Sempat Gagal Pulang Karena Sesak Napas, Jemaah Haji Asal Bogor Jalani Terapi Kurma

Oleh Ade Nasihudin Al Ansori pada 14 Agu 2022, 15:04 WIB
Diperbarui 14 Agu 2022, 15:04 WIB
Mengonsumsi Kurma
Perbesar
Ilustrasi Buah Kurma Credit: pexels.com/Vien

Liputan6.com, Jakarta - Sesak yang menyerang jemaah haji asal Kabupaten Bogor, Suwasmi membuatnya gagal tanazul (mutasi dari satu kloter ke kloter lain) pada Senin 8 Agustus 2022.

Ia merasa sesak di dalam pesawat sesaat sebelum keberangkatan. Ia pun dikembalikan ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah pada Senin pagi. Suwasmi diberikan terapi kurma untuk mengembalikan staminanya yang sempat drop. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak berselera makan karena sedang mengalami sariawan, sehingga terlihat pucat.

Alhamdulillah rasanya segar setelah makan 7 buah kurma” ujar Suwasmi sambil berseri mengutip Sehat Negeriku, Minggu (14/8/2022).

Mengkonsumsi kurma rupanya memang juga sudah menjadi kebiasaan Pensiunan Pegawai Badan Kepegawaian Negara ini selama tinggal di Indonesia. Suwasmi mengaku sudah membeli kurma secukupnya untuk nanti bisa dikonsumsi sepulangnya ke Indonesia.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Budi Sylvana, MARS, M.H mengatakan bahwa terapi kurma merupakan salah satu strategi yang dilakukan dalam operasional pelayanan kesehatan di musim haji. Terutama untuk mengembalikan stamina jemaah haji, baik yang sedang dirawat di KKHI maupun menjadi bagian dari upaya promosi kesehatan.

“Kita berikan kurma karena ibu ini tidak berselera makan. Alhamdulillah cukup membantu untuk meningkatkan stamina beliau” ujar Budi.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Pengobatan Ala Rasulullah

Jemaah haji tengah dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Mina. Liputan6.com/Nurmayanti
Perbesar
Jemaah haji tengah dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Mina. Liputan6.com/Nurmayanti

Menurut Budi, pemberian Kurma pada jemaah merupakan bagian dari Thibun Nabawi atau pengobatan ala Rasulullah.

Kurma aman untuk dikonsumsi penderita diabetes melitus karena memiliki kadar indeks glikemik yang rendah. Selain itu kurma juga memiliki kalori yang cukup, di mana tiga butir kurma energinya setara dengan satu piring nasi.

“Banyak manfaat kurma dan saya sudah buktikan sendiri. Jadi kita manfaatkan juga kurma untuk terapi kepada pasien di KKHI Madinah” Ujar Budi

Selain terapi kurma, Suwasmi juga diajari cara bernapas yang baik agar kemudian tidak mengalami sesak lagi.

Suwasmi merupakan salah satu jemaah haji yang menjalani safari wukuf pada saat pelaksanaan puncak haji beberapa waktu lalu. Pihaknya mengaku sangat bersyukur dengan pelayanan kesehatan yang didapat baik di KKHI Makkah maupun di KKHI Madinah.

“Saya salut sama tim kesehatan ini baik di Mekah maupun di Madinah, semua baik dan sabar terhadap pasien. Mudah-mudahan semuanya diberi berkah Allah Subhanahu wa ta’ala,” ujarnya.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Dipulangkan Hari Berikutnya

Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah. Denny/MCH
Perbesar
Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah. Denny/MCH

Di hari berikutnya, yakni pada 9 Agustus pukul 2.16 waktu Madinah, Suwasmi menjalani tanazul akhir untuk dipulangkan ke Tanah Air.

Sementara, pada 10 Agustus 2022 Kementerian Kesehatan melaporkan sebanyak 13 jemaah haji Indonesia masih mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi.

Sebanyak 9 Jemaah dirawat di RSAS Makkah, 2 jemaah di Madinah, dan 2 Jemaah di Jeddah. Dari jumlah tersebut didominasi oleh jemaah dengan penyakit jantung dan saluran pernapasan.

Budi Sylvana mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap jemaah haji yang dirawat di RSAS hingga pasca operasional haji.

“Sampai masa operasional haji selesai, setiap hari dilakukan visitasi oleh tim dokter KKHI baik di Makkah maupun di Madinah untuk memonitor kondisi jemaah yang dirawat di RSAS” ungkap Budi.

“Setelah masa operasional haji selesai, kita terus melakukan proses pemantauan terhadap jemaah haji di RSAS melalui Kantor urusan Haji di Jeddah dan Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Jeddah.”


Jemaah Haji dengan Kasus Berat

Penanganan Jemaah Haji Sakit di KKHI Makkah. Bahauddin/MCH
Perbesar
Penanganan Jemaah Haji Sakit di KKHI Makkah. Bahauddin/MCH

Semua jemaah haji yang dirawat di RSAS tetap menjadi tanggung jawab pemerintah Indonesia sampai nantinya jemaah bisa pulang ke Tanah Air, tambah Budi.

Menurutnya, jemaah haji yang dirawat di RSAS merupakan jemaah haji yang memang memiliki kasus berat dan membutuhkan penanganan kesehatan yang jauh lebih intensif.

Sebagian jemaah juga membutuhkan alat bantu seperti ventilator. Sehingga kondisinya belum memungkinkan untuk dapat dipulangkan melalui skema tanazul-evakuasi.

Meski demikian pihaknya berharap jemaah yang saat ini masih dirawat di RSAS dapat segera pulih dan dapat dipulangkan secepatnya ke tanah air, menyusul kepulangan jemaah haji lainnya.

“Kita berdoa mudah-mudahan semua bisa kembali pulih dan bisa segera kita pulangkan,” harap Budi

Selama 53 hari beroperasi sejak 11 Juni hingga 5 Agustus 2022, KKHI Makkah telah melayani 2.380 jemaah haji. Dari sejumlah tersebut, sebanyak 1.537 orang mendapatkan layanan rawat jalan dan 843 jemaah mendapatkan pelayanan rawat inap.

Dengan selesainya pelayanan kesehatan di Makkah, pelayanan kesehatan bagi jemaah haji akan terkonsentrasi di Madinah hingga masa operasional haji berakhir di tanggal 14 Agustus 2022 atau hari ini.

Infografis Perbandingan Biaya Ibadah Haji 2019 hingga 2022. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Perbandingan Biaya Ibadah Haji 2019 hingga 2022. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya