4 Cara Turunkan Gula Darah dengan Cepat bagi Pasien Diabetes

Oleh Ade Nasihudin Al Ansori pada 14 Agu 2022, 11:00 WIB
Diperbarui 14 Agu 2022, 11:00 WIB
Insulin untuk diabetes
Perbesar
Ilustrasi Insulin. Foto (Ade Nasihudin/Liputan6.com).

Liputan6.com, Jakarta - Individu dengan diabetes perlu mengetahui cara menurunkan gula darah yang relatif cepat. Pasalnya, pasien diabetes acap kali mengalami gula darah tinggi (hiperglikemia).

Menjaga gula darah dalam kisaran normal selalu penting bagi pengidap diabetes tipe satu maupun dua. Namun, pada titik tertentu, menurunkan gula darah perlu dilakukan sesegera mungkin untuk menghindari komplikasi yang berpotensi mengancam jiwa.

Ada tiga cara turunkan gula darah dengan cepat yakni:

Insulin

Mendapat insulin kerja cepat adalah cara tercepat untuk menurunkan gula darah dan merupakan metode pilihan untuk mengobati hiperglikemia.

Pada orang dengan diabetes tipe satu, insulin kerja cepat atau menerima dosis koreksi melalui suntikan insulin amat diperlukan.

Beberapa orang dengan diabetes tipe dua bisa juga memerlukan terapi insulin intermiten atau terus menerus.

Injeksi insulin subkutan (di bawah kulit) memberikan respons tercepat karena aliran darah di tempat injeksi mempercepat penyerapan insulin.

Menyuntikkannya ke perut atau lengan adalah yang paling efektif karena aliran darah di lokasi ini lebih baik dibandingkan dengan area tubuh lain seperti pantat dan paha.

“Namun, ketahuilah bahwa faktor-faktor seperti merokok, obesitas, dan aktivitas fisik yang rendah dapat menurunkan aliran darah subkutan seseorang dan memperlambat laju penyerapan insulin,” mengutip Very Well Health, Minggu (14/8/2022).

Injeksi intramuskular bisa lebih efektif dalam kasus pasien dehidrasi yang jarang terjadi, karena tingkat penyerapannya bahkan lebih tinggi. Namun dalam kasus hiperglikemia, insulin dapat diserap terlalu cepat dan mengakibatkan penurunan drastis gula darah (hipoglikemia).

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Minum Obat Diabetes

Mempercepat Penyembuhan Diabetes
Perbesar
Ilustrasi Alat Kesehatan Credit: pexels.com/Gizz

Selain injeksi, ada pula insulin yang dapat dihirup. Ini adalah bentuk bubuk insulin kerja cepat yang dapat dikirim ke paru-paru dengan inhaler.

Uji klinis telah menunjukkan bahwa meskipun tidak lebih unggul dari insulin suntik, ia menawarkan manfaat yang sama dalam mengurangi gula darah. Namun, insulin ini lebih mahal daripada insulin suntik.

Ini juga tidak cocok untuk pasien dengan asma, kanker paru-paru aktif, atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Di samping insulin, cara lain turunkan gula darah tinggi adalah minum obat diabetes sesuai anjuran dokter.

“Jika Anda menggunakan insulin kerja lama atau obat diabetes lainnya dan gula darah Anda tinggi, periksa untuk memastikan Anda meminum obat Anda.”

Jika memiliki diabetes tipe dua, penyedia layanan kesehatan dapat meresepkan obat untuk membantu menjaga gula darah dalam kisaran normal. Dan melewatkan obat-obatan ini dapat menyebabkan hiperglikemia.

Obat-obatan yang digunakan untuk membantu diabetes meliputi:

-Symlin (injeksi pramlintide): Ini menunda proses pencernaan dan mengurangi sekresi glukagon (hormon pencernaan yang meningkatkan gula darah).

-Precose (acarbose) dan penghambat alpha-glucosidase lainnya: Obat ini dapat menurunkan gula darah dengan mendukung kemampuan tubuh untuk memecah makanan bertepung dan gula.

-Metformin (biguanide): Ini meningkatkan sensitivitas insulin tubuh dengan mengurangi jumlah gula yang dibuat oleh hati dan diserap oleh usus besar.

-Jika pasien melewatkan satu dosis obat diabetesnya, maka ia perlu meminumnya segera setelah ingat. Namun, jangan menggandakannya dengan meminum obat yang terlewat terlalu dekat dengan dosis yang dijadwalkan berikutnya. Hal ini dapat menyebabkan reaksi yang merugikan.

Jika ragu, lihat panduan pada kemasan obat atau cari panduan obat Food and Drug Administration (FDA). Jika melewatkan beberapa dosis, hubungi praktisi untuk mendiskusikan tindakan terbaik.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Latihan Fisik

Ilustrasi Olahraga
Perbesar
Ilustrasi berolahraga. (dok. Unsplash.com/Tomasz Woźniak @huckster)

Selain insulin dan obat-obatan, cara ketiga menurunkan gula darah tinggi dengan cepat adalah latihan atau aktivitas fisik.

Aktivitas fisik adalah cara tercepat untuk menurunkan gula darah secara alami. Olahraga menurunkan resistensi insulin dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk mengubah glukosa menjadi energi.

Selama kontraksi otot, sel-sel tubuh mengambil glukosa untuk energi dan menghasilkan gula darah yang lebih rendah. Efek ini berlangsung selama 24 jam atau lebih setelah berolahraga.

Tidak ada formula yang sempurna untuk berolahraga untuk mengurangi gula darah. Setiap orang merespons secara berbeda terhadap olahraga.

Namun, secara umum dipahami bahwa meningkatkan detak jantung dan durasi aktivitas fisik yang lebih lama membutuhkan lebih banyak glukosa untuk energi yang bisa menurunkan gula darah.

Untuk lebih memahami bagaimana tubuh merespons olahraga, lakukan pemeriksaan gula darah secara teratur sebelum dan sesudah berolahraga.

Catat perbedaan glukosa darah di antara aktivitas untuk melihat mana yang paling efektif untuk menurunkan gula darah (seperti jalan cepat, olahraga air, bersepeda, dan lain-lain).


Minum Air Putih

Ilustrasi minum air putih
Perbesar
Ilustrasi minum air putih saat diet (Engin Akyurt/Unsplash)

Cara keempat turunkan gula darah tinggi adalah minum air. Ini adalah komponen penting dari manajemen diabetes karena membantu tubuh mengeluarkan glukosa.

Oleh karena itu, tetap cukup terhidrasi adalah kunci untuk menjaga kadar gula darah normal. Pada hiperglikemia, pasien membutuhkan lebih banyak air dari biasanya untuk membantu ginjal membuang kelebihan gula dari tubuh melalui buang air kecil.

Tidak minum cukup air menyebabkan dehidrasi dan dapat memaksa tubuh untuk mengambil air dari sumber lain seperti air liur dan air mata. Tubuh juga akan mengeluarkan gula dalam urine, yang menyebabkan dehidrasi lebih lanjut.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengatakan rekomendasi asupan cairan harian bervariasi berdasarkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, kehamilan, dan status menyusui.

“Jadi berapa banyak air yang harus Anda minum? Secara umum orang membutuhkan sekitar empat hingga enam gelas air setiap hari. Jika Anda berkeringat selama bekerja atau berolahraga, cairan itu perlu diganti sehingga Anda harus minum lebih banyak.”

Namun, jika pasien minum obat yang menyebabkan retensi cairan, pasien tersebut membutuhkan lebih sedikit air.

“Tanyakan kepada penyedia layanan kesehatan Anda tentang jumlah air yang tepat yang dibutuhkan untuk menjaga kadar gula darah Anda dalam kisaran normal.”

Fakta Mengenai Risiko Diabetes Melitus
Perbesar
Infografis Journal_ Fakta Mengenai Risiko Diabetes Melitus (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya