Cegah Disentri dan Flu, Faktor Penyebab Terhambatnya Tumbuh Kembang Anak

Oleh Aditya Eka Prawira pada 01 Agu 2022, 14:00 WIB
Diperbarui 01 Agu 2022, 14:00 WIB
anak makan
Perbesar
Ilustrasi Memenuhi Gizi Anak Agar Si Kecil Tidak Gampang Sakit dan Menderita Penyakit-Penyakit Seperti Disentri, Flu, atau Hepatitis /copyright freepik.com

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu penyakit yang sering diderita anak adalah disentri, dengan jumlah pasien di seluruh dunia mencapai 60 persen. Begitu juga dengan hepatitis yang dapat menyerang anak.

Tidak ketinggalan flu, yang juga kerap menyerang anak-anak. Namun, dr Lucy Amelia SpA M. Kes, mengatakan, untuk saat ini belum bisa dipastikan berapa jumlah pasiennya lantaran masih pandemi COVID-19.

"Peningkatan grafik COVID-19 pada anak juga berbanding lurus dengan masalah kesehatan gizi di Indonesia," kata Lucy.

Lebih lanjut Lucy, menjelaskan, beragam penyakit tersebut menjadi salah satu faktor penyebab terhambatnya tumbuh kembang anak, yang berisiko stunting. Padahal, tumbuh kembang anak perlu dijaga dengan baik, karena anak merupakan aset berharga bagi masa depan bangsa.

"Untuk menciptakan generasi penerus yang sehat, kreatif, dan berprestasi, ibu harus memerhatikan kesehatan fisik, motorik, dan kognitif anaknya," ujar Dokter Spesialis Anak di Hermina Podomoro ini.

Ketiga hal tersebut, lanjut dia, dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang dikonsumsi anak di setiap harinya.

"Pemenuhan asupan nutrisi dapat membantu mencegah terjadinya penyakit yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak," Lucy menekankan.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Pemenuhan Gizi Anak

Oleh sebab itu, Lucy menyarankan agar orang tua lebih memerhatikan kesehatan anak melalui medical check up, yang juga memberikan informasi tentang status gizi anak.

Selain itu, orang tua bisa mendeteksi sedini mungkin jika ada penyimpangan kesehatan anak, sehingga dapat segera melakukan penanganan sesuai kebutuhan.

"Jika anak tidak melakukan medical check up sejak dini dan rutin, maka orang tua tidak tahu penyakit bawaan yang bisa saja diderita oleh anak, atau penyakit baru dari virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh anak,” katanya.


Perhatikan Kesehatan Pencernaan Anak

Salah satu bentuk kecil yang dapat mulai dilakukan orang tua adalah dengan memerhatikan kesehatan pencernaan anak. Peran probiotik dapat membantu mendukung kebutuhan kesehatan pencernaan anak.

"Probiotik memiliki peranan dalam mendukung tumbuh kembang anak dengan menjaga keseimbangan microbiota di saluran cerna, sehingga kesehatan pencernaan anak terjaga dengan baik, yang akan berdampak pada imunitas dan tumbuh kembang anak," kata Brand Manager Kalbe, Apt. Brigita Puspita, S.Farm.

Brigita lalu mengatakan bahwa PT Kalbe Farma Tbk memiliki Liprolac, dengan dua sediaan, yaitu Liprolac baby drops dengan kandungan probiotik BB-12; dan Liprolac Kids Sachet dengan kandungan lima jenis probiotik, prebiotik, dan vitamin dengan rasa vanilla.

"Kedua sediaan Liprolac tidak perlu dimasukkan ke kulkas, sudah tersertifikasi BPOM, dan halal," katanya.

Pada perayaan Hari Anak Nasional, KECC mengadakan health talk bertema Anak Terlindungi, Indonesia Maju dan subtema Anak Sehat, Kreatif, & Berprestasi. Selain itu, ada juga Children Medical Check Up, tes mengenal potensi anak, hingga face painting, di Jakarta Aquarium Safari, Neo Soho Central Park Mall, Jakarta Barat.

Infografis 9 Panduan Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis 9 Panduan Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya