Calon Ibu, Ketahui Kondisi yang Berpotensi Sebabkan Distosia Bahu Saat Persalinan

Oleh Fitri Syarifah pada 19 Agu 2022, 06:00 WIB
Diperbarui 19 Agu 2022, 06:00 WIB
Ilustrasi Kehamilan
Perbesar
Ilustrasi kehamilan jelang persalinan. Lalu, apa itu distosia bahu? (dok. Unsplash.com/@by_syeoni)

Liputan6.com, Jakarta Sejumlah risiko selama persalinan bisa terjadi, termasuk distosia bahu yang membuat bahu bayi menyangkut di panggul ibu selama proses melahirkan.

Lebih jelas, dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS Pondok Indah – Pondok Indah Muhammad Fadli mengatakan, distosia bahu didefinisikan sebagai persalinan sefalik pervaginam yang memerlukan manuverobstetrik tambahan untuk melahirkan janin setelah kepala lahir dan traksi lembut gagal.

"Kondisi ini adalah sebuah kondisi kegawatdaruratan obstetri pada persalinan pervaginam (persalinan normal melalui vagina) di mana bahu janin gagal lahir secara spontan setelah lahirnya kepala janin," kata Fadli, melalui pesan elektronik yang diterima Liputan6.com, Kamis (18/8/2022).

Fadli menyampaikan, dari beberapa penelitian, kemungkinan terjadi distosia bahu bervariasi dari 0.5 persen hingga 3 persen dari total kehamilan. Sehingga ada beberapa penanganan yang dilakukan dokter untuk menyelamatkan ibu dan anak.

"Ada beberapa manuver yang dapat dilakukan apabila ditemukan kasus distosia bahu. Mulai dari manuver untuk memperluas jalan lahir, hingga manuver khusus bertahap untuk membebaskan tahanan bahu dari tulang simfisis dengan cara mengecilkan diameter biakromion, atau jarak bahu satu ke bahu lainnya," katanya.

Sementara kemungkinan bayi selamat tergantung dari kasusnya, lanjut Fadli. "Apabila kasus ringan, bayi dapat terlahir tanpa gangguan kesehatan. Namun pada kasus yang berat, bayi dapat berisiko terkena brachialplexus palsy sampai dapat mengancam nyawa bayi."

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Cara Mencegah Distosia Bahu

Menurut Fadli, pencegahan distosia bahu dapat dilakukan dengan penilaian biometri janin sebelum memasuki persalinan dengan cara menilai kapasitas panggul.

"Apabila ibu memiliki panggul sempit atau cephalo pelvic disproportion, maka tindakan persalinan yang terbaik adalah melalui bedah sesar atau sectio caesarea," jelasnya.

 

 

 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Ibu yang Berisiko Alami Persalinan dengan Distosia Bahu

 Fadli mengatakan, ibu yang berpotensi mengalami distosia bahu saat persalinan adalah ibu yang memiliki panggul yang sempit dengan berat janin melebihi 4 kilogram.

"Ada beberapa keadaan di mana bayi bisa berukuran lebih besar atau yang disebut makrosomia. Apabila hal ini ditemukan, maka penilaiaan klinis sebelum memasuki fase persalinan cukup penting. Apabila ditemukan tanda-tanda distosia bahu pada saat persalinan, maka perlu dideteksi sedini mungkin dan dilakukantindakan bedah sesar," jelasnya.

 


Bila Ibu Miliki Riwayat Hipertensi

"Untuk kasus tersebut penanganannya sangat bervariasi, tergantung pada kondisi masing-masing ibu hamil. Oleh karena itu, ibu hamil wajib diperiksa secara berkala untuk penilaian klinis oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan," ujar Fadli.

Fadli menambahkan, sda beberapa cara untuk mencegah preeclampsia, mulai dari menjaga kenaikan berat badan ibuhamil, melakukan olahraga, hingga memenuhi asupan gizi yang baik.

"Mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kalsium tinggi, serta obat pengencer darah sesuai indikasi dokter, juga dapat mencegah terjadinya preeklampsia," pungkasnya.

 

Infografis 8 Cara Cegah Bayi Baru Lahir Tertular Covid-19
Perbesar
Infografis 8 Cara Cegah Bayi Baru Lahir Tertular Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya