31 RSUD di DKI Jadi Rumah Sehat, Menkes Budi: Selera Masing-masing

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 05 Agu 2022, 11:00 WIB
Diperbarui 05 Agu 2022, 11:00 WIB
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin
Perbesar
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi produk teknologi kesehatan buatan mahasiswa dan dosen Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Surabaya, Jawa Timur yang dipamerkan pada Kamis, 7 Juli 2022. (Dok Kementerian Kesehatan Republik Indonesia)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin mengatakan tidak mempermasalahkan penjenamaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di 31 lokasi menjadi 'Rumah Sehat' oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurutnya, hal itu tergantung selera masing-masing pemerintah daerah.

Tak hanya penjenamaan 'Rumah Sehat' saja, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga turut meluncurkan logo baru. Logo baru 'Rumah Sehat' terinspirasi dari kelopak bunga melati Gambir.

"Itu kan masing-masinglah, selera (pemerintah daerah) masing-masing. Kalau mau mengubah logonya juga masa Menkes yang atur," tutur Budi Gunadi di Istana Wakil Presiden RI Jakarta pada Kamis, 4 Agustus 2022.

Selain itu, penjenamaan 'Rumah Sehat untuk Jakarta,' ditegaskan Budi Gunadi, sebenarnya hanya terkait logo dan branding, bukan perubahan legalitas rumah sakit. Hal itu sebagaimana pembicaraan antara dirinya bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Terus terang sempat bicara dengan saya, beliau (Anies Baswedan) ya. Mesti dibedakan apa nama legalnya, dan nama branding-nya. Misalnnya, ada rumah sakit pakai (nama) hospital, kalau kita lihat logonya pakai hospital, tapi diaktanya (akta rumah sakit), tetap pakai (nama) rumah sakit," jelasnya.

"Jadi, update (pembaruan) yang disampaikan ke kami secara legal, tetap rumah sakit, tapi branding-nya, logonya memakai definisi 'Rumah Sehat.' Kalau bagi kita yang penting ya akta legalnya pakai apa (namanya)."

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


5 Jenis Pengembangan Layanan

Pasien DBD di RSUD Pasar Rebo
Perbesar
Seorang ayah menjaga anaknya yang terserang Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Rebo, Jakarta, Jumat (1/2). Dalam sebulan ini, RSUD Pasar Rebo sudah menerima 88 pasien demam berdarah. (Merdeka.com/Imam Buhori)

Mengutip akun resmi Instagram Pemprov DKI Jakarta, terdapat 31 lokasi RSUD menjadi 'Rumah Sehat untuk Jakarta' yang tersebar di seluruh wilayah DKI. Kemudian, ada lima jenis pengembangan layanan di 'Rumah Sehat untuk Jakarta' yang akan digulirkan.

Pelayanan yang dimaksud antara lain:

  1. layanan ginjal dan jantung terpadu
  2. layanan stroke terpadu
  3. layanan geriatri terpadu
  4. layanan kesehatan ibu dan anak atau tumbuh kembang anak
  5. layanan klinik gangguan belajar

Rumah Sehat untuk Jakarta hadir memberi pesan kuat sekaligus ikhtiar besar untuk menghadirkan kesejahteraan sosial untuk semua masyarakat," tulis akun resmi Instagram @dkijakarta, Kamis (4/8/2022).

Di dalam akun resmi Instagram Pemprov DKI juga disebutkan bahwa perubahan nama 'Rumah Sehat untuk Jakarta' hanya berlaku untuk RSUD/RSKD milik Pemprov DKI Jakarta. 'Rumah Sehat untuk Jakarta' tersebar di lima wilayah kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Sebaran 31 Lokasi 'Rumah Sehat'

FOTO: Kesibukan RSUD Cengkareng di Tengah Peningkatan Kasus COVID-19
Perbesar
Petugas medis (kiri) mendorong pasien yang duduk di kursi roda di IGD RSUD Cengkareng, Jakarta, Rabu (23/6/2021). Meningkatnya kasus COVID-19 di Jakarta membuat pasien harus mengantre di luar IGD untuk mendapatkan tempat perawatan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Rincian 31 lokasi RSUD yang menjadi 'Rumah Sehat untuk Jakarta' sebagai berikut:

Jakarta Pusat

  1. Tarakan
  2. Tanah Abang
  3. Johar Baru
  4. Sawah Besar
  5. Kemayoran
  6. Cempaka Putih

Jakarta Utara

  1. Koja
  2. Tugu Koja
  3. Cilincing
  4. Pademangan
  5. Tanjung Priok

Jakarta Barat

  1. Cengkareng
  2. Taman Sari
  3. Kembangan
  4. Kalideres

Jakarta Timur

  1. Budhi Asih
  2. Pasar Rebo
  3. Duren Sawit
  4. Matraman
  5. Ciracas
  6. Cipayung
  7. Kramat Jati

Jakarta Selatan

  1. Pasar Minggu
  2. Kebayoran Baru
  3. Kebayoran Lama
  4. Jati Padang
  5. Tebet
  6. Pesanggrahan
  7. Mampang Prapatan
  8. Jagakarsa

Kepulauan Seribu

  1. Pulau Pramuka

Minta Tak Terapkan Kebijakan Asal-asalan

FOTO: Kesibukan RSUD Cengkareng di Tengah Peningkatan Kasus COVID-19
Perbesar
Suasana IGD RSUD Cengkareng, Jakarta, Rabu (23/06/2021). Meningkatnya kasus COVID-19 di Jakarta membuat pasien harus mengantre di luar IGD untuk mendapatkan tempat perawatan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Berkaitan perubahan nama RSUD di DKI Jakarta menjadi 'Rumah Sehat Jakarta' yang dicanangkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dikritisi oleh Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi.

Prasetio Edi Marsudi menyatakan, Pemprov DKI Jakarta seharusnya memunculkan program pembangunan atau pelayanan yang berdampak langsung kepada masyarakat. Ia meminta agar Anies tak menerapkan kebijakan yang asal-asalan. Salah satunya, mengubah nama RSUD menjadi 'Rumah Sehat Jakarta.'

"Yang terasa langsung gitu kesuksesannya di tengah masyarakat. Bukan cuma ganti ganti nama, kemarin nama jalan sekarang rumah sakit. Setop deh bikin kebijakan ngawur," kata Prasetio dalam keterangannya, Rabu 3 Agustus 2022.

Menurut politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, Jakarta masih memiliki segudang masalah yang lebih perlu diperhatikan. Misal, meningkatnya angka kemiskinan dan permasalahan kampung kumuh di tengah kota.

"Ini Jakarta lho. Lihat tuh Tanah Tinggi, terus Johar. Mereka itu perlu sentuhan Pemerintah, butuh solusi dengan program program yang baik, bukan ganti ganti nama begitu, itu enggak dibutuhkan masyarakat," pungkas Prasetio Edi.

Selain itu, Prasetio Edi juga mengaku tergelitik dengan penjenamaan 'Rumah Sehat Jakarta.' Menurutnya, sudah sejak dulu semua orang mengetahui rumah sakit adalah lokasi untuk mengobati penyakit.

Infografis WHO Tetapkan Cacar Monyet Sebagai Darurat Kesehatan Global. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis WHO Tetapkan Cacar Monyet Sebagai Darurat Kesehatan Global. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya