WNI dari Luar Negeri Masuk RI Belum Booster, Wajib Vaksinasi di Pintu Kedatangan

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 02 Sep 2022, 14:00 WIB
Diperbarui 02 Sep 2022, 14:00 WIB
Bandara Halim Perdanakusuma Kembali Layani Penerbangan Komersial
Perbesar
Jadwal keberangkatan terpampang pada sebuah layar di area Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (1/9/2022). President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan Bandara Halim Perdanakusuma menjadi etalase pintu masuk Jakarta yang merupakan salah satu kota besar di dunia. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Warga Negara Indonesia (WNI) dari luar negeri masuk Indonesia yang belum menerima vaksin booster, wajib menjalani vaksinasi COVID-19 di pintu kedatangan. Aturan ini juga berlaku bagi WNI yang belum sama sekali vaksinasi dosis 1 dan 2.

Syarat vaksinasi COVID-19 untuk perjalanan di atas termaktub dalam Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan COVID-19 terbaru Nomor 25 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). SE ini mulai berlaku efektif tertanggal 1 September 2022.

Sebagaimana salinan SE yang diterima Health Liputan6.com pada Kamis, 1 September 2022 malam, bunyi ketentuan vaksinasi COVID-19 WNI dari luar negeri yang masuk Indonesia, yaitu:

WNI PPLN yang belum mendapatkan vaksinasi COVID-19 baik dosis pertama, dosis kedua atau dosis ketiga wajib menjalani vaksinasi di entry point perjalanan luar negeri setelah dilakukan pemeriksaan gejala.

Aturan terbaru WNI PPLN tidak berbeda jauh dari SE Satgas sebelumnya (Nomor 22 Tahun 2022). Perbedaannya, SE Satgas terbaru menegaskan lebih rinci kriteria wajib vaksinasi COVID-19 di pintu kedatangan, yakni yang belum dapat vaksinasi lengkap (dosis 1 dan 2) juga booster.

Secara umum, pada SE terbaru juga ditegaskan peniadaaan kebijakan tes PCR saat kedatangan. Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN), baik WNI maupun Warga Negara Asing (WNA) yang masuk Indonesia dan tidak bergejala COVID-19 diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

Sebagai pembanding, SE Satgas COVID-19 Nomor 22 Tahun 2022 hanya tertulis 'yang belum vaksin divaksinasi di entry point.' Untuk diketahui, bunyi SE sebelumnya, sebagai berikut:

WNI PPLN yang belum mendapatkan vaksin akan divaksinasi di entry point perjalanan luar negeri setelah dilakukan pemeriksaan gejala di entry point saat kedatangan atau di tempat karantina setelah dilakukan pemeriksaan RT-PCR di hari ke-4 karantina dengan hasil negatif. 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


WNA Wajib Vaksinasi COVID-19

FOTO: WNA Ikut Jalani Vaksinasi COVID-19 Massal di Bali
Perbesar
Dua warga negara asing (WNA) menjalani pemeriksaan tekanan darah sebelum menerima vaksin virus corona COVID-19 AstraZeneca di klinik vaksinasi massal darurat di Denpasar, Bali, Selasa (6/7/2021). Indonesia tengah memerangi gelombang infeksi baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. (SONNY TUMBELAKA

Pada SE Nomor 25 Tahun 2022 ditegaskan kembali bagi WNA yang sudah berada di Indonesia dan ingin bepergian, wajib melengkapi vaksinasi COVID-19. Bunyi aturannya, yaitu:

WNA PPLN yang sudah berada di Indonesia dan akan melakukan perjalanan, baik domestik maupun internasional, wajib menjalani vaksinasi melalui skema program atau gotong royong sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam ketentuan syarat masuk WNA dari luar negeri ke Indonesia, ada pengecualian menunjukkan kartu/sertifikat vaksinasi COVID-19 dosis kedua. Pengecualian kriteria WNA yang dimaksud, antara lain:

WNA PPLN pemegang visa diplomatik dan visa dinas yang terkait dengan kunjungan resmi/kenegaraan pejabat asing setingkat menteri ke atas dan WNA yang masuk ke Indonesia dengan skema Travel Corridor Arrangement, sesuai prinsip resiprositas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat

WNA PPLN yang belum menerima vaksin dan bermaksud melakukan perjalanan domestik dalam rangka melanjutkan perjalanan dengan penerbangan internasional keluar dari wilayah Indonesia, diperbolehkan untuk tidak menunjukkan kartu/sertifikat vaksinasi COVID-19 selama tidak keluar dari area bandara selama transit menunggu penerbangan internasional yang hendak diikuti, dengan persyaratan:

  1. telah diizinkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) setempat untuk melakukan perjalanan domestik dalam rangka melanjutkan perjalanan dengan penerbangan internasional keluar dari wilayah Indonesia
  2. menunjukkan jadwal tiket penerbangan ke luar Indonesia untuk direct transit dari kota keberangkatan menuju bandara internasional di wilayah Indonesia dengan tujuan akhir ke negara tujuan

Pengecualian Kewajiban Sertifikat Vaksinasi

Vaksinasi COVID-19 untuk Warga dan Komunitas Pemulung
Perbesar
Warga antre untuk melakukan vaksinasi di area TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jumat (29/10/2021). Pihak penyelenggara menyediakan 1000 dosis untuk vaksinasi pertama maupun kedua bagi masyarakat dan komunitas pemulung di sekitar TPST Bantargebang. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Tak hanya WNA, SE Nomor 25 Tahun 2022 yang diteken Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga menegaskan adanya pengecualian kewajiban menunjukkan kartu/sertifikat vaksinasi COVID-19 kepada:

  1. PPLN dengan usia di bawah 18 tahun
  2. PPLN dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksin wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah negara keberangkatan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat menerima vaksin COVID-19
  3. PPLN yang telah selesai menjalankan isolasi/perawatan COVID-19 dan telah dinyatakan tidak aktif menularkan COVID-19 namun belum bisa mendapatkan vaksinasi dosis kedua wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah negara keberangkatan atau kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintah di bidang kesehatan pada negara keberangkatan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan sudah tidak aktif menularkan COVID-19 atau COVID-19 recovery certificate

Kriteria dan Protokol Kesehatan Masuk RI

FOTO: Dampak Corona, Jumlah Penumpang di Bandara Halim dan Soetta Turun 30 Persen
Perbesar
Calon penumpang menunggu keberangkatan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/4/2020). Akibat wabah virus corona COVID-19, PT Angkasa Pura II mencatat adanya penurunan penumpang di atas 30 persen dalam 14 hari terakhir di Halim Perdanakusuma dan Soekarno-Hatta. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Kriteria utama WNI/WNA PPLN yang dapat memasuki wilayah Indonesia sesuai SE Nomor 25 Tahun 2022, sebagai berikut:

1. Seluruh WNI PPLN diizinkan memasuki Indonesia dengan tetap mengikuti protokol kesehatan ketat

2. WNA PPLN dapat memasuki wilayah Indonesia dengan kriteria sebagai berikut:

  1. sesuai dengan ketentuan mengenai keimigrasian yang diatur oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidanghukum dan hak asasi manusia
  2. sesuai skema perjanjian (bilateral), seperti Travel Corridor Arrangement (TCA)
  3. mendapatkan pertimbangan/izin khusus secara tertulis dariKementerian/Lembaga

Ketentuan protokol kesehatan umum bagi PPLN meliputi:

  1. menggunakan masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutup hidung, mulut dan dagu
  2. mengganti masker secara berkala setiap empat jam, dan membuang limbah masker di tempat yang disediakan
  3. mencuci tangan secara berkala menggunakan air dan sabun atau handsanitizer, terutama setelah menyentuh benda yang disentuh orang lain
  4. menjaga jarak minimal 1,5 meter dengan orang lain serta menghindari kerumunan
  5. diiimbau untuk tidak berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan dengan moda transportasi umum darat, perkeretaapian, laut, sungai, danau, penyeberangan, dan udara
Infografis Merek Vaksin Booster Covid-19
Perbesar
Infografis Merek Vaksin Booster Covid-19 (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya