Menkes Budi: Pemenuhan Hak Anak Tanggung Jawab Orangtua Hingga Pemerintah

Oleh Aditya Eka Prawira pada 24 Jul 2022, 18:00 WIB
Diperbarui 24 Jul 2022, 20:04 WIB
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin
Perbesar
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin di Peringatan hari Anak Nasional (HAN) 2022 (Foto: Dokumentasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia)

Liputan6.com, Jakarta - Di peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2022, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, pemenuhan hak anak adalah tanggung jawab banyak pihak.

Mulai dari orangtua, masyarakat termasuk dunia usaha, institusi pendidikan, profesi, hingga pemerintah bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, serta melindungi anak dari kekerasan dan diskriminasi.

Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh tiap 23 Juli bertujuan untuk meningkatkan partisipasi seluruh komponen bangsa dan menguatkan daya ungkit program pemerintah dalam menjamin pemenuhan hak anak.

Pemerintah pun menjamin pemenuhan hak anak, salah satunya melalui transformasi layanan primer yang diinisiasi Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Anak, kata Budi, adalah seseorang yang berumur sampai 18 tahun, terhitung sejak masih dalam kandungan.

Oleh sebab itu, tumbuh dan kembang anak yang optimal mendukung terwujudnya kualitas kesehatan, kecerdasan, dan daya saing individu.

Lebih lanjut Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa masalah kesehatan anak merupakan dampak perilaku yang tidak mendukung kesehatan.

Di antaranya pola pengasuhan dan tumbuh kembang anak yang tidak optimal, asupan gizi yang tidak optimal, aktivitas fisik yang kurang, kebersihan individu dan sanitasi lingkungan yang tidak baik, perilaku merokok, adiksi gawai, serta komunikasi orang tua dan anak yang buruk.

"Orang tua, keluarga, masyarakat termasuk dunia usaha, institusi pendidikan, profesi dan pemerintah bertanggung jawab dalam pemenuhan hak anak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi," kata Menkes Budi dikutip dari situs Sehat Negeriku pada Minggu, 24 Juli 2022.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tema Hari Anak Nasional 2022

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin di Peringatan hari Anak Nasional (HAN) 2022 (Foto: Dokumentasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia)
Perbesar
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin di Peringatan hari Anak Nasional (HAN) 2022 (Foto: Dokumentasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia)

Tema HAN tahun 2022 adalah ‘Anak Terlindungi, Indonesia Maju’. Kementerian Kesehatan mengangkat sub-tema HAN 2022 ‘Meningkatkan Kualitas Hidup Anak Melalui Pola Asih, Asah, Asuh dan Pelayanan Yang Berkualitas’.

Rangkaian kegiatan HAN Kementerian Kesehatan Tahun 2022 berkolaborasi dengan lintas sektor, dunia usaha, organisasi profesi dan masyarakat.

Kegiatan yang diselenggarakan dalam memenuhi hak anak berupa gerakan Aksi Bergizi di SMP, SMA dan sederajat untuk implementasi peningkatan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri.

Kemenkes juga menyelenggarakan skrining gangguan kesehatan mata, khususnya gangguan refraksi pada anak sekolah.

 


Ragam Kegiatan

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin di Peringatan hari Anak Nasional (HAN) 2022 (Foto: Dokumentasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia)
Perbesar
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin di Peringatan hari Anak Nasional (HAN) 2022 (Foto: Dokumentasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia)

Kegiatan-kegiatan yang digelar Kementerian Kesehatan dalam rangka Hari Anak Nasional 2022 merupakan upaya dalam mewujudkan transformasi layanan primer.

Transformasi layanan primer menjadi penting dalam memastikan anak tetap sehat dan terhindar dari pandemi selanjutnya atau dari penyakit yang beredar di masyarakat.

"Transformasi layanan primer berfokus pada upaya promotif dan preventif yang tujuannya adalah untuk menciptakan orang yang sehat dengan menggerakkan langkah-langkah preventif," kata Menkes Budi.

Program utama dalam penguatan upaya preventif di layanan primer sebagai salah satu bentuk transformasi layanan primer diantaranya melalui penambahan imunisasi rutin dari 11 menjadi 14 vaksin dan pemantauan tumbuh kembang anak di posyandu dengan alat antrometri terstandar.

Program utama Kemenkes ini merupakan upaya perlindungan kepada anak bangsa untuk menuju Indonesia maju.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya