Kelar Isoman 16 Hari, Menkes Budi Gunadi Sadikin Langsung Gas Pol!

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 15 Sep 2022, 13:47 WIB
Diperbarui 15 Sep 2022, 13:47 WIB
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin
Perbesar
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers 'Opening Ceremony COMSTECH-OIC Fellowship Program dan Peresmian Laboratorium Jejaring OIC COE' di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jakarta pada Kamis, 15 September 2022. (Dok Liputan6.com/Fitri Haryanti Harsono)

Liputan6.com, Jakarta - Kabar menggembirakan, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, sudah sehat lagi setelah isolasi mandiri (isoman) selama 16 hari akibat COVID-19. Mantan Wakil Menteri BUMN ini terkonfirmasi positif COVID-19 pada Senin, 29 Agustus 2022, dan langsung isoman.

"Sekarang sudah membaik," kata Menkes Budi saat konferensi pers 'COMSTECH-OIC Fellowship Program dan Peresmian Laboratorium Jejaring OIC Center of Excellence (CoE) on Vaccines and Biotechnology Products' di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jakarta pada Kamis, 15 September 2022.

Peresmian Laboratorium Jejaring OIC Center of Excellence (CoE) hari ini menjadi agenda on the spot pertama yang dihadiri Budi Gunadi secara langsung selepas isoman.

Ketika ditanya gejala apa yang dialami saat COVID-19? Dia menjawab tidak ada demam. Namun, ada batuk-pilek serta badan pegal-pegal dan sakit.

Demi negatif COVID-19, Menkes pun harus menjalani isoman selama 16 hari. Bagi Budi Gunadi, lama isoman pun lama, bahkan tiga hari lalu sempat tes COVID-19 dan masih positif. Kemudian, dia tes COVID-19 kembali dan hasilnya sudah negatif COVID-19.

"Gejalanya batuk-batuk, pegal-pegal sama pilek sih. Enggak ada demam. Tapi sempat tiga hari itu badan-badan sakit semua," ujarnya.

"Agak lama juga ini (isomal) 14 hari, sejak dites positif COVID-19. Tapi (kalau dihitung) sejak bergejala (gejala muncul) tambah dua hari, jadi 16 hari, ya lama."

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Tunggu sampai Negatif COVID-19

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin
Perbesar
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin hadir dalam peluncuran 'Buku Vaksinasi COVID-19 di Indonesia' di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Jakarta pada Kamis, 11 Agustus 2022. (Dok Kementerian Kesehatan RI)

Pada Senin (12/9/2022), Menkes Budi Gunadi Sadikin bahwa dirinya masih positif COVID-19 meski sudah 14 hari menjalankan isolasi mandiri. Ia akan beraktivitas normal kembali ke lapangan bila sudah negatif COVID-19.

Upaya tersebut dem memastikan agar virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 tidak menular ke yang lain.

"Mohon maaf, saya tidak bisa hadir karena ternyata virusnya enggak mau pergi, walaupun sudah 14 hari," bebernya saat sambutan dalam acara 'Hari Kesehatan Gigi Nasional (HKGN)' pada Senin (12/9/2022).

"Sebagai menteri kesehatan, takutnya nanti virusnya menular."

Saat ini, terlihat kondisi Budi Gunadi sudah jauh lebih sehat. Namun, pada Senin (15/9/2022) tidak menjelaskan secara rinci gejala apa saja yang dialami sejak terinfeksi COVID-19.

Sejak pertama kali terkonfirmasi positif COVID-19, Menkes Budi langsung melakukan isolasi mandiri dan tetap menjalani pekerjaannya. Sebab, ia telah mendapatkan vaksinasi primer maupun booster.


Keterbukaan Status COVID-19

Kelemahan Virus Corona
Perbesar
Ilustrasi Pandemi Covid-19 Credit: pexels.com/cottonbro

Dalam sambutan pada 'Hari Kesehatan Gigi Nasional (HKGN)', Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa keterbukaan status COVID-19 menjadi bentuk tanggung jawabnya sebagai pejabat publik. Ini dilakukan agar penularan COVID-19 bisa segera diputus.

"Karena siapapun dapat tertular dan menularkan COVID-19. Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita untuk bantu memutus rantai penularannya dengan segera melakukan swab tes. Dan jika hasilnya positif, langsung melakukan isolasi mandiri," jelasnya.

Upaya isolasi mandiri yang dilakukan sebelumnya Budi Gunadi sebagaimana tata laksana COVID-19 pada umumnya.

Selama masa isolasi mandiri sampai dinyatakan negatif COVID-19, Budi Gunadi tetap menjalankan aktivitas seperti biasa melalui virtual. Dalam beberapa agenda acara pun, ia tetap hadir virtual. Bahkan melantik pejabat eselon Kementerian Kesehatan secara virtual beberapa hari lalu.


Mobilitas Tinggi Jadi Penyebab Menkes Positif

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin
Perbesar
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam acara 'Pembukaan 1st Ministerial Meetings and 1st Joint Financial' di Yogyakarta pada 20 Juni 2022. (Dok Kementerian Kesehatan RI)

Sejak pertama kali menjabat sebagai Menteri Kesehatan RI pada Desember 2020 lalu, ini kali pertama Budi Gunadi Sadikin dinyatakan positif COVID-19. Mobilitas yang sangat tinggi dan pertemuan dengan banyak pihak menjadi penyebab Menkes rentan terpapar COVID-19.

Dua hari sebelum dinyatakan positif COVID-19 pada Sabtu (27/8/2022), Menkes Budi Gunadi Sadikin meresmikan fasilitas produksi dan peluncuran perdana alat kesehatan elektromedik Mindray produksi dalam negeri di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah.

Sebagai tindak lanjut, pihak-pihak yang berinteraksi dengan Menkes Budi dalam beberapa waktu terakhir telah diberikan informasi terkait kondisi Menkes serta diminta untuk segera melakukan tes swab dan isolasi mandiri.

Sebagaimana tatalaksana COVID-19 pada umumnya, Menkes Budi Gunadi akan melakukan isolasi mandiri sampai dinyatakan negatif COVID-19. Selama isolasi mandiri, ia tetap akan menjalankan aktivitas biasa melalui ranah virtual.

“Mohon doanya agar saya dapat segera pulih kembali,” ucap mantan Wakil Menteri BUMN melalui pernyataan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Senin, 29 Agustus 2022.

Infografis Syarat Pasien Covid-19 Varian Omicron Isolasi Mandiri di Rumah. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Syarat Pasien Covid-19 Varian Omicron Isolasi Mandiri di Rumah. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya