Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

18 Tahun

LanjutkanStop di Sini

Jangan Gila! Ubah Sikat Gigi Elektrik jadi Vibrator Bisa Merusak Vagina

Oleh Melly Febrida pada 18 Sep 2022, 21:00 WIB
Diperbarui 18 Sep 2022, 21:00 WIB
Sikat gigi elektrik
Perbesar
Sikat Gigi Elektrik (Foto: Pixabay/andreas160578)

Liputan6.com, Jakarta - Sikat gigi elektrik digunakan sejumlah orang untuk tujuan kesenangan pribadi. Apalagi jika sikat gigi itu beralih fungsi menjadi vibrator. Namun, penggunaan sikat gigi elektrik tidak direkomendasikan oleh ahli medis.

Profesor klinis di departemen kebidanan, ginekologi, dan ilmu reproduksi di Yale University School of Medicine, Dr. Mary Jane Minkin, MD menjelaskan bahwa menggunakan sikat gigi elektrik sebagai vibrator dapat menyebabkan cedera dan infeksi.

"Secara keseluruhan, saya tidak akan merekomendasikan menggunakan sikat gigi elektrik Anda sebagai mainan seks," kata Minkin dikutip dari Health pada Minggu, 18 September 2022.

"Bagaimanapun, ada banyak vibrator yang tersedia dengan aktivitas getaran yang baik untuk semua orang," dia menambahkan.

Menurut Minkin, sikat gigi elektrik tidak dirancang untuk 'menggetarkan' kulit sensitif. Jadi, bagian dari sikat gigi ini dapat berisiko mencederai jaringan vagina dan vulva yang halus.

Tak hanya bagian bulu sikat gigi, tapi bagian dasar atau kepala sikat gigi yang tak berbulua saja dapat menyebabkan robekan atau luka pada kulit halus Anda, terutama pada klitoris.

Bahkan, cedera tersebut ini bisa menyakitkan, dan luka terbuka dapat meningkatkan risiko infeksi vagina dan infeksi menular seksual (IMS). 

Jika sesi masturbasi Anda melampaui vagina, menggunakan sikat gigi bergetar untuk merangsang rektum juga dapat menyebabkan iritasi dan cedera.

 

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Sarang Bakteri

Sikat gigi digunakan untuk menghilangkan sisa makanan dan plak. Namun, perlu diketahui bahwa pada sikat gigi sering juga menyimpan bakteri setelah Anda menggunakannya untuk menyikat.

Lingkungan lembab seperti wadah tertutup akan membantu bakteri berkembang biak pada sikat gigi.

Jika Anda menggunakan sikat gigi sebagai vibrator, Anda bisa memasukkan beberapa bakteri ke vagina Anda.

Ini dapat mengganggu keseimbangan bakteri alami di vagina dan meningkatkan risiko infeksi seperti vaginosis bakteri.

 

 


Bisa Mentransfer IMS

Tak hanya memindahkan bakteri, kata Minkin, menggunakan sikat gigi elektrik sebagai vibrator dapat mentransfer IMS.

Jika seseorang memiliki IMS seperti herpes atau klamidia, ada kemungkinan orang tersebut dapat mentransfer infeksi ke mulut usai menggunakan sikat gigi elektrik sebagai vibrator.

Ini hanya mungkin terjadi jika Anda masih menggunakan sikat gigi untuk menyikat gigi setelah menggunakannya untuk kenikmatan seksual.

Cairan genital dapat menyebarkan virus herpes genital (HSV-2), virus herpes oral (HSV-1), klamidia, dan sifilis ke mulut.


Tidak Aman untuk Masturbasi

Karena alasan di atas, menggunakan sikat gigi elektrik saat msturbasi tidak aman karena meningkatkan risiko infeksi dan merusak jaringan halus vagina. 

Jika Anda mencari mainan seks baru, Anda dapat mempertimbangkan untuk membeli vibrator.

Banyak model vibrator yang harganya tidak lebih mahal dari rata-rata sikat gigi elektrik Anda.

Selain itu mainan seksual tersebut dirancang untuk merangsang organ intim dengan aman.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya