ketiga yang diraih oleh PeduliLindungi pada tahun 2022 ini. Sebelumnya, PeduliLindungi berhasil meraih predikat ‘GDI Best’ pada ajang Good Design Indonesia (GDI) 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan pada Juli 2022, sekaligus mewakili Indonesia pada Good Design Award (G-Mark) ke-66 di Jepang.

Disusul dengan penghargaan PeduliLindungi yang masuk Top Inovasi Pelayanan Publik pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2022 pada Agustus dan terpilih untuk mewakili Indonesia berkompetisi di OECD- OPSI World Government Summit 2023.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Bantu Kendalikan Pandemi

Uji Coba Aplikasi PeduliLindungi di Stasiun KRL
Perbesar
Calon penumpang KRL memindai kode batang melalui aplikasi PeduliLindungi di Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (7/9/2021). PT KAI Commuter melakukan uji coba penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi pengguna KRL di 11 stasiun, diantaranya Stasiun Jakarta Kota dan Juanda. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Aplikasi PeduliLindungi telah banyak melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyediakan fitur-fitur terkait COVID-19 secara masif. Seperti fitur layanan telemedisin, konsultasi dokter online, identifikasi status vaksinasi bagi pelaku perjalanan.

Kemudian fitur sertifikat vaksin internasional, hingga scan QR code saat melakukan check-in di ruang publik.

“Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2020, PeduliLindungi bekerja sama dengan 100 lebih mitra instansi pemerintah baik dalam dan luar negeri hingga berbagai pihak swasta di Indonesia,” lanjut Setiaji dalam keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com.

Berdasarkan data Kemenkes per 21 September 2022, jumlah pendaftar PeduliLindungi semakin bertambah dalam tiga tahun ini. Rinciannya:

  • 2020: 4.691.822 pendaftar
  • 2021: 80.119.842 pendaftar
  • 2022: 17.963.206 pendaftar  -- hingga 21 September 2022

Kontribusi dari Mitra PeduliLindungi

Uji Coba Aplikasi PeduliLindungi di Stasiun KRL
Perbesar
Calon penumpang KRL memindai kode batang melalui aplikasi PeduliLindungi di Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (7/9/2021). PT KAI Commuter melakukan uji coba penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi pengguna KRL di 11 stasiun, diantaranya Stasiun Manggarai dan Depok. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Seiring dengan tren kasus positif COVID-19 yang menurun saat ini, Setiaji pun mengaku, ada peran dan kontribusi para mitra PeduliLindungi di dalamnya. Tidak dapat dimungkiri bahwa kolaborasi yang selama ini dilakukan terbukti membantu Pemerintah dalam mengendalikan pandemi.

Setiaji berharap kolaborasi dengan mitra yang ada akan tetap terus berlanjut, bahkan semakin meluas saat masa transisi kini hingga nanti PeduliLindungi menjadi aplikasi kesehatan masyarakat (citizen health app).

Dalam hal ini, PeduliLindungi tidak hanya berfungsi untuk penanggulangan COVID-19, namun juga layanan kesehatan lainnya.

“Tentunya, diharapkan kolaborasi yang baik ini akan tetap berlanjut. Bahkan PeduliLindungi akan berperan menjadi salah satu 'jembatan' untuk mendukung perkembangan ekosistem industri kesehatan dalam rangka memenuhi kebutuhan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas di Indonesia,” imbuh Setiaji yang juga Chief of Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes.


PeduliLindungi Akan Digunakan Terus

Pengunjung Mal Wajib Scan QR Code Aplikasi PeduliLindungi
Perbesar
Pengunjung menggunakan ekskalator di mal kuningan city, Jakarta, Selasa (10/8/2021). Perpanjangan PPKM Level 4 di mal pengunjung diwajibkan mematuhi protokol kesehatan, melakukan scan barcode aplikasi Pedulilindungi dan memperlihatkan sertifikat vaksin COVID-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Berkaitan dengan PeduliLindungi berubah menjadi aplikasi layanan kesehatan masyarakat (citizen health app), ditegaskan Setiaji, akan terlihat perubahannya selepas pandemi COVID-19.

"Jadi nanti, bukan soal COVID-19 saja. Tentunya, memastikan bahwa PeduliLindungi juga digunakan untuk penanganan penyakit lain. Ya, kan sayang sekali, lagi pula ekosistemnya sudah ada, database-nya juga sudah besar," jelas Setiaji menjawab pertanyaan Health Liputan6.com saat Press Conference: Pemanfaatan Rekam Medis Elektronik yang disiarkan dari Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, ditulis Selasa (13/9/2022).

"Penggunaannya juga 100 juta lebih. Daripada kami mengembangkan sistem baru dan aplikasi baru, kami akan menggunakan PeduliLindungi yang sudah dikenal dan menambah fiturnya di sana. Tujuan utamanya, sebenarnya lebih kepada menggunakan ekosistem yang sudah ada."

Dalam hal ini, pengembangan PeduliLindungi ke depan untuk layanan kesehatan lainnya. Masyarakat pun dapat terus menggunakan PeduliLindungi.

"Pada akhirnya ya PeduliLindungi akan selalu gunakan secara terus menerus, bukan hanya untuk COVID-19. Kemudian bisa digunakan juga untuk menangani apabila terjadi pandemi berikutnya. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi (pandemi)," terang Setiaji.

Infografis Kenali Fungsi Skrining Aplikasi PeduliLindungi untuk 6 Aktivitas. (Liputan6.com/Niman)
Perbesar
Infografis Kenali Fungsi Skrining Aplikasi PeduliLindungi untuk 6 Aktivitas. (Liputan6.com/Niman)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya