Mengenal Tumor Otak Primer dan Sekunder serta Gejalanya

Oleh Ade Nasihudin Al Ansori pada 20 Agu 2022, 06:00 WIB
Diperbarui 20 Agu 2022, 06:00 WIB
Ilustrasi Otak. Foto: Unsplash/ Robina Weermeijer
Perbesar
Ilustrasi Otak. Foto: Unsplash/Robina Weermeijer

Liputan6.com, Jakarta Tumor bisa terjadi di berbagai titik di tubuh manusia, salah satunya di otak. Umumnya, penamaan tumor akan disesuaikan dengan lokasi pertumbuhannya, jika terjadi di otak, maka disebut tumor otak.

Tumor otak adalah massa atau pertumbuhan sel abnormal di otak. Ada banyak jenis tumor otak yang berbeda. Beberapa tumor otak bersifat non-kanker (jinak), dan beberapa tumor otak bersifat kanker (ganas).

Tumor otak dapat dimulai langsung di otak (tumor otak primer) atau dapat pula dimulai di bagian lain dari tubuh dan menyebar ke otak sebagai tumor otak sekunder (metastasis).

Melansir Mayo Clinic, tumor otak primer berasal dari otak itu sendiri atau di jaringan yang dekat dengannya, seperti di selaput penutup otak (meninges), saraf kranial, kelenjar pituitari atau kelenjar pineal.

Tumor otak primer dimulai ketika sel-sel normal mengembangkan perubahan (mutasi) dalam DNA mereka. DNA sel berisi instruksi yang memberitahu sel apa yang harus dilakukan.

Mutasi memberitahu sel-sel untuk tumbuh dan membelah dengan cepat dan untuk terus hidup ketika sel-sel sehat akan mati. Hasilnya adalah massa sel abnormal, yang membentuk tumor.

“Pada orang dewasa, tumor otak primer jauh lebih jarang daripada tumor otak sekunder, di mana kanker dimulai di tempat lain dan menyebar ke otak,” mengutip Mayoclinic, Jumat (19/8/2022).

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Jenis Tumor Otak Primer

Ilustrasi tumor otak
Perbesar
Ilustrasi tumor otak/Shutterstock.

Ada banyak jenis tumor otak primer yang berbeda. Masing-masing mendapatkan namanya dari jenis sel yang terlibat. Contohnya meliputi:

-Glioma

Tumor ini dimulai di otak atau sumsum tulang belakang.

-Meningioma

Meningioma adalah tumor yang muncul dari selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Kebanyakan meningioma tidak bersifat kanker.

-Neuroma akustik (schwannoma)

Ini adalah tumor jinak yang berkembang pada saraf yang mengontrol keseimbangan dan pendengaran yang mengarah dari telinga bagian dalam ke otak.

-Adenoma hipofisis

Ini adalah tumor yang berkembang di kelenjar pituitari di dasar otak. Tumor ini dapat memengaruhi hormon hipofisis dengan efek ke seluruh tubuh.

-Medulloblastoma

Tumor otak kanker ini paling sering terjadi pada anak-anak, meskipun dapat terjadi pada usia berapa pun. Medulloblastoma dimulai di bagian punggung bawah otak dan cenderung menyebar melalui cairan tulang belakang.

-Tumor sel germinal

Tumor sel germinal dapat berkembang selama masa kanak-kanak di mana testis atau ovarium akan terbentuk. Tapi terkadang tumor sel germinal memengaruhi bagian lain dari tubuh, seperti otak.

-Kraniofaringioma

Tumor langka ini mulai di dekat kelenjar pituitari otak, yang mengeluarkan hormon yang mengontrol banyak fungsi tubuh. Saat craniopharyngioma tumbuh perlahan, hal itu dapat memengaruhi kelenjar pituitari dan struktur lain di dekat otak.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Tumor Otak Sekunder

Ilustrasi Penanganan Pecah Pembuluh Darah Otak Tanpa Pembedahan/dok. Unsplash Robina
Perbesar
Ilustrasi Penanganan Pecah Pembuluh Darah Otak Tanpa Pembedahan/dok. Unsplash Robina

Pada kebanyakan orang dengan tumor otak primer, penyebab tumor tidak jelas. Tetapi dokter telah mengidentifikasi beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko tumor otak.

Faktor risiko meliputi:

-Paparan radiasi

Orang yang telah terkena jenis radiasi yang disebut radiasi pengion memiliki peningkatan risiko tumor otak. Contoh radiasi pengion termasuk terapi radiasi yang digunakan untuk mengobati kanker dan paparan radiasi yang disebabkan oleh bom atom.

-Riwayat keluarga tumor otak

Sebagian kecil tumor otak terjadi pada orang dengan riwayat keluarga tumor otak atau riwayat keluarga dengan sindrom genetik yang meningkatkan risiko tumor otak.

Sedangkan, tumor otak sekunder (metastasis) adalah tumor yang dihasilkan dari kanker yang dimulai di tempat lain di tubuh dan kemudian menyebar (bermetastasis) ke otak.

Tumor otak sekunder paling sering terjadi pada orang yang memiliki riwayat kanker. Pada orang dewasa, tumor otak sekunder jauh lebih umum daripada tumor otak primer.

Kanker apa pun dapat menyebar ke otak, tetapi jenis yang umum termasuk:

-Kanker payudara

-Kanker usus besar

-Kanker ginjal

-Kanker paru-paru.


Kecepatan Pertumbuhan dan Gejala

Ilustrasi otak
Perbesar
Ilustrasi tentang otak dan kecerdasan. (Sumber Pixabay)

Kecepatan pertumbuhan tumor otak bisa sangat bervariasi. Tingkat pertumbuhan serta lokasi tumor otak menentukan bagaimana hal itu akan memengaruhi fungsi sistem saraf.

Pilihan pengobatan tumor otak tergantung pada jenis tumor otak yang dimiliki, serta ukuran dan lokasinya. Begitu pula tanda dan gejalanya yang sangat bervariasi dan bergantung pada ukuran, lokasi, dan kecepatan pertumbuhan tumor otak.

Tanda dan gejala umum yang disebabkan oleh tumor otak dapat meliputi:

-Onset baru atau perubahan pola sakit kepala.

-Sakit kepala yang berangsur-angsur menjadi lebih sering dan lebih parah.

-Mual atau muntah yang tidak dapat dijelaskan.

-Masalah penglihatan, seperti penglihatan kabur, penglihatan ganda atau kehilangan penglihatan tepi.

-Hilangnya sensasi atau gerakan secara bertahap di lengan atau kaki.

-Kesulitan dengan keseimbangan.

-Kesulitan bicara.

-Merasa sangat lelah.

-Kebingungan dalam masalah sehari-hari.

-Kesulitan membuat keputusan.

-Ketidakmampuan untuk mengikuti perintah sederhana.

-Perubahan kepribadian atau perilaku.

-Kejang, terutama pada seseorang yang tidak memiliki riwayat kejang.

-Masalah pendengaran.

Infografis Kasus Covid-19 Melonjak, Rumah Sakit Terancam Kolaps. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Kasus Covid-19 Melonjak, Rumah Sakit Terancam Kolaps. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya